Sebut Pemimpin Jangan hanya di Medsos, Puan Diduga Sindir Ganjar Pranowo?

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani sempat memberikan sebuah sindiran saat memberikan arahan kepada para kader PDI Perjuangan di Semarang.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ketua DPP PDI Perjuangan sejaligus Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung soal pimpinan dan media sosial.

Menurut Puan, sosok pemimpin adalah orang yang bekerja di lapangan bukan hanya di media sosial.

Hal itu dikatakannya saat membuka acara Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di Kantor DPD PDI-P Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Acara tersebut sekaligus pemberian arahan kepada kader PDI-P di Jawa Tengah.

"Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di socmed (social media/media sosial)," kata Puan.

Baca: Siap Biayai Tes DNA Bayi Ratu Rizky Nabila, Maia Estianty Malah Disebut Terancam Dipolisikan

Baca: Manggung di Acara Hajatan Tanpa Prokes, Dewi Persik Akan Diperiksa Polisi

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani sempat memberikan sebuah sindiran saat memberikan arahan kepada para kader PDI Perjuangan di Semarang. (dpr.go.id/ Dok/nvl)

“Pemimpin yang memang dilihat sama temen-temennya, orang-orangnya yang mendukungnya, ada di lapangan,” lanjutnya dikutip dari YouTube KompasTV.

Anak Megawati Sukarnoputri ini mengakui jika media sosial diperlukan untuk mendukung perjuangan seorang pemimpin di zaman sekarang.

Akan tetapi ia mengatakan, pemimpin harus bekerja secara nyata di lapangan.

"Sosmed memang diperlukan, namun dalam berjuang, jangan hanya berhenti di sosmed saja.

Sosmed diperlukan, media perlu, tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan," tegas Puan.

Baca: Ganjar Pranowo Dipermalukan Partainya Sendiri, Berawal Dari Tidak Diundangnya di Acara PDIP

Baca: Puan Maharani Nakshatra Kusyala

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyebut sosok pemimpin adalah orang yang bekerja di lapangan bukan hanya di media sosial. (tangkapan layar)

Belum diketahui untuk siapa sindiran Puan tersebut.

Namun banyak yang mengatakan bahwa sindiran itu disinyalir sebagai bentuk sindiran kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terlebih pada acara pengarahan kader PDI-P itu Ganjar tidak diundang.

Diketahui memang Ganjar dikenal aktif di media sosialnya.

Gubernur Jawa Tengah itu juga memiliki akun YouTube pribadi yang biasanya ia gunakan untuk mengunggah videonya saat melakukan kunjungan kerja.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Diundang di Acara Penguatan Partai PDI-P, Dianggap Berseberangan Soal Pencapresan

Baca: Profil Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang Tidak Diundang Dalam Acara PDI Perjuangan

Undangan Kader PDI Perjuangan di Jawa Tengah pada Minggu (23/5/2021) kemarin berkaitan dengan soliditas partai menuju 2024. (tangkapan layar)

Ketidakhadiran Gubernur Jateng jadi perhatian mengingat Ganjar selalu hadir pada acara yang melibatkan Kader PDI-P.

Dalam lampiran undangan acara yang beredar tertulis, acara pemberian arahan Puan Maharani kepada seluruh Kader PDI-P di Jawa Tengah.

Tak hanya kader, kepala daerah yang berasal dari pdi perjuangan yang ada di jateng juga turut diundang.

Namun ada tertulis undangan itu dikecualikan untuk gubernur.

Baca: Panduan Belajar dari Rumah TV Edukasi Selasa (25/5/2021), Legenda Scorpius Si Kalajengking 

Baca: Hary Tanoesoedibjo

Dalam kesempatan ini Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani memberikan pesan kepada para kader untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Puan, Jawa Tengah menjadi daerah suara terbanyak PDI Perjuangan.

Pesan tersebut disampaikan Puan Maharani saat memberi pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)

 


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer