Sinetron Indosiar Dikecam, Ernest Prakasa Singgung Adegan Dewasa yang Libatkan Gadis 15 Tahun

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warganetmenyoroti tokoh Zahra yang diperankan oleh Lea Ciarachel dalam sinetron Suara Hati Istri.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sinetron Suara Hati Istri yang ditayangkan di Indosiar kini mendapat banyak kecaman dari warganet.

Sinetron tersebut diketahui menampilkan artis berusia 14 tahun yang berperan sebagai istri ketiga.

Dalam sebuah adegan, artis di bawah umur tersebut pun harus menjalani adegan dengan pria dewasa.

Adegan tersebut diberi judul 'Malam pertama' yang memperlihatkan adegan ranjang antara sang anak 14 tahun dengan pemeran pria 39 tahun.

Diketahui, sinetron Suara Hati Istri mengisahkan Zahra (Lea Chiarachel) dan Tirta (Panji Saputra).

Ayah Zahra yang seorang petani mempunyai utang kepada bosnya, Tirta.

Demi melunasi, gadis itu harus menikah dengan pria yang sudah memiliki dua istri.

Padahal saat itu, Zahra masih sangat muda bagi Pak Tirta.

Warganetmenyoroti tokoh Zahra yang diperankan oleh Lea Ciarachel dalam sinetron Suara Hati Istri.

Banyak yang mengadukan persoalan ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Salah satu poin aduan, sinetron tersebut dinilai mengampanyekan pedofilia.

"Aduan: romantisasi grooming, pedofilia, pemeran di bawah umur berperan sebagai istri dan adegan kurang pantas. KPI buka mata, siaran sehat untuk rakyat," tulis seorang warganet di Twitter.

"Masa anak di bawah umur dijadiin istri ketiga, mana hamil juga," ujar warganet lain.

Sinetron tersebut pun dinilai mengkhawatirkan di beberapa sisi.

Hingga akhirnya, Ernest Prakasa ikut mengecam stasiun TV Indosiar yang menayangkan sinetron berjudul Suara Hati Istri – Zahra.

Baca: Profil Doddy Djanas, Sosok di Balik Ikatan Cinta, Sutradara Spesialis Sinetron Rating Tinggi

Baca: Buat Penonton Geleng Kepala, Foto Oksigen Aldebaran di Sinetron Ikatan Cinta Terbalik Viral

Melalui akun Instagram pribadinya, Ernest Prakasa trut menyuarakan keprihatinannya atas sinetron tersebut.

“Karna banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati, maka biar saya yang bersuara,” tulis Ernest Prakasa, dikutip dari Instagram @ernestprakasa, Rabu (2/6/2021).

Sutradara film Imperfect ini menilai bahwa pihak stasiun TV, yakni Indosiar, sudah keterlaluan karena pemeran Zahra yang diperankan oleh Lea Ciarachel masih berusia 15 tahun.

“Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun,” kecamnya.

Ernest lantas menyinggung soal hati nurani dan akal sehat yang seharusnya menjadi perhatian penting bagi pegiat industri hiburan sebelum memikirkan soal rating.

“Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?,” pungkasnya.

Unggahan Ernest Prakasa lantas dibanjiri komentar dari rekan sesama pegiat industri hiburan dan netizen lainnya.

“TV tuh mustinya berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat, bukan sebaliknya! Oh my...,” tulis Becky Tumewa.

“Goks ya, keinginan ramai dan rating tinggi terlalu besar sampe ga lupa sama moral,” tulis Kristo Immanuel.

“Karakter Zahra yg menangis dan karakter suami yg bersikap sangat predatory ga cuma menormalisasikan pedofilia tapi banyak bgt aspek yg... aduh, gimana yaa ko serem,” tulis Nadin Amizah.

Tangkapan layar sinetron Indosiar bernama Suara Hati Istri - Zahra yang baru-baru ini mendapat banyak kecaman dari warganet.


KPI Panggil Indosiar

Ramainya pembicaraan mengenai sinetron tersebut membuat KPI akhirnya turun tangan.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memanggil pihak lembaga penyiar Indosiar terkait viral sinetron Suara Hati Istri karena menjadikan aktris berusia 15 tahun sebagai pemeran istri ketiga.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan langsung terhadap stasiun penyiaran Indosiar pada siang hari ini.

“Kami akan meminta penjelasan dari Indosiar siang nanti. Yang akan hadir siapa, kami belum tahu,” kata Mulyo, Rabu (2/6/2021).

Mulyo menegaskan, pihaknya telah mendapatkan banyak aduan masyarakat terkait sinetron Suara Hati Istri.

Ia juga mengatakan, KPI sudah mempelajari materi tayangan dari sinetron tersebut.

“Sejak kemarin kami sudah mempelajari materi tayangan sebagaimana yang dibicarakan di medsos maupun aduan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua KPI Agung Suprio menyampaikan, KPI sedang mendalami dan melakukan verifikasi atas kasus dalam sinetron Suara Hati Istri tersebut.

Agung juga menegaskan, pihaknya akan membuat keputusan akhir setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

“Jadi keputusannya itu harus berdasarkan bukti tayang yang kami miliki,” tuturnya.

Baca: Sindir Jalan Cerita Ikatan Cinta, Amanda Manopo Mengaku Bosan hingga Senggol Petinggi RCTI

Baca: Terlampau Sibuk Syuting Sinetron, Arya Saloka Disentil Putri Anne agar Bisa Lakukan Hal Ini

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer