Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta atau yang lebih sering dipanggil Bandara Soetta berada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten.
Bandara internasioanl ini dibuka sejak 1 Mei 1985 silam.
Bandara Soetta memiliki luas sekitar 18 km persegi serta terdapat 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km.
Terdapat 3 terminal utama, yakni Terminal 1 untuk penerbangan domestik, Terminal 2 untuk penerbangan internasional dan domestik, serta Terminal 3 Ultimate ditujukan bagi maskapai Air Asia Internasional, Citilink Internasional, dan Garuda Indonesia semua rute).
Ada juga tambahan terminal bagi angkutan untuk kargo domestik dan internasional. (1)
Sejarah
Bangunan Bandara Soetta dirancang oleh aristek terkenal asal Perancis bernama Paul Andreu.
Baca: Wijen
Baca: Masjid Sultan Ahmed
Paul Andreu juga dikenal sebagai perancang bandar udara internasional Charles de Gaulle, Paris, Perancis.
Lewat sentuhan tangan dingin Paul, bandara Soetta mengusung konsep arsitektur lokal dengan kebun tropis di antara lounge dan tempat tunggunya.
Bandara Soetta dibangun untuk menggantikan bandara internasional komersial pertama Indonesia, Bandara Kemayoran.
Bandara Kemayoran dibangun pada tahun 1940 dan pesawat DC-3 Dakota milik perusahan penerbangan Hindia Belanda Koninklijk Nederlends Indische Luchvaart Maatschapij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat di sana.
Bandara Soetta diresmikan sebagai bandara utama Indonesia pada tahun 1985 bersamaan dengan di non-aktifkannya bandara Kemayoran Jakarta.
Lokasi bandara pengangkut penumpang sebaiknya memang menjauh dari basis militer.
Maka, dipilihlah Cengkareng, Tangerang, Banten yang jauh dari Bandara Halim Perdanakusuma sebagai lokasi penggantinya.
Pada tahun 1975 hingga 1981, proses pembangunan Bandara Internasional Soekarno Hatta mulailah dilakukan dengan rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji di Bandara Soekarno-Hatta.
Baca: Rivaldi Bawuo
Baca: Keluak
Pembangunan bandara internasioanl ini menghabiskan tak kurang dari 465 juta USD. Biaya tersebut pun masih belum termasuk anggaran pembangunan apron yang memakan biaya hingga 216 juta USD.
Jika dikalkulasikan, awal mula dibangunnya Bandara Internasional Soekarno Hatta membutuhkan uang kurang lebih 681 USD.
Dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika saat itu sebesar Rp 970, sekitar Rp 660.570.000.000 dikeluarkan untuk membangun Bandara Soekarno Hatta.
Sebelum memakai nama Bandar Udara Soekarno Hatta, proyek bandara utama Indonesia ini diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (JIA-C).
Kemudian, nama dua tokoh proklamator besar Indonesia sekaligus bapak presiden dan wakil presiden pertama Indonesia, Soekarno Hatta dipilih sebagai nama bandara utama Indonesia.
Kini, Bandara Soekarno Hatta telah dilengkapi dengan Automated People Mover System (APMS) atau Skytrain.
Skytrain merupakan kereta yang memiliki bentuk mirip kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) tapi memiliki sistem otomatis sehingga tidak perlu ada masinis untuk mengendalikannya.
Sistem ini sendiri merupakan sistem yang baru diterapkan Indonesia. Bisa dibilang, skytrain bandara Soekarno-Hatta adalah skytrain pertama di Indonesia.
Namun, saat ini skytrain Bandara Soekarno Hatta baru melayani perpindahan penumpang dari Terminal 2 ke Terminal 3 maupun sebaliknya.
Selain skytrain, fasilitas lain yang dibangun untuk meningkatkan kenyaman pengunjung bandara adalah dengan adanya kereta bandara.
KA Bandara Soekarno-Hatta memiliki rute sepanjang 37,6 kilometer dan melayani rute Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru- Stasiun Duri- Stasiun Batu Ceper – Stasiun Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak tempuh 55 menit. (2)
Fasilitas
Terdapat beberapa fasilitas di Bandara Internasional Soekarno Hatta, khususnya di Terminal 3, seperti:
Baca: Anak Anggota DPRD Perkosa dan Jual Remaja ke Pria Hidung Belang, Kini Ditetapkan jadi Tersangka
Baca: Ikatan Cinta 19 Mei 2021: Aldebaran Bertemu Dengan Ricky dan Menanyakan Kasus Kebakaran di Rumahnya
1. Medical Assistant
Fasilitas ini menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis yang bisa digunakan oleh calon penumpang pesawat atau bahkan sekadar pengunjung yang mengantar.
Lokasinya ada di area keberangkatan Terminal 3.
2. Loker Penitian Barang
Di Terminal 3 juga tersedia fasilitas penitipan barang.
Tersedia dua pilihan tempat penitipan barang. Pertama ada di area bawah kedatangan.
Kedua di lantai Mezanine area dekat tempat parkir kedatangan.
Penitipan barang ini tarifnya bermacam-macam dihitung per hari.
Barang yang dititipkan akan diukur berat dan ukurannya. Tarif berkisar mulai dari Rp 50.000 - Rp 150.000 per hari.
Tak hanya jadi tempat penitipan barang, penumpang juga bisa sekaligus mengirimkan barang ke tempat tertentu.
Cara kerjanya seperti sistem kargo dan pengiriman barang lainnya.
3. ATM Center, Money Changer, dan Smoking Area
Di sini juga terdapat ATM center yang cukup lengkap.
Berlokasi di area tengah lebih dekat ke area keberangkatan internasional.
Sementara money changer atau tempat penukaran uang di Terminal 3 tersedia di area keberangkatan internasional.
Ada beberapa pilihan penukaran uang yang tersedia.
Selain itu ada juga smoking area yang tersebar di beberapa penjuru Terminal 3, di antaranya di area keberangkatan internasional, area keberangkatan domestik, dekat area parkir, sekitar area check-in, dan di dalam boarding area.
4. Shopping dan Dining Arcade
Area shopping dan dining arcade yang ada di area check-in Terminal 3 jadi salah satu yang bisa dimasuki oleh publik.
Tak heran jika area yang ada di terminal keberangkatan ini kerap kali penuh.
Di area ini banyak sekali toko-toko mulai dari tempat makan dan minum hingga pernak-pernik menarik.
5. Pintu Khusus Bagasi Ukuran Besar
Fasilitas ini jadi satu-satunya yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.
Barang penumpang yang akan dimasukkan ke bagasi lewat konter check-in ternyata harus memiliki ukuran dimensi tertentu.
Maka dari itu, penumpang yang memiliki barang dengan dimensi besar seperti papan surfing tidak bisa memasukkan barang tersebut lewat konter check-in pada umumnya, melainkan konter baggage handling system khusus.
6. Charging Point dan Free Wifi
Bagi penumpang yang punya ponsel atau laptop dengan baterai yang hampir habis, maka bisa memanfaatkan charging point yang tersebar di seluruh penjuru Terminal 3.
Tak hanya itu saja, Terminal 3 juga dilengkapi fasilitas free wifi yang bisa kamu akses secara bebas.
Kamu hanya perlu menyambungkan koneksi saja, lalu login dengan masuk ke Google.
7. Penyewaan Power Bank
Bagi kamu yang masih ingin jalan-jalan di sekitar area Terminal 3 tapi kehabisan baterai, kamu juga bisa menyewa power bank dari vending machine yang tersebar di penjuru area keberangkatan.
Tarifnya sekitar Rp 5.000 - Rp10.000 saja.
8. Penyewaan Mobile Wifi
Untuk kamu yang akan traveling ke luar negeri tak perlu repot mencari kartu sim khusus negara tujuan.
Kini kamu bisa menyewa mobile Wifi yang bisa digunakan otomatis.
Terdapat dua tempat penyewaan mobile Wifi yang bisa kamu temukan di sini.
Adalah Java Mifi di area keberangkatan internasional dan Trafy di area digital lounge.
Tarifnya sendiri berbeda-beda, tergantung negara tujuan dan lama penyewaan.
Kamu bisa memesan mobile Wifi ini lewat aplikasi Indonesia Airport atau bisa juga langsung di booth penyewaan.
9. Fasilitas Concierge Express
Bagi kamu yang ingin serba praktis, bisa juga menggunakan fasilitas concierge express yang bisa kamu pesan lewat aplikasi Indonesia Airport.
Dengan membayar Rp 50.000, kamu bisa memesan paket yang sudah termasuk mengingatkan jam keberangkatan, penjemputan dari lobby hingga boarding area atau lounge, dan segala proses check-in hingga boarding juga dihandle oleh petugas khusus.
10. Mobil Golf, Grabwheels, dan Bus Shuttle
Salah satu hal yang sering dikeluhkan pengguna jasa bandara adalah jauhnya jarak antara gate kedatangan dengan pintu keluar di area kedatangan Terminal 3.
Jumlah Gate yang ada di Terminal 3 sendiri sangat banyak, sehingga akan sangat melelahkan bagi penumpang yang membawa banyak barang bawaan.
Untungnya pihak Angkasa Pura II sudah menyediakan beberapa fasilitas yang bisa mempermudah proses mobilisasi penumpang.
Terdapat fasilitas mobil golf yang berkeliling terminal setiap beberapa menit sekali.
Penumpang hanya tinggal antri di tempat yang sudah ditentukan.
Fasilitas ini gratis.
Selain itu, ada juga fasilitas Grabwheels hasil kerja sama dengan perusahaan Grab.
Grabwheels sudah ada sejak beberapa bulan lalu dan bisa digunakan sesuai dengan sistem penyewaan di aplikasi Grab.
Fasilitas ini cocok digunakan bagi penumpang yang tak membawa banyak barang.
Lalu ada juga shuttle bus yang tersedia di gate-gate paling jauh dari pintu keluar.
Nantinya, penumpang akan diarahkan langsung dari pesawat menaiki shuttle bus dan dibawa hingga ke Gate 13, gate terdekat ke arah pintu keluar. (3)
Baca lengkap soal Palestina di sini