PT Perusahaan Gas Negara Tbk, anak usaha PT Pertamina (Persero) dalam holding BUMN Migas, baru saja memperkenalkan komisaris barunya, yakni Dini Shanti Purwono.
Perusahaan yang sebelumnya berstatus BUMN tersebut mengangkat Dini Shanti Purwono sebagai Komisaris Independen.
Selama ini, Dini Shanti Purwono dikenal sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo.
Dini Shanti Purwono juga sempat dikenal sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Berikut adalah profil Dini Shanti Purwono, dirangkum dari berbagai sumber.
Dini Shanti Purwono merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diangkat Presiden Joko Widodo menjadi staf khusus presiden.
Dini Shanti Purwono lahir di Jakarta pada 29 April 1974.
Dini Shanti Purwono menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1997.
Kemudian pada 2002, Dini Shanti Purwono menempuh program master melalui jalur beasiswa Fullbright di Harvard Law School.
Dini Shanti Purwono juga dikenal sebagai praktisi hukum ternama yang memiliki spesialiasasi dalam menangani permasalahan hukum korporasi yang terkait dengan investasi, pasar modal, merger dan akuisisi.
Dini lebih banyak bekerja di belakang layar, seperti membuat perjanjian, struktur transaksi bisnis, legal advice dan legal opinion terkait kegiatan korporasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Dini Shanti Purwono bergabung di firma hukum Hadiptranto, Hadinoto dan Partners (HHP) dalam kurun waktu 1997-2005.
HHP merupakan kantor koresponden dari firma hukum internasional Baker & McKenzie.
Posisi terakhir yang diemban Dini Shanti Purwono adalah sebagai Senior Associate.
Kemudian pada 2005 hingga 2008 Dini Shanti Purwono bergabung di PT Danareksa (Persero) sebagai Kepala Biro Hukum.
Dini Shanti Purwono juga sempat bergabung dengan Roosdiono dan Partners dengan posisi partner selama 2 tahun sebelum akhirnya bergabung sebagai partner dari pemilik firma di firma hukum Christian Teo & Partners (CTP).
Dini Shanti Purwono merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Karier politik Dini Shanti Purwono dimulai ketika Dini maju sebagai anggota legislative dari PSI untuk Dapil Jawa Tengah I yang meliputi Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal dan Salatiga.
Dini Shanti Purwono mendaftar sebagai caleg PSI pada 31 Oktober 2017 dan dipercaya sebagai pengurus partai yang menangani masalah hukum korporasi terkait investasi dan pasar modal.
Pada Pilpres 2019, Dini Shanti Purwono menjadi salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.
Dini juga menjadi salah satu orang yang mengajukan permohonan judicial review Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD NRI Tahun 1945 ke Mahkamah Konstitusi.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi.
Perusahaan Gas Negara (PGN) adalah perusahaan nasional Indonesia terbesar di bidang transportasi dan distribusi gas bumi yang berperan besar dalam pemenuhan gas bumi domestik.
Perusahaan Gas Negara telah bertransformasi menjadi perusahaan yang berdedikasi pada satu tujuan : Memberikan keahliannya, energi dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka panjang.
PGN secara berkesinabungan mengintegrasikan rantai bisnis gas bumi dari hulu sampai hilir demi melayani masyarakat.
Resmi menjadi Perusahaan Gas Negara pada 13 Mei 1965, kiprah PGN telah dimulai sejak era kolonial.
Banyak hal terjadi selama lebih dari satu setengah abad.
PGN telah mengarungi sejarah panjang industri gas di Indonesia.
Pada tahun 1859 didirikan perusahaan swasta Belanda, Firma L.J.N. Eindhoven & CO Gravenhage.
PGN baru ditetapkan sebagai perusahaan negara pada 13 Mei 1965.
Perluasan bisnis dan ekspansi PGN diikuti pembentukan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia.
Saham PGN dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode PGAS Pada 15 Desember 2003.
Pembentukan anak usaha PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, PT PGAS Solution, PT Saka Energi Indonesia, PT Gagas Energi Indonesia dan PT PGN LNG Indonesia
PGN memulai pembangunan dan pengelolaan proyek jaringan gas bumi rumah tangga di wilayah Batam, Surabaya dan Tarakan, setelah sebelumnya ditahun 2015 ditugaskan mengelola jaringan di 11 wilayah.
PGN melakukan transformasi organisasi bersama Anak dan Afliasi dalam bentuk ONE PGN, mengukuhkan langkah ke tahapan selanjutnya menuju perusahaan kelas dunia di bidang gas.