Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Madu Klanceng adalah madu yang dihasilkan dari lebah tak bersengat spesies Trigona (Trigona sapiens dan Trigona clypearis) yang bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat.
Sementara madu yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat merupakan madu dari lebah penyengat spesies Apis (Apis cerana, A. meliafera, A. dorsata, dan lain-lain).
Salah satu perbedaan fisik kedua spesies lebah ini dapat dilihat dari bentuk sarangnya.
Sarang lebah madu spesies Apis berbentuk heksagonal, sedangkan sarang lebah klanceng berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal. (1)
Baca: Sempolan
Perbedaan Madu Klanceng dengan Madu Lain
Madu klanceng harganya lebih mahal dari madu biasa karena memang lebah klanceng tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml saja per 3 bulan.
Meskipun demikian, peminat lebah klanceng sangat banyak, lebahnya pun relatif lebih mudah dibudidayakan.
Lebah ini tidak bersifat agresif dalam mempertahankan sarangnya sehingga berisiko kecil menimbulkan cedera pada manusia akibat gigitan lebah.
Madu klanceng ini memiliki rasa sedikit lebih asam, hal ini karena kadar keasaman madu ini mencapai 3,05-4,55.
Tekstur madu klanceng lebih encer dari madu biasa karena kadar airnya lebih banyak, yakni berkisar antara 30-35 persen.
Dari segi fisik, madu klanceng memiliki warna cokelat amber. (2)
Baca: Blue Java Banana
Kandungan dan Manfaat
Madu klanceng memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen.
PCA merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka.
Manfaat madu klanceng ini datang dari kandungan hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial.
Beberapa penelitian mengungkap bahwa konsumsi madu klanceng dapat menyembuhkan infeksi akibat bakteri E. coli, B. subtilis, P. syringae, M. luteus, B. megaterium, dan B. brevis.
Hidrogen perokside juga merangsang produksi sitokin yang merupakan respon tubuh untuk membunuh bakteri jahat.
Hidrogen peroksida dapat menarik leukosit ke daerah luka serta dapat menstimulasi limfosit B, limfosit T, dan neutrofil untuk melawan bakteri.
Madu klanceng juga mengandung senyawa fenolik yang dapat melawan proses peradangan di dalam tubuh.
Fungsi ini mirip dengan reaksi antioksidan yang dapat mencegah terjadinya stres oksidatif yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada tubuh, seperti tumor dan kanker. (3)
Madu klanceng cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Jenis madu ini memiliki indeks glikemik rendah yang bisa membantu mengontrol kadar gula darah.
Meski manis, makanan dengan indeks glikemik rendah tidak memicu kenaikan gula darah secara drastis ketika dikonsumsi.
Selain dapat dikonsumsi apa adanya, madu klanceng juga dapat dijadikan campuran minuman kesehatan sebagai pengganti gula.
Beberapa produk kesehatan seperti salep (obat luar) juga sudah menjadikan madu klanceng sebagai salah satu komposisi pembuatnya. (4)