Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kacang kapri yang memiliki nama latin Pisum sativum L. termasuk jenis kacang polong.
Bedanya, kacang ini dimanfaatkan bersama dengan polongnya (bagian pembungkus buah kacang).
Dikenal mengandung banyak nutrisi, kacang kapri dapat dinikmati dengan berbagai cara.
Jika dinikmati sebagai kacang polong, bisa menambahkan biji kacang ini pada steak, nasi goreng, sup, ataupun salad.
Apabila dinikmati sebagai kacang kapri, umumnya kacang ini dibuat tumisan sayur. Bagian bijinya yang matang juga sering ditumbuk dan dijadikan campuran tepung.
Menurut Plants of A Future, kacang kapri tumbuh subur di campuran tanah liat dan berpasir dengan dengan pH tanah kisaran 6 hingga 7,5 dan lembap.
Kacang ini dapat tumbuh menjulang setinggi 2 meter, dilengkapi dengan bunga yang berwarna merah keunguan. (1)
Kacang-kacangan berwarna hijau ini mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin K, C, dan asam folat. Terlebih lagi, berbagai macam zat mineral juga dikandungnya.
Meskipun memiliki banyak manfaat, kacang kapri juga mengandung dua komponen antinutrisi, yakni asam fitat dan lektin.
Asam fitat dikenal bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap zat mineral. Sementara itu, lektin disebut bisa menyebabkan perut kembung. Itulah sebabnya, disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. (2)
Baca: Kacang Mete
Kandungan Gizi
Nutrisi yang terkadnung dalam kacang kapri yakni sebagai berikut.
kalori: 62
karbohidrat: 11 gram
serat: 4 gram
protein: 4 gram
vitamin A: 34 persen dari rekomendasi asupan harian (RAH)
vitamin K: 24 persen dari RAH
vitamin C: 13 persen dari RAH
vitamin B1: 15 persen dari RAH
folat: 12 persen dari RAH
mangan: 11 persen dari RAH
zat besi: 7 persen dari RAH
fosfor: 6 persen dari RAH
Walaupun kacang kapri berukuran kecil, kandungan proteinnya lebih besar daripada wortel.
Hal itu dibuktikan dengan setengah cangkir (170 gram) wortel hanya mengandung 1 gram protein, sedangkan setengah cangkir (170 gram) kacang kapri mengandung 4 gram protein.(2)
Manfaat
Karena mengandung serat yang cukup tinggi, tidak heran jika kacang kapri dipercaya dalam menyehatkan sistem pencernaan. Sebab, serat bisa melunakkan tekstur feses, sehingga buang air besar pun jadi lancar.
Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyeba anemia. Kacang kapri mengandung zat besi yang tinggi. Jika mengonsumsinya, maka produksi sel darah merah akan lancar, dan anemia pun bisa dihindari.
Selain itu, zat besi juga bisa memberikan tenaga dan melawan rasa letih pada tubuh.
Kacang kapri diperkaya vitamin C, yang membuatnya menjadi salah satu makanan terbaik untuk sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi satu porsi kacang kapri bahkan bisa memenuhi setengah dari kebutuhan vitamin C harian.
Kacang kapri mengandung lutein, komponen yang bisa menyehatkan mata dengan mencegah penyakit katarak dan degenerasi makula di usia tua. Selain itu, kacang kapri juga mampu membuat penglihatan semakin tajam.
Serat dalam kacang kapri bisa menyehatkan jantung dengan mencegah berbagai macam penyakit jantung dan stroke misalnya.
Selain itu, kacang kapri juga dipercaya dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Itulah sebabnya kacang kapri dianggap sebagai makanan yang baik untuk jantung.
Kacang kapri mengandung serat yang bisa mempertahankan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
Ditambah lagi, kacang kapri juga rendah lemak dan kalori. Dengan begitu, mengonsumsi kacang kapri bisa membantu keberhasilan program diet untuk menurunkan berat badan.
Adanya kandungan vitamin C yang dimiliki kacang kapri, produksi kolagen di dalam tubuh bisa meningkat.
Kolagen sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kulit tetap sehat.
Vitamin C juga bisa mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Apalagi, kacang kapri mengandung beberapa antioksidan (flavonoid, karotenoid, hingga alfa karoten) yang bisa mencegah tanda-tanda penuaan dini.
Kacang kapri dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Zat glycodelin yang terkandung dalam kacang kapri, bisa memperkuat sperma dan meningkatkan kemampuan sperma dalam membuahi sel telur.
Kandungan antioksidan kacang kapri membuatnya menjadi sayuran super yang dipercaya bisa mencegah kanker.
Terlebih lagi, kacang kapri dilengkapi dengan saponin, yaitu komponen tumbuhan yang dipercaya memiliki efek antikanker. Beberapa studi telah membuktikan kemampuan saponin dalam mencegah pertumbuhan kanker dan tumor.
Karena kacang kapri bisa membantu menstabilkan gula darah, penyakit diabetes pun dapat dicegah dengan mengonsumsinya.
Sebab, kacang kapri mengandung protein dan serat yang lumayan tinggi.
Kacang kapri juga dikenal sebagai makanan yang tidak menyebabkan naiknya kadar gula darah secara mendadak.(2)