Per hari ditargetkan ada sebanyak 1 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan pada masyarakat.
Jumlah ini sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.
"Bapak Presiden meminta agar kalau bisa awal bulan depan sudah dicapai satu juta. Dan tolong dipastikan digerakkan semua komponen baik itu komponen melalui vaksinasi pemerintah daerah maupun juga komponen vaksinasi melalui TNI dan Polri," tutur Meneteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/6), dikutip dari Kontan.
Untuk mencapai target baru ini, Kementerian Kesehatan akan terus bekerja sama dan berkomunikasi dengan pihak TNI/Polri.
Sementara itu, target bulan ini, yakni 700.000 dosis per hari, sudah bisa dicapai.
Menkes Budi mengatakan pada hari Kamis pekan lalu, vaksinasi Covid-19 per hari telah mencapai 716.000 suntikan.
Baca: 10 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Akan Diproduksi oleh PT Bio Farma
"Insya Allah kita percaya, kita yakin bahwa angka satu juta vaksinasi per hari kita bisa capai di awal bulan depan sesuai dengan arahan Bapak Presiden," ujarnya.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan per 21 Juni 2021 pukul 12.00 WIB, laju vaksinasi secara nasional, yaitu total vaksinasi dosis pertama sebanyak 57,18 persen atau 23,07 juta penerima dan dosis kedua 30,34 persen atau 12,24 juta penerima.
Adapun total target sasaran vaksinasi dari tenaga kesehatan, lansia dan petugas publik sebanyak 40,34 juta penerima.
Sebanyak 10 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk tiba di Indonesia, Minggu, (20/6/2021), siang.
Bahan baku vaksin tersebut datang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.
Dengan kedatangan vaksin ini, maka jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini adalah sebanyak 104.728.400 dosis.
Jumlah ini terdiri dari vaksin produksi Sinovac sebanyak 94,5 juta dosis, AstraZeneca 8.228.400 dosis, dan Sinopharm 2 juta dosis.
Baca: Agnez Mo Bangun Klinik Untuk Vaksinasi Covid-19 Gratis, Aksinya Banjir Pujian Netizen
Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menjelaskan bahwa bahan baku vaksin tersebut akan diproduksi oleh Bio Farma.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan lagi 10 juta bulk vaccine, untuk diproduksi oleh Bio Farma menjadi vaksin COVID-19,” ujar Oscar Primadi dalam keterangan persnya menyambut kedatangan vaksin tersebut, Minggu.
Bahan baku yang telah tiba di tanah air ini kemudian akan didistribusikan ke seluruh Indonesia setelah terlebih dahulu diproses menjadi vaksin jadi oleh PT Bio Farma.
Oscar menegaskan pemerintah terus melakukan upaya untuk mengamankan kebutuhan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang tengah digulirkan pemerintah saat ini.
Untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity pemerintah menargetkan untuk melakukan vaksinasi kepada sekitar 70 persen dari jumlah populasi penduduk.'
Baca: 11 Anggota DPR dan 35 Staf Positif Covid-19, Gus Muhaimin: meski Sudah Divaksin, Wajib Patuhi Prokes
“Pemerintah selalu hadir dalam rangka mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin COVID-19 ini. Upaya-upaya ini tentunya kita lakukan dalam rangka penyediaan dalam bentuk pendekatan bilateral, multilateral, maupun eksplorasi daripada produk-produk dalam negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Oscar menegaskan pemerintah hanya menyediakan vaksin yang teruji aman dan bermutu.
Ketiga vaksin yang saat ini digunakan yaitu produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm juga telah masuk ke dalam emergency use listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.