Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Penyakit ain dalam Islam adalah penyakit atau gangguan pandangan mata yang bisa menyebabkan orang lain sakit, bahkan meninggal dunia.
Dengan demikian, orang yang dipandang bisa mengalami gangguan berupa penyakit, kerusakan, hingga kematian.
Ain dari kata 'anna-ya'iinu yang artinya terkena sesuatu dari mata yang berasal dari kekaguman orang yang melihat sesuatu. (1)
Baca: Penyakit Kuning
Penyebab
Penyakit ain bisa disebabkan dari hasad atau iri terhadap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain
Hasad adalah keadaan hati seseorang yang tidak bersyukur dan membenci kebahagian orang lain.
Penyakit ain juga bisa muncul karena hati takjub dan lupa untuk memuji Allah Swt.
Allah meminta agar umat Islam untuk berlindung dari sifat hasad.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Falaq, ayat 5 yang berbunyi
Wa min syarri sidin i asad
Artinya: Dan (berlindung) dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Sedangkan penyebab timbulnya penyakit ain tidak harus dengan melihat saja, karena perkataan tanpa melibatkan Allah Swt. sudah termasuk penyakit ain. (2)
Baca: Penyakit Crohn (Crohns Disease)
Cara Menyembuhkan
Orang yang sudah terkena penyakit ain, pertama kali yang harus dilakukan adalah bersabar.
Orang yang terkena harus bertawakkal hanya kepada Allah dan yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah Swt.
Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu (untuk memandikan orang yang terkena ‘ain)” (HR. Muslim no. 2188).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan Amir bin Rabi’ah untuk berwudhu dan menyiramkan air wudhunya kepada Sahl yang terkena ‘ain. Dalam riwayat yang lain:
“Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan Amir untuk berwudhu. Lalu Amir membasuh wajah dan kedua tangannya hingga sikunya, dan membasuh kedua lututnya dan bagian dalam sarungnya.
Lalu Nabi memerintahkannya untuk menyiramkannya kepada Sahl” (HR. An Nasa’i no. 7617, Ibnu Majah no. 3509, Ahmad no. 15980, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
Andaikan ada yang bisa mendahului takdir, itulah ‘ain” (HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no. 3510, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Ada beberapa cara meruqyah orang yang terkena ‘ain, diantaranya dengan membacakan doa yang ada dalam hadits:
Bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii ‘ainin
(dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ‘ain) (HR. Muslim no.2185).
Bisa juga dengan membaca doa-doa ruqyah dari hadits-hadits shahih yang lainnya, dan semua ayat-ayat Al Qur’an bisa untuk meruqyah. (2)
Baca: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)