Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto mengatakan hal itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
"Telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 80 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 46 Pati TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU," kata Edys dalam keterangan resmi Puspen TNI pada Selasa (25/5/2021).
Satu perwira tinggi TNI yang naik jabatan yaitu Mayjen TNI Dudung Abdurachman.
Sebelumnya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya.
Kini, TNI Dudung Abdurachman menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Bintang di pundak Dudung Abdurachman bertambah satu menjadi Letnan Jenderal TNI.
Baca: Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman
Dudung Abdurachman merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 dari kecabangan infanteri.
Sebelum dilantik menjadi Pangdam Jaya tanggal 27 Juli 2020, Dudung Abdurachman menjabat sebagai Gubernur Akmil.
Selain itu, Dudung Abdurachman juga pernah menjadi Staf Khusus Kasad tahun 2016-2017, dan Wagub Akmil tahun 2015-2016.
Dudung Abdurachman lahir di Bandung, Jawa Barat, tanggal 16 November 1965.
Dia adalah putra pasangan Nasuha dan Nasyati yang menjadi PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.
Dudung mempunyai tujuh saudara.
Dia menyelesaikan sekolah dari SD sampai SMA di Kota Bandung (1972-1985).
Baca: Turunkan Baliho Habib Rizieq, Mayjen Dudung Tak Takut Lengser dari Jabatan Pangdam Jaya
Ayahnya meninggal dunia saat Dudung masih menjadi siswa SMP.
Dirinya kemudian untuk membantu sang ibu untuk mencari kebutuhan rumah tangga.
Ia pernah menjadi loper koran saat duduk di bangku SMA.
Setelah selesai mengantar koran, ia kemudian mengedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.
Suatu ketika, dagangan ibunya yang dijajakan pernah ditendang oleh seorang anggota TNI.
Oknum tamtama itu kemudian mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.
Kejadian tersebut justru menjadi motivasi serta semangat bagi Dudung dan membuat dirinya bangkit dan bersemangat.
Setelah lulus SMA tahun 1985, ia mendaftar Akabri Darat.
Dia melaksanakan pendidikan Akmil sampai tahun 1988 dengan menyandang pangkat Letnan Dua.
Dudung pernah menempuh Pendidikan Lanjutan Perwira I atau (Diklapa I) hingga Diklapa II.
Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat.
Dudung Abdurachman pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas.
Lalu, dirinya diamanahi sebagai Dandim 0418/Palembang.
Pada tahun 2010 hingga 2011 Dudung menjabat sebagai Aspers Kasdam VII/Wirabuana.
Dia kemudian menjadi Danrindam II/Sriwijaya.
Dudung juga sempat menjabat sebagai Dandenma Mabes TNI. Pada tahun 2015 hingga 2016 dirinya diamanahi sebagai Wagub Akmil.
Dia kemudian diangkat menjadi Staf Khusus Kasad dari tahun 2016 hingga 2017.
Setelah itu, dirinya menjabat sebagai Waaster Kasad dari tahun 2017 hingga 2018.
Dudung juga pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil selama dua tahun, yakni tahun 2018 hingga 2020.
Pada tahun 2020 dirinya diangkat sebagai Pangdam Jaya.
Per 25 Mei 2021, dirinya diangkat menjadi Pangkostrad.
Baca: Isu Mayjen TNI Dudung Abdurachman Lengser dari Jabatan Mencuat: Misal Dicopot Saya Nggak Takut
Pada November 2020 ada sebuah video prajurit TNI mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang viral di media sosial.
Dudung dengan tegas mengatakan prajurit TNI tersebut mendapat perintah dari dia.
Dia menjelaskan awalnya sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu.
Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh karena itu, TNI turun tangan.
Dia mengatakan pemasangan baliho ada aturannya dan tidak bisa seenaknya dipasang sesuai kemauan sendiri.
Selain itu, di juga mengusulkan agar FPI dibubarkan apabila ormas tersebut jika "coba-coba" dengan TNI dan membuat aturan sesukanya sendiri.
Baca: Front Pembela Islam (FPI)
Baca selengkapnya tentang Dudung Abdurachman di sini.