Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hipermagnesemia adalah kondisi medis ketika tubuh memiliki kadar magnesium yang terlalu tinggi dalam darah.
Penyebab utama hipermagnesemia adalah kerusakan ginjal atau gagal ginjal yang terjadi pada tubuh.
Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.
Penyebab
Kondisi hipermagnesemia umumnya disebabkan oleh adanya kerusakan ginjal atau gagal ginjal.
Karena penurunan fungsi ginjal ini, kelebihan magnesium dalam darah gagal dikeluarkan melalui urine.
Akibatnya, magnesium menumpuk di dalam darah dan mengakibatkan berbagai keluhan.
Selain gagal ginjal, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipermagnesemia.
Kondisi tersebut meliputi:
- Ibu hamil dengan preeklamsia yang mendapatkan terapi magnesium dosis tinggi.
- Mereka dengan pengobatan menggunakan litium.
- Hipotiroidisme.
- Penyakit Addison.
- Penggunaan beberapa obat laksatif dan antasida.
- Familial hypocalciuric hypercalcemia.
Berbagai kondisi tersebut umumnya menyebabkan hipermagnesemia ringan hingga sedang, tidak seberat yang disebabkan oleh gagal ginjal.
Gejala
Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL).
Kadar magnesium bisa dikatakan tinggi, bila kadarnya ada pada 2.6 mg/dL atau lebih di dalam tubuh.
Jika sudah begitu, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala, seperti:
- Mual.
- Muntah.
- Gangguan sistem saraf.
- Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi).
- Sakit kepala.
- Diare.
- Lemah otot.
- Detak jantung tidak teratur.
- Gangguan pernapasan.
- Lesu.
Kelebihan magnesium bisa menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma dalam kasus yang cukup parah.
Pengobatan
Pengobatan utama hipermagnesemia adalah menghentikan asupan magnesium agar tidak semakin menumpuk dalam darah.
Selain itu, pemberian suplementasi kalsium melalui infus juga kerap dilakukan untuk memperbaiki kondisi pernapasan, ritme jantung, dan tekanan darah.
Obat diuretik juga dapat diberikan pada beberapa kasus untuk memicu pengeluaran magnesium lewat urine.
Jika terapi ini dinilai tidak efektif, dapat dilakukan cuci darah untuk mengeluarkan kelebihan magnesium darah melalui alat hemodialisa.