Nasionalisme

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Nasionalisme


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasionalisme adalah sebuah paham dengan menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara untuk mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Memiliki tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional.

Nasionalisme juga memiliki kesamaan cita-cita dan tujuan sehingga timbul rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy).

Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menanggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat ketika pola pikirnya mulai merosot.

Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup berdampingan dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ.

Lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila ketika pertama kali diciptakan (kiri) dan sekarang (kanan) (banjarmasin.tribunnews.com)

Baca: Hari Kebangkitan Nasional Indonesia

Baca: Politik Etis (Politik Balas Budi)

Ketika itu lah, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri.

Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan.

Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti naziisme, pengasingan dan sebagainya.

  • Sejarah


Nasionalisme sudah menjadi pandang yang dikenal sejak akhir abad ke-18.

Pada Revolusi Amerika dan Perancis, nasionalisme sudah menjadi pandang kuat yang pertama.

Setelah itu baru menyebar ke negara-negara baru di Amerika Latin.

Pada awal abad ke-19 menyebar ke Eropa Tengah, selanjutnya di Eropa Timur dan Tenggara.

Lalu berkembang di Asia dan Afrika pada awal abad ke-20.

Hal itu menjadi kebangkitan dan perjuangan yang kuat bagi masyarakat di dua benua tersebut.

Ilustrasi nasionalisme Indonesia. (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Baca: Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI

Baca: Indonesia Raya (Lagu Kebangsaan)

  • Bentuk Nasionalisme


Nasionalisme dapat membantu meningkatkan rasa cinta terhadap negaranya sendiri.

Sifat nasionalisme ini mempunyai beberapa bentuk, yaitu nasionalisme kewarganegaraan, nasionalisme romantik atau organik atau identitas, nasionalisme budaya, nasionalisme etnis, nasionalisme agama dan nasionalisme kenegaraan.

Berikut penjabaran tentang bentuk nasionalisme:

1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Bentuk nasionalisme kewarganegaraan bisa disebut dengan nasionalisme sipil.

Bentuk nasionalisme kewarganegaraan ini mempunyai kebenaran politik dan keikutsertaan masyarakat, sebagai perwakilan dalam dunia politik.

2. Nasionalisme Romantik/ Organik/ Identitas

Suatu bentuk negara memiliki kebenaran dalam dunia politik secara organik, yang merupakan semangat romantisme antar suku dan budaya dalam suatu negara, untuk menjalankan hidup yang rukun.

3. Nasionalisme Budaya

Bentuk nasionalisme ini merupakan bentuk sebuah negara yang memiliki kebenaran dalam bidang politik, yang berasal dari budaya, ras, warna kulit dan lainnya.

4. Nasionalisme Etnis

Hampir sama dengan bentuk nasionalisme budaya, bentuk nasionalisme etis berupa semangat kebangsaan dalam dunia politik, yang berasal dari suatu etnis dalam masyarakat.

5. Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme ini terjadi ketika negara memiliki legitimasi politik, dari adanya persamaan agama dan kerukunan antar agama dalam bernegara.

6. Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme kenegaraan terbentuk ketika masyarakatnya memiliki perasaan nasionalistis yang kuat, untuk mengatasi hak universal dan memiliki kebebasan dalam berbangsa dan bernegara.

Pelajar melintas di depan mural mantan presiden Soekarno, NKRI dan Pancasila di Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/2/2018). Mural kepahlawanan dan nasionalisme banyak menghiasai jalan kampung untuk mengingatkan anak-anak masa perjuangan kemerdekaan. (KOMPAS.com/AGUS SUSANTO)

  • Tujuan


Nasionalisme berperan kuat dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan.

Ketika muncul ancaman dan bahaya, nasionalisme diperlukan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dengan intensitas tinggi dalam menanggulanginya.

Tujuan Nasionalisme:

1. Menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa.

2. Membangun hubungan yang rukun dan harmonis antar individu dan masyarakat.

3. Membangun dan mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota masyarakat.

4. Berupaya menghilangkan ekstramisme berlebihan dari warga negara kepada masyarakat.

5. Menumbuhkan semangat rela berkorban bagi tanah air dan bangsa.

6. Menjaga tanah air dan bangsa dari serangan musuh baik dari dalam atau luar.

Baca: Museum Kebangkitan Nasional

Baca: Wahidin Soedirohoesodo

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Pengertian Paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri


Bentuk Nasionalisme Kewarganegaraan, Identitas, Budaya, Etnis, Agama, Kenegaraan


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4412104/pengertian-tujuan-dan-bentuk-nasionalisme-yang-harus-dipahami
3. www.kompas.com/skola/read/2019/12/29/180000269/nasionalisme-arti-sejarah-dan-tujuan?page=all


Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer