Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - PSMS Medan adalah klub sepak bola yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.
PSMS Medan berdiri sejak 21 April 1950, diinisiasi oleh 6 tim amatir yang ada di Medan.
Stadion Teladan merupakan stadion yang digunakan sebagai kandang mereka.
PSMS Medan memiliki julukan Ayam Kinantan.
PSMS Medan merupakan salah satu tim tersukses era Perserikatan dengan 6 kali gelar juara. (1) (4)
Baca: Persija Jakarta
Sejarah
Sebelum terbentuk, 6 tim amatir yang ada di Medan sepakat mendirikan perserikatan bernama PSMS Medan.
Keenam klub lokal Medan itu adalah Sahata, PO Polisi, Al Wathan, Indian Football Team, Deli Mij dan Medan Sport.
Dari keenam tim itu, terdapat enam orang tokoh di balik berdirinya PSMS Medan.
Salah satu tokohnya adalah tokoh pers nasional, Adinegoro, yang mewakili Al Wathan, dr. Pringadi (Deli Mij), T.M. Harris (Medan Sport), Sulaiman Siregar (PO Polisi), Tedja Singh (Indian Football Team), dan Madja Purba (Sahata).
Berdirinya PSMS Medan ditandai dengan laga persahabatan dengan tim sepak bola Militer Belanda di Medan pada April 1950, sekaligus perpisahan pasukan Belanda yang akan pulang ke negerinya.
Baca: Arema Malang
Medio pertengahan 1960 hingga awal 1990-an bisa dibilang sebagai era keemasan PSMS.
Pada tahun 1967, untuk pertama kalinya Ayam Kinantan berhasil menjuarai kompetisi nasional setelah mengalahkan Persebaya Surabaya pada partai final.
Gelar kedua PSMS di Kompetisi Perserikatan diraih pada musim 1969/1970, lagi-lagi Bajul Ijo menjadi kesebelasan yang dikalahkan Ayam Kinantan pada laga puncak.
Keberhasilan PSMS meraih gelar juara pada musim 1969/1970 membuat mereka berhak tampil pada ajang Liga Champions Asia pada musim berikutnya.
Pencapaian Ayam Kinantan pada kompetisi elit antar klub Asia itu terhenti pada babak semifinal seusai dikalahkan Taj Club dua gol tanpa balas.
Tampil gemilang oada kompetisi musim 1967 dan 1969 tak menjamin kegemilangan kiprah PSMS pada musim-musim berikutnya.
Selama delapan tahun mereka mengalami paceklik gelar dan pada tahun 1975 mereka tercatat menjuarai kompetisi, tetapi saat itu PSMS harus berbagi gelar bersama Persija Jakarta karena terjadi kerusuhan dalam pertandingan tersebut. (4) (5)
Baca: Persib Bandung
Julukan Ayam Kinantan
Sejak era Perserikatan, PSMS Medan dikenal sebagai kesebelasan dengan gaya permainan keras yang khas.
Gaya tersebut dikenal dengan sebutan rap-rap, keras, tetapi tetap mengandalkan skill dan teknik dalam permainan.
Gaya permainan PSMS dianggap banyak orang mirip seperti Ayam Jago yang tengah bertarung dengan lawannya.
Ayam Kinantan, atau biasa dikenal juga Ayam Bangkok ini dikenal sebagai ayam petarung yang memiliki gaya permainan agresif hingga ditakuti lawan.
Konon, Ayam Kinantan ini merupakan jenis ayam berkharisma yang disegani oleh ayam-ayam lainnya di arena tarung ayam.
Oleh karena itu, PSMS Medan mendapat julukan Ayam Kinantan. Gaya permainan mereka yang keras, tetapi tetap menggunakan keahlian dan teknik dalam permainannya. (3)
Baca: Persikabo 1973
Pemain dan Pelatih
Kiper: Abdul Rahim, Herlian A
Bek: Afiful Huda, Harry, Wira Yudhistira, M Junda Irawan, Syaiful Ramadhana, Gusti Sandria
Gelandang: I Gede Sukadana, Elina Soka, Paulo Sitanggang, Yudhi Aditya P, Ilham Fathoni, Rachmad Hidayat
Winger: Hamdi Sula, Yohanes Nabar, Ghozali Siregar, Faisal Ramadhoni
Striker: Diego Banowo
Head Coach: Ansyari Lubis
Asst Coach: Ridwan Saragih
Asst Coach: Legimin Rahardjo
Pelatih Keeper: M Halim
Manajer tim: Mulyadi Simatupang (2)
Baca: PSIS Semarang
Prestasi
Enam kali juara era Perserikatan: 1967, 1969, 1971, 1975 (juara bersama dengan Persija Jakarta), 1983, dan 1985.
Runner-up Liga Indonesia: 2007/08 (4)