Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gambas atau oyong adalah sayuran yang biasanya ditanam di pekarangan atau di ladang yang tidak ditumbuhi tanaman lain.
Dilihat dari bentuknya, gambas atau oyong terlihat sangat mirip dengan okra. Tidak heran, di Amerika Serikat dan Kanada, sayuran ini juga disebut sebagai okra Tiongkok.
Gambas memiliki nama latin Luffa acutangula yang masuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae.
Menurut sebuah penelitian, oyong juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, misalnya vitamin B2, C, karoten, kalsium, fosfor, hingga zat besi. Meski oyong kaya akan nutrisi, jarang yang tahu bahwa oyong baik untuk kesehatan.
Oyong juga kerap muncul dalam berbagai menu makanan Indonesia. (1)
Baca: Sayur Babanci
Kandungan Gizi
Dalam satu cangkir (178 gram) sayur gambas atau oyong, mengandung berbagai vitamin dan mineral sebagai berikut:
protein: 1,17 gram;
pemak: 0,61 gram;
karbohidrat: 25,53 gram;
serat: 5,2 gram;
vitamin A: 66,14 persen dari rekomendasi asupan harian (RAH)
Vitamin B5: 0,892 miligram
Vitamin B6: 0,176 miligram
Vitamin C: 10,1 miligram
Vitamin B1: 0,082 miligram
Vitamin B2: 0,075 miligram
Mangan: 0,397 miligram
Kalium: 806 miligram
Magnesium: 36 miligram
Zat besi: 0,64 miligram
Fosfor: 55 miligram. (1)
Manfaat
Biji dari sayur oyong dapat digunakan sebagai obat antiradang alami.
Beberapa penelitian membuktikan sifat antiradang itu datang dari kandungan flavonoid dan asam fenolik yang dikandung bijinya.
Selain itu, biji sayur oyong juga bersifat analgesik (pereda nyeri). Itulah alasan para ahli percaya bahwa biji oyong yang sudah diekstrak dapat meredakan rasa nyeri akibat penyakit peradangan.
Dalam dunia pengobatan tradisional India atau Ayurveda, oyong juga dipercaya dapat melawan berbagai mikroba penyebab penyakit, seperti infeksi jamur, bakteri, dan virus.
Para ahli menemukan abhwa sayur oyong yang sudah dijadikan bubuk ternyata mengandung metanol dan etil asetat. Keduanya dipercaya mampu melawan bakteri, seperti E. Coli, B. subtilis, P. aeruginosa, dan S. aureus.
Berbagai studi menjelaskan bahwa semprotan hidung homeopati yang mengandung ekstrak sayur oyong, Galphimia glauca, histamin, dan sulfur dapat mengatasi berbagai gejala rhinitis alergi.
Dalam penelitian itu, para penderita rhinitis alergi menggunakan semprotan hidung homeopati sebanyak empat kali, selama 42 hari. Efek ini serupa dengan semprotan hidung yang mengandung obat cromolyn sodium.
Sebuah penelitian menyatakan penggunaan produk homeopati yang mengandung ekstrak oyong, lungmoss, dan kalium selama dua minggu, mampu mengatasi berbagai gejala sinusitis.
Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna membuktikan manfaat oyong atau gambas yang satu ini.
Sama seperti mentimun, oyong juga mengandung kadar air yang cukup tinggi.
Tidak hanya itu, oyong juga mengandung tinggi serat dan rendah lemak jenuh. Itu artinya, mengonsumsi sayur oyong dapat mempertahankan rasa kenyang yang lebih lama.
Manfaat oyong dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, diantaranya nyeri, masalah menstruasi, pilek, hinga mengangkat sel kulit mati (dengan spons yang terbuat dari oyong). (1)