Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesisir adalah suatu daerah pertemuan antara daratan dengan lautan.
Menurut Undang–Undang Nomor 27 Tahun 2007, wilayah pesisir dapat diartikan sebagai wilayah atau daerah peralihan dari ekosistem daratan dan ekosistem laut yang telah ditentukan oleh 12 mil batas wilayah ke arah perairan dan batas kabupaten atau kota ke arah pedalaman.
Singkatnya dapat dikatakan bahwa wilayah pesisir merupakan daerah peralihan dari daratan ke lautan. (1)
Baca: British Museum
Karakteristik
1. Memiliki habitat dan ekosistem (seperti estuari, terumbu karang, padang lamun) yang dapat menyediakan suatu (seperti ikan, minyak bumi, mineral) dan jasa (seperti bentuk perlindungan alam dan badai, arus pasang surut, rekreasi) untuk masyarakat pesisir.
2. Dicirikan dengan persaingan dalam pemanfaatan sumberdaya dan ruang oleh berbagai stakeholders sehingga sering terjadi konflik yang berdampak pada menurunnya fungsi sumberdaya.
3. Menyediakan sumberdaya ekonomi nasional dari wilayah pesisir dimana dapat menghasilkan GNP (gross national product) dari kegiatan seperti pengembangan perkapalan, perminyakan dan gas, pariwisata dan pesisir dan lain-lain.
4. Biasanya memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan merupakan wilayah urbanisasi. (2)
Pembagian Wilayah Pesisir dan Laut
Zona atau wilayah pesisir dibagi menjadi empat.
Wilayah pantai atau shore tempat terjadi air pasang tergenang air pasang dan saat air laut surut berubah menjadi daratan.
Zona ini masih banyak dipengaruhi zona daratan sebab letaknya berbatasan langsung, antara pasang rendah dan batas pasang tertinggi yang dapat dicapai gelombang.
Lebih dikenal dengan laut dangkal, daerah ini merupakan batas pasang dan surut dengan kedalaman 150 m.
Zona ini masih dapat ditembus oleh matahari dan banyak ditemukan berbagai macam kehidupan makhluk hidup.
Baca: Nilmaizar
Merupakan daerah laut dalam dengan kedalaman mencapai 150 meter hingga 1.800 meter.
Wilayah ini tidak dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga keanekaragaman hayati di dalamnya tidak terlalu banyak.
Daerah laut sangat dalam yang mempunyai ke dalam hingga lebih dari 1.800 meter.
Suhu di perairan ini sangat dingin dan tidak akan ditemukan tumbuhan apapun.
Karena letaknya yang sangat dalam, tidak heran jika daerah ini tidak mendapatkan sinar matahari. (3)
Ekosistem Pesisir dan Laut
Estuaria atau sering disebut estuari adalah wilayah pesisir semi tertutup yang mempunyai hubungan bebas dengan laut terbuka dan menerima masukan air tawar dari daratan.
Sebagian besar estuari didominasi oleh substrat berlumpur (endapan yang dibawa oleh air tawar dan air laut).
Ekosistem mangrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.
Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan.
Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu (silt) dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya.
Baca: Taman Mangrove Pekalongan
Mangrove pada umumnya tumbuh di daerah intertidal yang memiliki jenis tanah berlumpur, berlempung atau berpasir.
Tergenang oleh air laut secara berkala, dapat setiap hari maupun hanya tergenang pada saat surut purnama, frekuensi genangan ini menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove.
Selain itu, mangrove juga membutuhkan suplai air tawar dari daratan, dan biasanya hidup baik pada daerah yang cukup terlindung dari gelombang besar dan pasang surut yang kuat.
Salinitas yang baik untuk mangrove tumbuh adalah pada salinitas 2-22 per mil atau sampai asin pada salinitas 38 per mil.
Lamun merupakan istilah untuk rumput laut (sea grass), harus dibedakan dengan rumput laut (sea weed) yang merupakan anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga (ganggang).
Sea weed ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang.
Sedangkan lamun merupakan tumbuhan berbunga (angiospermae) yang hidup di perairan pesisir/pantai laut, membentuk ekosistem penting sebagai produsen primer di perairan laut tropis selain fitoplankton.
Tumbuhan ini terdiri dari rhizoma, daun dan akar.
Rhizoma merupakan batang yang merayap di substrat dan berbuku-buku, yang biasanya pada buku yang tumbuh ke atas akan berdaun dan berbunga.
Pada buku tersebut tumbuh akar/rhizoma, yang dengan akar ini lamun dapat menancapkan diri dengan kokoh di dasar laut sehingga tahan terhadap hempasan gelombang laut.
D. Ekosistem Terumbu Karang
Terumbu karang adalah ekosistem di dasar laut yang penghuni utamanya sejenis binatang berongga penghasil kapur yang dikenal dengan nama karang batu (stony coral).
Karang batu yang bentuk koloninya beraneka ragam ini merupakan substrat dasar terumbu karang yang sangat keras dan berfungsi sebagai rumah/tempat tinggal, tempat berlindung tempat mencari makan dan tempat memijah bagi berbagai macam jenis biota asosiasi terumbu karang lainnya seperti kerang-kerangan(mollusca), udang-kepiting(crustacea), bintang laut (echinodermata), cacing (polychaeta), sponge(porifera), ikan dan plankton.
Fungsi dan manfaat terumbu karang antara lain sumber makanan untuk beberapa jenis ikan, udang, lobster dan ikan, bahan obat-obatan, bahan budidaya, sarana rekreasi laut, tempat memijah, pengasuhan dan pembesaran mayoritas jenis ikan, penghalang erosi dari gelombang air laut, sebagai bahan bangunan. (4)
Wilayah Pesisir di Indonesia
1. Sumatera Utara.
2. Sumatera Barat.
3. Lampung.
4. Jawa Barat.
5. Jawa Tengah.
6. Jawa Timur.
7. DIY, Kalimantan Barat.
8. Kalimantan Tengah.
9. Kalimantan Utara.
10. Kalimantan Selatan.
11. Nusa Tenggara Barat.
Baca: Faradina Mufti
12. Nusa Tenggara Timur
13. Sulawesi Barat.
14. Sulawesi Tenggara.
15. Sulawesi Tengah.
16. Gorontalo.
17. Sulawesi Utara.
18. Sulawesi Selatan.
19. Maluku.
20. Maluku Utara. (5)