Satu di antara vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong adalah Sinopharm..
Sinopharm merupakan vaksin buatan perusahaan farmasi Pemerintah China.
Diketahui, saat ini 500.000 dosis vaksin Sinopharm sudah tersedia.
Vaksin Sinopharm nantinya akan digunakan untuk vaksinasi gotong royong.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah itu baru sebagian kecil saja.
Ini karena pemerintah sudah menyepakati 7,5 juta dosis dalam kerja sama pengadaan vaksin Sinopharm.
Sebagai informasi, vaksin milik Sinopharm yakni vaksin berjenis inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell).
Vaksin jenis inactivated merupakan vaksin yang menggunakan partikel virus yang dimatikan guna mengekspos sistem kekebalan pada virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.
Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm, kata Airlangga, sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Bahkan juga mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti dilansir dari Kompas.com.
Baca: Serba-serbi Vaksinasi Gotong Royong, Mulai dari Harga hingga Jadwal Penyuntikan
Baca: Trio Fauqi Meninggal Setelah Divaksin AstraZeneca, Anies Baswean Langsung Koordinasi dengan Kemenkes
Kepala BPOM Penny K Lukito juga menjelaskan, vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persenberdasarkan hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab.
Sementara kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin ini bersifat ringan.
Seperti bengkak, kulit kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk.
Sebelumnya diwartakan, WHO merekomendasikan vaksin Sinopharm untuk dibagikan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis penyuntikan, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/5/2021).
Untuk selang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua disarankan tiga samapi empat minggu lamanya.
Tak hanya itu saja, pemerintah juga menyiapkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 CanSino Biologics, China.
Pengadaan ini untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong.
Vaksin Covid-19 buatan CanSino Biologics merupakan vaksin vektor berbasis adenovirus tipe 5.
Vaksin vektor ini memakai versi modifikasi dari virus yang berbeda (vektor) untuk menyampaikan instruksi penting ke sel manusia, dikutip dari CDC.
Manfaat dari vaksin vektor yakni mereka yang divaksinasi akan memperoleh perlindungan dari infeksi virus corona tanpa harus terpapar Covid-19.
Diketahui vaksin CanSino sudah menjalani uji klinis fase 3 di Pakistan, dilansir dari Bloomberg, 8 Februari 2021.
Penasihat kesehatan Pakistan Faisal Sultan mengatakan, dari hasil uji klinis fase akhir yang diikuti 30.000 relawan, vaksin CanSino diketahui memiliki efikasi 65,7 persen dan 90,98 persen mampu mencegah timbulnya gejala Covid-19 parah.
Vaksin CanSino diberikan dalam satu dosis penyuntikan.
Baca: Sebanyak 1.389.600 Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Pagi Ini
Baca: Vaksin Sinopharm
Terkait biaya vaksinasi gotong royong ini, Airlangga Hartarto mengungkapkan soal penetapan biaya vaksinasi gotong royong yang diperuntukkan bagi perusahaan.
"Sudah ditetapkan harga vaksin Rp 375.000 per dosis dan penyuntikan Rp 125.000, sehingga totalnya Rp 500.000," kata Airlangga.
Sebelumnya sudah diberitakan terkait vaksinasi yang akan diselenggarakan pemerintah.
Program vaksinasi gotong royong ini dilaksanakan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program vaksinasi gotong royong mulai 17 Mei 2021 atau setelah Idul Fitri.
Pengadaan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong tersebut dibebankan kepada perusahaan swasta.
Lalu diberikan secara gratis pada karyawan atau buruh beserta dengan keluarganya.
Baca lengkap soal vaksin di sini