Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Chocolate Hills merupakan kumpulan bukit kapur di Filipina.
Bukit-bukit Chocolate Hills tersebar di kota Sagbayan, Carmen, dan Batuan di Pulau Bohol. Pulau Bohol berada di wilayah Visayas Tengah, Filipina.
Chocolate Hills luasnya 50 hektar. Di sana berkumpul bukit yang jumlahnya antara 1.268 sampai 1.776.
Uniknya, bentuk dan ukuran bukit itu hampir sama, yaitu mengerucut atau seperti kubah dengan ketinggian antara 45 sampai 150 meter.
Bukit itu terbuat dari batu kapur yang tertutup tanah dan seluruhnya ditumbuhi rerumputan.
Rumput yang hijau itu, saat musim panas akan mengering. Warnanya berubah menjadi cokelat.
Kumpulan bukit itu terlihat menyerupai cokelat, terutama chocolate chip. Maka, disebutlah bukit-bukit itu sebagai Chocolate Hills. (1)
Chocolate Hills dapat dilihat saat musim kemarau di Filipina.
Biasanya musim itu berlangsung selama Bulan November hingga Mei saat matahari berada di belahan bumi selatan.
Jika berkunjung pada musim penghujan, Chocolate Hills seolah tidak sesuai dengan namanya. Hal itu karena bukit-bukit akan berwarna hijau saat musim penghujan tiba.
Ada beberapa tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan Chocolate Hills. Salah satu tempat terbaik adalah dek pengamatan yang memang dikhususkan untuk menyaksikan keindahan bukit-bukit kapur ini. (2)
Baca: Brown Canyon
Proses Pembentukan
Bukit cokelat ini terbentuk karena pelapukan batuan kapur laut yang terjadi selama ribuan tahun.
Pelapukan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti curah hujan dan erosi subaerial.
Ada satu plang informasi di dek pengamatan yang mengatakan jika formasi geologi ini merupakan hasil erosi batu kapur yang terangkat dari dasar laut ke permukaan. Batuan ini kemudian menjadi retak karena proses tektonik.
Ada pula informasi yang menjelaskan jika bukit-bukit ini sebelumnya adalah terumbu karang yang berada di dasar laut.
Terumbu karang ini kemudian terangkat ke permukaan laut setelah terjadi pergeseran geologis di bawah air.
Sekilas bukit-bukit kapur ini hampir mirip dengan yang ada di beberapa wilayah Indonesia, seperti Gunungkidul.
Hal itu karena diperkirakan bukit-bukit kapur di Gunungkidul sebelumnya juga berada di dasar laut sebelum terangkat ke daratan. (2)
Sementara itu, menurut legenda, Chocolate Hills terbentuk karena ada pertarungan dua raksasa.
Mereka saling melemparkan batu-batu besar, sampai akhirnya mereka merasa lelah dan tertidur.
Saat mereka terbangun, mereka lupa akan perkelahian itu. Mereka juga lupa membersihkan bebatuan yang mereka gunakan dalam pertarungan. Dari batu-batu itu terbentuklah Chocolate Hills.
Legenda lain menceritakan tentang seorang raksasa bernama Arogo, yang jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Aloya.
Karena sakit, Aloya meninggal dunia. Arogo sangat sedih. Ia menangis setiap teringat pada Aloya. Setiap tetes air matanya jatuh, berubah jadi bukit yakni Chocolate Hills. (1)
Baca: Pulau Matahari
Nominator Tujuh Kejaiban Dunia
Pada 1988, Chocolate Hills dinyatakan sebagai Monumen Geografis Nasional Filipina.
Sementara UNESCO menyatakan bukit-bukit ini sebagai Situs Warisan Dunia.
Berita terakhir mengatakan Chocolate Hills masuk dalam nominasi baru untuk tujuh keajaiban dunia.
Untuk menikmati keindahan Chocolate Hill, pemerintah telah membangun sebuah resort bernama Chocolate Hills Complex yang terletak di kota Carmen yang dilengkapi dengan menara pandang.
Selain itu Chocolate Hills bisa dinikmati di Resort Sagbayan Peak, di Sagbayan Town.
Pemerintah Filipina terus mengembangkan kawasan ini, agar menarik wisatawan lebih banyak lagi.
Dalam promosi wisatanya, pemerintah Filipina memasukkan Bohol dalam daftar keajaiban alam yang harus dilihat. (1)
Baca: Pulau Tidung