Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia memiliki salah satu museum unik yang berisi koleksi layang-layang.
Museum layang – layang didirikan seorang pakar kecantikan Endang Ernawati yang telah menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985.
Museum tersebut didirikan atas kecintaannya terhadap layang-layang.
Ia pun punya niat yang patut diacungi jempol, melestarikan budaya layang-layang tradisional yang unik dari setiap wilayah Indonesia.
Bangunan museum ini kental dengan suasana tradisional Jawa yaitu Rumah Joglo. (1)
Sejarah
Layang-layang merupakan bagian dari permainan masa kecil yang tidak hanya berfungsi sebagai permainan belaka, tetapi bisa dilibatkan dalam sebuah ritual tertentu.
Berbagai bangsa di dunia dapat dipastikan mengenal permainan layang-layang.
Fenomena inilah yang mendorong para pecinta layang-layang untuk mendirikan museum layang-layang.
Di dalam museum tersebut, para pecinta layang-layang akan mengumpulkan berbagai jenis layang-layang dari mancanegara dan menjaga koleksi tersebut agar bisa dinikmati keindahannya dan dipelajari teknologinya.
Museum Layang-Layang Indonesia didirikan oleh seorang pakar kecantikan yang menekuni dunia layang-layang sejak tahun 1985 dengan membentuk Merindo Kites & Gallery yang bergerak di bidang layang-layang yang bernama Endang W. Puspoyo.
Kecintaannya pada layang-layang membuat ia tergerak untuk mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia.
Kiprahnya dalam mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia membuat museum ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pemecahan rekor pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan layang-layang berbentuk diamond terbesar pada 2011 serta penghargaan kepariwisataan Indonesia pada 2004, yang diberikan oleh I Gede Ardika selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu.
Baca: Museum Perangko Indonesia
Baca: Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra
Koleksi
Jumlah koleksi layang-layang di museum ini awalnya berjumlah 600. Namun seiring waktu terus bertambah setelah banyak yang menyumbangkan layang-layang ke museumnya.
Koleksi yang cukup unik dari museum ini adalah layang-layang kecil dari Tiongkok.
Ukurannya hanya beberapa centimeter saja.
Pemandu nanti akan menjelaskan meski ukurannya sangat kecil, layang-layang tersebut bisa terbang.
Ada juga koleksi layang-layang 3 dimensi berbagai bentuk seperti unicorn, kapal layar, naga dan capung.
Tentunya semua koleksi di sana dijamin akan menambag wawasan pengunjung tentang layang-layang.
Lokasi
Museum Layang-Layang yang terletak di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-16.00 WIB dan pada hari libur nasional museum layang-layang tutup.
Harga tiket masuk museum layang-layang yaitu Rp 15.000 rupiah.
Dengan tiket masuk 15.000 rupiah, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas menonton audiovisual yang berkisah tentang sejarah layangan, aneka jenis layang-layang dan info lomba atau kejuaraan layang-layang di dalam dan luar negeri.
Dengan tiket masuk, pengunjung akan mendapatkan kesempatan tur keliling museum ditemani pemandu, belajar membuat layang-layang dan bagi yang ingin membuat keramik, batik, melukis layang-layang, payung, t-shirt, wayang, dan lampion juga tersedia sesuai pesanan dikenakan biaya tambahan. (2)