Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Salat Tasbih adalah salat sunnah dengan jumlah 4 rekaat yang dilakukan pada siang ataupun malam hari. Hukum melaksanakan salat ini adalah sunnah.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar umat Islam menjalankan salat ini satu hari sekali walaupun hukumnya sunnah,
Jika tidak mampu, bisa dilakukan sepekan sekali, sebulan sekali, dan jika memang tidak mampu lagi, minimal seumur hidup sekali.
Adapun manfaat dari salat Tasbih adalah untuk mengapus dosa kecil, besar, yang baru dilakukan, yang telah lampau, baik di sengaja maupun tidak.
Salat tasbih juga memiliki tata cara yang berbeda dibandingkan dengan salat lainnya.
Baca: Idul Fitri
Pada tiap gerakannya, salat Tasbih dipenuhi dengan kalimat-kalimat tasbih, "subhanallah walhamdulillah wa laa ilaah illallah wallaahu akbar"
Jika salat ini dilakukan pada siang hari, baiknya dilakukan dengan cara satu kali salam.
Itu artinya empat rekaat sekaligus kemudian salam.
Akan tetapi, jika dilakukan pada malam hari, baiknya dilakukan dengan cara 2 rekaat salam, dan 2 rekaat salam. (1)
Tata cara
Berikut ini tata cara salat Tasbih sebagaimana dikutip dari laman Lesbumi NU Tarakan.
1. Takbiratul Ihram (bersamaan niat).
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Usholli sunnatat tasbihi rok'ataini lillahi ta'ala"
2. Membaca doa iftitah.
3. Membaca Surat Alfaatihah.
4. Membaca surat pendek.
5. Membaca kalimat tasbih.
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
"Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi" sebanyak 15 kali (sebelum ruku).
Baca: Mudik
6. Ruku dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
7. I’tidal dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
8. Sujud dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
9. Duduk diantara dua sujud dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
10. Sujud yang kedua dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
11. Duduk istirohah (sebelum bangun untuk berdiri) dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
12. Tasyahud atau tahiyat dan membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
Baca: Dewa Eka Prayoga
Baca: Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Maka hitungan bacaan tasbih سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
"Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi" dalam setiap rokaat menjadi 75 kali.
Hitungan jumlah tasbih dan penempatannya seperti ini paling kuatnya pendapat di antara hadits riwayat Ibni mas’ud ra:
”Setelah takbiratul ihram 15 kali, setelah membaca fatihah sebelum membaca surat 10 kali, dalam rukuk, I’tidal sujud awal dan ke dua serta duduk dianta dua sujud masing-masing 10 kali dengan tidak membaca tasbih pada duduk istirohat dan setelah tasyahhud, kemudian setelah berdiri membaca tasbih 15 kali begitu juga setelah selesai membaca fatihah sebelum membaca surat 15 kali”
Salat Tasbih berjumlah 4 rokaat yang baik dengan sekali salam bila dilakukan di siang hari dan dengan dua kali salam bila di lakukan di malam hari berdasarkan hadits nabi “sholat malam dua rokaat, dua rokaat”. (2)
Doa salat Tasbih
Setelah selesai menjalankan salat Tasbih, dianjurkan untuk membaca kalimat tasibih sebanyak 300 kali.
Selain itu dianjurkan pula untuk membaca doa berikut ini.
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك،
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِك عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاك وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْك حَتَّى أَخْلُصَ لَك النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُونَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النُّورِ
Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.
Baca: Coach Dr. Fahmi
Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).
Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.
Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”
Doa ini dikutip dari kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani.
Menurutnya, doa ini dibaca setelah tasyahhud akhir, tetapi sebelum salam. (*) (3)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)