Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tampon adalah sebuah bantalan kapas lembut berbentuk silinder dan terdapat benang penarik pada ujungnya.
Tampon sama fungsinya dengan pembalut, tetapi memiliki bentuk dan cara pakai yang berbeda.
Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam lubang vagina hingga batas benang penarik.
Mungkin beberapa wanita yang belum biasa memakai tampon bingung dan sulit menempatkannya ke dalam vagina.
Namun, beberapa produk tampon menyediakan aplikator untuk memudahkan mendorong tampon ke dalam vagina.
Berbeda ukuran dengan pembalut, tampon berukuran tidak lebih dari 3—5 cm panjangnya.
Tampon cocok digunakan bagi wanita yang aktif dan ingin banyak melakukan gerak atau olahraga pada masa menstruasi.
Dengan ukuran tampon yang kecil, tampon mudah dibawa di dalam kantong beserta aplikatornya.
Jika aktif berolahraga atau ingin tetap menjalankan aktivitas seperti berenang, tampon bisa digunakan karena akan menyumbat dan menyerap darah supaya tak keluar dari lubang vagina. (1)
Baca: Stunting
Penggunaan
Tampon biasanya terbuat dari bahan penyerap cairan yang dibentuk menjadi tabung kecil.
Tampon menyerap darah menstruasi dari dalam vagina, artinya tampon digunakan dengan cara memasukkannya ke dalam kemaluan.
Beberapa jenis tampon dilengkapi aplikator dari plastik atau tabung kardus yang membantu memudahkan produk ini masuk ke dalam vagina.
Namun, ada juga tampon yang harus dimasukkan menggunakan jari tangan.
Terdapat seuntai benang pada salah satu ujung tampon.
Fungsinya untuk menarik tampon jika ingin diganti.
Sama seperti pembalut, tampon juga tersedia dengan tingkat ketebalan dan daya serap yang dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan.
Bentuk tampon lebih kecil daripada pembalut, sehingga lebih mudah dan ringkas dibawa serta bisa diselipkan di mana saja.
Selain itu, saat seseorang mengenakan rok atau celana ketat, tidak akan menimbulkan bentuk pembalut.
Tampon pun dapat digunakan ketika berenang.
Yang perlu diingat adalah tampon harus diganti tiap 4—6 jam sekali agar tidak meninggal bercak pada pakaian atau bahkan bocor.
Ganti tampon dengan yang baru sebelum tidur dan segera setelah bangun tidur.
Rutin mengganti tampon sangatlah penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri berlebih yang dapat menyebabkan sindrom syok toksik (toxic shock syndrome atau TSS).
Meski hal sangat jarang terjadi, tetapi itu tidak dapat disepelekan.
Itulah mengapa lebih disarankan menggunakan tampon yang tidak terlalu tebal.
TSS ditandai dengan demam, mual, diare, nyeri otot, lemas, dan ruam kemerahan sekitar vagina. (2)
Baca: Pacar Cina
Bahaya Penggunaan
Tampon yang dipakai berjam-jam lamanya tanpa diganti bisa menimbulkan toxic shock syndrome (TSS).
TSS adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan karena tampon itu sendiri.
Umumnya sindrom ini disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph).
TSS bisa terjadi pada wanita yang menggunakan tampon yang sudah lama berada di dalam vagina tanpa diganti.
Tampon tak hanya menyerap darah menstruasi, tetapi juga berbagai cairan alami yang dibutuhkan oleh vagina.
Terutama jika darah menstruasi sedang sedikit, tetapi memakai tampon dengan daya serap tinggi.
Akibatnya, berbagai bakteri bisa tumbuh dan berkembang biak, termasuk bakteri penyebab TSS.
Pada beberapa kasus, tampon juga bisa tertinggal di dalam vagina.
Biasanya disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama.
Jika terjadi, disarankan untuk mencari pertolongan pertama ke puskesmas, klinik, atau unit gawat darurat terdekat. (1)
Baca: Jintan Hitam