Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Overthinking merupakan istilah yang merujuk pada memikirkan segala sesuatu secara berlebihan.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya kekhawatiran atau kecemasan akan suata hal, mulai dari hal kecil hingga yang lebih kompleks.
Trauma di masa lalu juga bisa menjadi penyebab seseorang overthinking.
Namun, dampak overthinking sangat besar bagi kesehatan mental penderitanya.
Dampak
Overthinking dapat terjadi pada siapapun.
Namun, menurut sebuah penelitian, wanita cenderung lebih overthinking daripada laki-laki.
Baca: Redmi Note 10S
Tingginya angka overthinking pada wanita terjadi karena berbagai sebab, mulai dari faktor biologis hingga sosial budaya.
Dalam sebuah penelitian lain, orang-orang yang overthinking merasa kebiasaan tersebut merupakan sebuah sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan dan lebih membantu mereka memahami situasi dari berbagai sudut pandang.
Padahal, kebiasan ini tidak baik dan sering kali memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Adapun beberapa dampak buruk dari overthinking seperti:
Overthinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Misalnya, anda dapat mengalami insomnia hingga kecemasan berlebih.
Lantaran, jam tidur yang terganggu, tentunya akna menghambat segala kegiatanmu setiap hari.
Di samping mengganggu aktivitas, overthinking juga berdampak pada performa kerjamu yang dapat menurun.
Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan kepada para atlet.
Dalam penelitian ini, atlet yang memiliki kebiasan overthinking cenderung mengalami penurunan performa saat tampil jika dibandingkan dengan yang tidak overthinking, meskipun sebenarnya ia lebih terlatih.
Kebiasan overthinking juga dapat membuat emosimu tidak terkontrol.
Seseorang yang mengalami overthinking akan mudah panik, marah, insecure, bahkan berdampak pula pada perilaku yang aneh.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa overthinking dapat menyebabkan tekanan emosi yang berlebihan hingga mendorong seseorang untuk melampiaskan emosi dengan cara yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tidak sehat dan minuman beralkohol.
Di lain kasus, overthinking juga bisa menyebabkan seseorang ingin mengurung diri dan mengurangi interaksi sosial dengan orang lain.
Jika ini terus terjadi, risiko terjadinya depresi akan meningkat.
Selain berdampak pada kesehatan mental, overthinking juga berpengaruh pada kesehatan fisik. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kamu mengalami sakit kepala, demam, nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, hingga tekanan darah tinggi.
Bahkan pada kasus yang lebih parah, overthinking bisa meningkatkan risiko terkena diabetes, stroke, dan serangan jantung. (1)
Tanda-Tanda
Terkadang seseorang yang mengalami overthinking tidak menyadarinya.
Baca: Juliari Peter Batubara
Berikut tanda-tanda seseorang mengalami overthinking:
Seseorang yang mengalami overthinking akan kesulitan menemukan jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapinya.
Mereka justru akan memikirkan masalah itu secara berlebihan hingga tidak fokus mencari solusi.
Berpikir repetitif atau merenungkan hal yang sama berulang kali adalah salah satu tanda dari overthinking.
Pikiran berulang ini lebih cenderung pada masalah, kesalahan yang dilakukan, atau kekurangan yang dimiliki.
Akibatnya, Anda mungkin mendapati diri membayangkan sesuatu yang buruk terjadi berkali-kali.
Merenungkan hal yang sama berulang kali bisa menimbulkan kecemasan dan membuat otak Anda terus aktif.
Jadi, ketika menjelang tidur, pikiran Anda tidak bisa tenang dan akhirnya membuat Anda susah untuk memejamkan mata.
Terburu-buru mengambil keputusan memang harus dihindari agar tidak salah langkah.
Namun, bukan berarti Anda harus bersikap overthinking.
Pasalnya, orang yang kebanyakan berpikir ini terlalu fokus menganalisis masalah.
Akibatnya, pengambilan keputusan akan semakin sulit dilakukan, terlebih juga membuang waktu.
Tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang overthinking, yakni sulit sekali move on dari keputusan yang Anda buat.
Terutama, jika keputusan yang diambil tidak tepat alias salah langkah.
Bukannya beranjak dan belajar dari kesalahan tersebut, Anda malah sibuk memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika Anda tidak salah dalam mengambil keputusan.
Biasanya, orang dengan sikap seperti ini, cenderung menyalahkan diri sendiri terus-menerus. (2)
Pengobatan
Bagi anda yang mengalami overthinking, coba sadari lah.
Menyadari jika anda sedang overthinking merupakan langkah awal untuk mengelola pikiran berlebih itu.
Cara menyadari pikiran yang berlebih tersebut jika anda memiliki beberapa masalah yang sedang anda pikirkan.
Lalu, cobalah untuk berolahraga, agar pikiran menjadi lebih rileks dan juga badan menjadi sehat.
Mempraktikkan pernapasan diafragma atau pernapasan perut, bisa membantu menurunkan detak jantung, memperlambat pernapasan dan berhubungan dengan tubuh.
Hal ini pada gilirannya menjernihkan pikiran anda.
Selama 20 menit sebelum tidur, cobalah untuk menuliskan daftar kekhawatiran atau apa yang harus dilakukan.
Jika masih terasa sulit, jangan sungkan untuk berbicara dengan teman, orang terkasih, atau psikolog.
Mereka bisa memberi perspektif baru dan menyadari bahwa sesuatu yang tampaknya mengerikan atau kompleks sebenarnya tidak terlalu rumit. (3)
Baca lengkap soal insecure di sini