Tari Kretek

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tari Kretek, Kudus Jawa Tengah sedang dipentaskan oleh para penari


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari kretek merupakan tari asli Kudus, Jawa Tengah, yang menceritakan para buruh rokok yang sedang bekerja membuat rokok, mulai dari pemilihan tembakau hingga rokok siap dipasarkan.

Tarian dibawakan oleh beberapa penari perempuan sebagai representasi buruh mbatil dan penari lelaki sebagai representasi dari seorang mandor.

Buruh mbatil adalah buruh rokok yang kerjanya mengguntingi atau merapikan ujung-ujung rokok.

Sementara sang mandor adalah bos yang mengawasi buruh rokok dan mempunyai kuasa untuk menyortir atau menyeleksi rokok garapan buruh.

Tari Kretek, Kudus Jawa Tengah sedang dipentaskan oleh para penari (budaya-indonesia.org)

Baca: Tari Kendalen

Dalam tari Kretek, gerakannya terlihat rancak.

Tari ini dibawakan beberapa penari perempuan serta satu penari lelaki.

Para penari perempuan menggunakan pakaian khas Kudus, tetapi bukan pakaian adat.

Tak hanya itu, penari perempuan juga memakai caping serta memegang tampah.

Adapun yang lelaki hanya memakai blangkon.

Kerancakan serta kelincahan penari Kretek tampaknya tidak lepas dari iringan musik gamelan yang mengalun.

Lirik lagu menceritakan macam–macam rokok yang ada di Kudus. (1)

Baca: Tarian Jawa

 

  • Sejarah


Tari Kretek ini menggambarkan aktivitas buruh rokok di Kudus.

Para penari perempuan menari layaknya proses pembuatan rokok kretek, mulai dari memilih tembakau, merapikan batang rokok dengan memotong bagian ujungnya, hingga mengantarkannya kepada seorang mandor laki-laki untuk diperiksa.

Tidak cukup sampai di situ, kelenturan dalam gerakan tangan para penari ini menggambarkan bagaimana cekatan dan terampilnya para buruh dalam membuat dan melinting setiap batang rokok kretek.

Adanya gerakan-gerakan genit dalam lenggak-lenggok si penari perempuan menjadi daya tarik tersendiri.

Tari Kretek, Kudus Jawa Tengah sedang dipentaskan oleh para penari (GPS Wisata Indonesia)

Baca: Tari Kethek Ogleng

Konon, gerakan genit macam ini disimbolkan sebagai upaya buruh rokok perempuan untuk menarik hati para mandor agar rokok kretek yang dibuatnya lolos sortir.

Jika sang mandor sudah tersenyum, bisa dipastikan rokok akan lolos sortir.

Para buruh harus mampu ”menggoda” para mandor dengan senyumannya.

Sang mandor tak kalah genit.

Ia pun kerap menebar pesona agar para buruh, terutama yang cantik-cantik, jatuh hati kepadanya.

Sang mandor digambarkan selalu mondar-mandir mengelilingi penari perempuan untuk memeriksa pekerjaan mereka.

Baca: Tari Ketuk Tilu

Ide untuk membuat tari Kretek ini bermula dari gagasan Gubernur Jawa Tengah Sutarjo Rustam.

Kala itu, ia meminta kepada Kasi Kebudayaan Dwijisumono agar dibuatkan sebuah tari khas Kudus.

Tujuannya agar ada sebuah tarian pada saat mengesahkan Museum Kretek pada tahun 1986.

Dwijisumono kemudian memberikan kepercayaan kepada Endang selaku pengajar tari di Kudus yang cukup terkenal.

Kudus adalah daerah cikal bakal berdirinya kretek di Indonesia tentu memberikan ide bagi Endang untuk memasukkan unsur pekerja kretek dalam tarian.

Endang yang kala itu bekerja sama dengan Djarum mengamati dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan rokok hingga terciptalah Tari Kretek.

Semula Endang memberi nama tariannya sebagai tari Mbatil, bukan tari Kretek.

Namun, karena nama "Mbatil" tidak begitu dikenal di masyarakat luas, namanya diganti menjadi "Kretek" yang dianggap lebih pas untuk tari ini.

Sesuai dengan permintaan dari Gubernur Soepadjo Rustam, tari Kretek pertama kali ditampilkan dalam peresmian Museum Kretek pada 3 Oktober 1986.

Tak sedikit masyarakat yang mempelajari tari Kretek ini, bahkan mahasiswa dari berbagai universitas menjadikan Tari Kretek sebagai judul skripsinya.

Tak sebatas itu, tari ini juga pernah ditampilkan di luar negeri. (2)

Baca: Tari Bedhaya Ketawang

  • Busana


Kostum, atribut dan perlangkapan Tari Kretek adalah sebagai berikut:

1. Konde bernama konde ayu

2. Cunduk

Cunduk ada dua macam, yaitu cunduk ece (yang dipakai untuk usia SLTP ke bawah) dan cundek jepu (yang dipakai untuk remaja sampai dewasa ).

3. Giwang markis

Namun, karena susah dicari, giwang markis diganti dengan permata (kalung susun renteng 9, angka 9 melambangkan Wali Songo).

4. Bros atau gendhem 5, angka 5 mempunyai arti rukun Islam.

5. Gelang lungwi

6. Kebaya kartininan warna biru

7. Selendang toh watu

8. Tangen (kendit)

9. Idet

10. Jarik kaseman san sore, tetapi bisa juga menggunakan jarik kudusan

11. Caping dan tampah

12. Celana rancingan kuning

13. Pek timang (sabuk) dan gesper. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Tari Kretek


Jenis Tari tradisional


Asal Kudus, Jawa Tengah


Sumber :


1. itjen.kemdikbud.go.id
2. merahputih.com
3. bpad.jogjaprov.go.id


Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer