Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pantai Jetis merupakan pantai yang berbatasan langsung dengan obyek wisata Pantai Ayah Kebumen.
Pantai Jetis ada di ujung timur lokasi Kota Cilacap. Pantai ini memiliki karakter gelombang laut selatan yang cukup besar dan panorama pegunungan kapur.
Pantai ini terletak di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Pantai Jetis juga disebut pantai Cemara Sewu, karena terdapat banyak pohon cemara laut tumbuh subur, yang ditanam sebagai penghijauan di wilayah ini.
Daya tarik wisata ini menawarkan keindahan panorama ombak laut selatan dan pemandangan alam pegunungan serta keindahan alur Sungai Bodo.
Pantai ini terletak + 40 km ke arah timur dari kota Cilacap, dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum melalui jalur selatan, yakni jurusan Cilacap – Jatijajar – Gombong.
Di wisata pantai Jetis terdapat tempat pelelangan ikan tradisional TPI Congot yang ramai dikunjungi para pedagang dan pembeli.
Pengunjung dapat membeli beraneka macam seafood atau hasil laut mentah seperti ikan, cumi-cumi, sotong, udang, hingga kepiting dan lobster.
Selain seafood mentah, pengunjung juga dapat menyantap kuliner yang telah matang, di sejumlah warung makan yang tersedia di setiap sudut Pantai Jetis.
Pantai ini terasa sangat sejuk karena banyak ditumbuhi pohon cemara.
Di sepanjang jalan menuju pantai ini terdapat kebun kebun semangka, melon dan jenis timun suri milik petani.
Beberapa petani juga turut menjajakan hasil kebun mereka di sepanjang jalan. (1)
Di Pantai Jetis ada sebuah sungai, yakni sungai Ngijo. Sungai ini adalah bentuk pembatas dari dua kabupaten. Kabupaten Cilacap serta Kebumen.
Di tepian sungai itu ada banyak bermacam tumbuhan seperti bakau, pohon kelapa, pohon salak serta yang lain.
Di sepanjang pantai, terpasang susunan batu yang berjajar rapi menjorok ke pantai berfungsi sebagai pemecah ombak.
Batu ini merupakan objek buatan, keberadaan batu-batu ini menjadikan pemandangan di Jetis menjadi indah.
Fungsi asli dari keberadaan pemecah ombak raksasa tersebut dikarenakan ombak pantai Jetis yang besar.
Namun dalam perkembangan selanjutnya, keberadaan batu pemecah ombak itu dapat dijadikan salah satu spot foto menarik di pantai ini. (2)
Baca: Pantai Lovina
Sejarah
Pantai Jetis sejatinya adalah bekas area tambang. Tambang ini dikelola PT ANTAM yang mengakhiri masa baktinya tahun 2007 silam.
Pada akhir masa operasional, Antam melakukan reklamasi lahan.
Masyarakat ketika itu meminta kawasan pantai dihijaukan dengan ditanami cemara udang dan kelapa, serta lubang-lubang bekas tambang diratakan.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai berpikir bahwa pantai tersebut bisa dikembangkan untuk pariwisata.
Perlahan, kawasan itu dibangun dan beberapa gazebo didirikan. Pengunjung yang datang pun awalnya sedikit.
Setelah itu, barulah perubahan ‘ekstrim' dilakukan sekitar pertengahan tahun 2016. Mereka memikirkan konsep unik untuk mempercantik pantai ini.
Ide ‘Taman Payung Pantai Jetis’ pun dipakai. Mereka mulai memasang ratusan patung di dahan cemara.
Membuat beberapa spot untuk bersantai di bawah rimbunnya hutan cemara, arena bermain anak, tempat selfie, gubuk istirahat di tepi pantai, hingga gardu pandang setinggi kurang lebih enam meter. (2)
Baca: Pantai Melasti Ungasan
Tiket
Pantai Jetis dibuka selama 24 jam. Selain untuk berwisata, pantai ini juga kerap digunakan sebagai tempat berkemah.
Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya kurang lebih Rp 7.500 per orang.
Pengunjung yang menggunakan mobil, dikenakan biaya Rp 5.000 untuk parkir, sedangkan motor Rp 3.000.
Ada banyak tempat parkir tersedia di Pantai Jetis. Pengunjung bebas memilih mana tempat parkir yang paling disukai.
Pantai Jetis telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang kegiatan wisata seperti mushola, kamar mandi, tempat sampah, warung-warung, dan tempat parkir.
Akses jalan menuju lokasi ini juga dalam kondisi baik dan halus. Hal ini tentu memudahkan pengunjung saat menikmati liburan di pantai. (2)
Baca: Pantai Canggu