Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hematochezia adalah munculnya darah segar pada tinja (feses).
Hematochezia biasanya disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah.
Baca: Diare
Gejala
Hematochezia biasanya berwarna merah cerah. Darah hanya menempuh jarak pendek, sehingga masih segar pada saat meninggalkan anus.
Pengidap mungkin melihatnya bercampur dengan feses, meskipun bisa juga keluar secara terpisah.
Selain itu, hematochezia cenderung menyebabkan perdarahan lebih kecil daripada melena.
Gejala lain yang mungkin menyertai hematochezia termasuk:
diare
perubahan kebiasaan buang air besar
sakit perut
demam
penurunan berat badan
Penyebab
Beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan perdarahan saluran pencernaan bagian bawah, yakni:
Divertikulitis. Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada divertikula (kantong-kantong kecil tidak normal yang terbentuk di saluran pencernaan).
Radang usus. Radang usus adalah kondisi usus yang mengalami peradangan. Radang usus juga dapat merujuk pada dua gangguan saluran pencernaan, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
Polip. Polip adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang bertangkai dan berukuran kecil, kurang dari 1,5 sentimeter.
Tumor jinak. Tumor jinak yang tumbuh di usus besar dan rektum dapat menyebabkan perdarahan.
Kanker kolon. Kanker kolon merupakan kanker yang tumbuh di kolon (usus besar).
Fisura ani. Fisura ani adalah luka terbuka pada saluran anus atau dubur.
Wasir atau hemoroid. Pelebaran pembuluh darah di daerah anus yang berisiko menimbulkan perdarahan.
Pengobatan
Tujuan utama pengobatan hematochezia adalah menghentikan perdarahan, yaitu dengan mengatasi penyakit atau kondisi yang menjadi penyebabnya.
Jika penyebabnya diobati, hematochezia dapat berhenti dengan sendirinya. Metode pengobatan hematochezia terdiri dari:
Pengidap hematochezia dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti diclofenac, untuk mempercepat penyembuhan.