Ini adalah serangan kedua yang terjadi setelah adanya gencatan senjata yang menghentikan perang 11 hari antara Israel dan Hamas.
Serangan ini terjadi setelah para aktivis yang dimobilisasi oleh pemimpin Hamas menerbangkan balon pembakar ke wilayah Israel selama tiga hari berturut-turut.
Dilansir dari Associated Press, (18/6/2021), belum ada laporan adanya korban akibat serangan ini. Israel juga melancarkan serangan udara pada Rabu dini hari lalu.
Militer mengatakan serangan ini menargetkan tempat-tempat yang diyakini sebagai fasilitas Hamas.
Adapun dalam serangan hari Kamis, militer menyebut jet tempur mereka menyerang "kompleks militer dan tempat peluncurkan roket" sebagai pembalasan atas diterbangkannya balon-balon tersebut.
Baca: Israel Kembali Gempur Palestina, Pembalasan Serangan Balon Pembakar Milik Hamas
Selain itu, militer Israel mengatakan pasukannya sedang bersiap untuk "berbagai kemungkinan, termasuk dimulainya kembali peperangan".
Sirene roket berbunyi di daerah-daerah Israel di dekat Gaza segera setelah serangan itu terjadi.
Namun, militer mengatakan sirene itu dipicu oleh, "tembakan yang datang, bukan roket."
Rekaman kamera yang didapatkan oleh AP memperlihatkan tembakan senapan mesin berat ke arah udara dari Gaza.
Kemungkinan ini adalah upaya yang dilakukan miltan Palestina unntuk menembak jatuh pesawat Israel.
Rekaman lain memperlihatkan peluru sedang ditembakkan dari Gaza, tetapi tidak jelas jenisnya dan ke mana peluru itu mendarat.
Baca: Jalur Gaza
Baca: Kembali Panas, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Gaza
Ketegangan tetap tinggi semenjak gencatan resmi diberlakukan pada 21 Mei lalu.
Sebelumnya, Israel juga meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Rabu, (16/6/2021),
Ini adalah serangan pertama sejak berakhirnya perang selama 11 hari dan dicapainya gencatan senjata.
Dilansir dari Reuters, serangan ini merupakan tanggapan Israel atas diterbangkannya balon pembakar dari wilayah Palestina.
Ketegangan ini menjadi ujian pertama pemerintahan baru Israel di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett.
Baca: Terbaru, Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
Militer Israel mengatakan pesawat mereka menyerang kamp-kamp Hamas yang dipersenjatai di Kota Gaza dan Kota Khan Younis yang berada di selatan.
Selain itu, militer Israel menyebut mereka sudah "siap dengan segala kemungkinan, termasuk kembali berperang melawan tindakan terorisme lanjutan yang berasal dari Gaza".
Serangan itu, kata militer, muncul sebagai tanggapan atas diterbangkannya balon-balon pembakar.
Brigade pemadam kebakaran Israel melaporkan balon itu menyebabkan 20 kebakaran di lahan terbuka di komunitas-komunitas yang berada di perbatasan Gaza.
Seorang juru bicara Hamas mengonfirmasi serangan Israel dan mengatakan orang Palestina akan "melanjutkan perlawanan berani mereka dan mempertahanakan hak-hak mereka dan tempat suci mereka" di Yerusalem.
Baca: Sosok Naftali Bennett, PM Baru Israel yang Gantikan Netanyahu: Yahudi yang Religius dan Miliarder
Beberapa jam sebelumnya ada ribuan orang Israel berpawai mengibarkan bendera dan berkumpul di sekitar Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem sebelum menuju ke Tembok Barat yang disakralkan.
Ini menyebabkan kemarahan warga Palestina.
Sebelum parade pada hari Selasa, Israel juga telah menambah penyebaran sistem antirudal Iron Dome untuk mengantisipasi kemungkinan serangan roket dari Gaza.
Namun, ketika orang-orang yang ikut pawai mulai bubar pada malam hari, tidak ada tanda-tanda roket yang datang dari wilayah Palestina.
Prosesi itu awalnya dijadwalkan dilakukan pada 10 Mei sebagai bagian dari festival "Hari Yerusalem" yang merayakan pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel.
Baca: Joe Biden Hubungi Naftali Bennett, Beri Selamat Jadi Perdana Menteri Israel
Baca berita lain tentang konflik Israel dengan Palestina di sini.