Literasi Digital

Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Literasi Digital


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Literasi digital yaitu pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan membuat informasi.

Mampu memanfaatkannya dengan bijak, sehat, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan informasi dengan keterampilan kognitif dan teknikal.

Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki untuk meningkatkan keinginan dan kemampuan  dalam membaca.

Baca: Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional

Baca: Museum Penerangan

Ilustrasi: Konsep Media Sosial (Freepik)

  • Hasil Survei


Berdasarkan hasil survei literasi digital nasional tahun 2020, indeks literasi digital di Indonesia masih berada pada level sedang, yaitu pada angka 3,17 poin dengan indikator di angka 1—4.

Untuk subindeks informasi dan literasi data mendapat 3,17 poin; subindeks komunikasi dan kolaborasi 3,38 poin; subindeks keamanan 3,66 dan subindeks kemampuan teknologi di angka 3,66.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan jika indeks tersebut masih belum mencerminkan keadaan literasi digital Indonesia saat ini. 

Menurutnya, saat ini perlu ada percepatan dan kolaborasi dari semua komponen bangsa, termasuk transformasi gerakan literasi digital nasional.

Sebab, kebutuhan mengenali ruang digital dengan lebih baik semakin mendesak setiap harinya.

Sementara itu, pemerintah menargetkan 50 juta masyarakat Indonesia memiliki literasi digital sampai 2024.

Upaya itu akan berlangsung melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi di bidang digital dalam Program Literasi Digital Nasional (LDN).

  • Elemen Esensial


Elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital di antaranya:

• Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital;

• Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten;

• Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;

• Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital;

• Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;

• Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;

• Kritis dalam menyikapi konten; dan bertanggung jawab secara sosial

Survei-Literasi-Digital-Indonesia-2020 (aptika.kominfo.go.id)

  • Prinsip Dasar


Berikut merupakan prinsip dasar dalam pengembangan literasi digital:

• Pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media

• Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang lain

• Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri

• Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat di akses kembali.

Baca: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Baca: Aplikasi Digital Korlantas POLRI

  • Kerangka


Adapun kerangka literasi digital di Indonesia, yaitu:

• Proteksi (safeguard), yaitu perlunya kesadaran atas keselamatan dan kenyamanan pengguna internet, yaitu perlindungan data pribadi, keamanan daring serta privasi individu dengan layanan teknologi enkripsi sebagai salah satu solusi yang disediakan.

• Hak-hak (right), yaitu hak kebebasan berekspresi yang dilindungi, hak atas kekayaan intelektual, dan hak berserikat dan berkumpul

• Pemberdayaan (empowerment), yaitu pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif, jurnalisme warga, dan kewirausahaan serta hal -hal terkait etika informasi.

Luncurkan Literasi Digital Nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut konten negatif perlu terus diwaspadai. (Tangkapan Layar Youtube Kemkominfo/ via tribunnews.com)

  • Peluang & Tantangan


PELUANG

Keberadaan media digital sangat memungkinkan munculnya peluang, seperti meningkatnya keuntungan dalam bisnis e-commerce, lahirnya lapangan pekerjaan baru berbasis media digital, dan pengembangan kemampuan literasi tanpa menegasikan teks berbasis cetak.

Dengan adanya jaringan internet, digitalisasi dapat menjadi media perantara untuk menuju praktik literasi yang dapat menghasilkan teks berbasis cetak.

Sebagai contoh, kegiatan menulis di blog pribadi bisa diarahkan untuk mengumpulkan tulisan untuk kemudian bisa dicetak menjadi buku yang berisi kumpulan tulisan dengan tema tertentu yang diambil dari blog pribadi.

TANTANGAN

Semakin majunya peralatan digital dan akses informasi digital, membuat pengguna internet harus menguasai dan memiliki keterampilan dalam literasi digital.

Tercatat pada tahun 2017, terdapat 132 juta pengguna internet di Indonesia dengan angka pertumbuhan sebanyak 51 persen hanya dalam waktu setahun.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia, perkembangan dunia digital di Indonesia mempunyai dua sisi yang berlawanan dalam kaitannya dengan pengembangan literasi digital.

Berkembangnya peralatan digital dan akses informasi tentu menjadi tantangan sekaligus peluang.

Dengan penggunaan internet yang terbilang tinggi, pihak pemerintah Indonesia mesti memikirkan cara terbaik dalam menanggulangi berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku intoleran yang dapat dengan mudah ditemui di media sosial.

Baca: Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia

Baca: Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Pengertian Kemampuan dalam menggunakan media digital


Elemen Kultural, Kognitif, Konstruktif, Komunikatif, Kreatif, Kritis


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. teknologi.bisnis.com
3. literasinusantara.com


Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer