Idul Fitri

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana saat seratusan jamaah berkumpul di depan Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5/2020) pagi.


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada 1 Syawal kalender Hijriyah.

Sebelum ajaran Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw di Makkah, masyarakat Jahiliyah Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan.

Kaum Arab Jahiliyah menggelar kedua hari raya itu dengan menggelar pesta-pora. 

Selain menari-nari, baik tarian perang maupun ketangkasan, mereka juga merayakan hari raya dengan bernyanyi dan menyantap hidangan lezat serta minuman memabukkan.

‘’Nairuz dan Mahrajan merupakan tradisi hari raya yang berasal dari zaman Persia Kuno,’’ tulis Ensiklopedi Islam.

Setelah turunnya kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada 2 Hijriyah, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda:  

“Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Daud dan Nasai)

Suasana Salat Id di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (24/5) yang dihadiri oleh Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo dan stafnya. (DOK.EGY MASSADIAH)

Baca: Ustaz Khalid Basalamah

Setiap kaum memang memiliki hari raya masing-masing. 

Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi dan Rasul mengutip sebuah hadits dari Abdullah bin Amar:

“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ’’Puasanya Nuh adalah satu tahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha’.’’ (HR Ibnu Majah).

Menurut Ensiklopedia Islam, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran untuk pertama kalinya dirayakan umat Islam selepas Perang Badar pada 17 Ramadhan Tahun ke-2 Hijiriyah.

Inilah contoh khutbah dan muroqi (bilal) Shalat Idul Fitri versi Buya Yahya Al Bahjah, dapat dikerjakan di rumah. (Instagram: @buyayahya_albahjah)

Baca: Ustaz Adi Hidayat (UAH)

Saat perang Badar umat Islam meraih kemenangan mutlak.

Pasukan yang hanya berjumlah 319 berhasil memporak-porandakan pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sebanyak 1.000. 

Pada saat itu Nabi Muhammad SAW dan umat Islam merayakan dua kemenangan sekaligus.

Pertama, bisa mumukul mundur pasukan kafir Quraisy, dan yang kedua yakni bisa menaklukan hawa nafsu setelah satu bulan lamanya berpuasa. 

Dari sinilah lahirnya ungkapan “Minal ‘Aidin wal Faizin” yang lengkapnya ungkapan doa kaum Muslim saat itu: Allahummaj ‘alna minal ‘aidin walfaizin — Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali (dari Perang Badar) dan mendapatkan kemenangan. (1)

 

 

  • Ibadah dan Tradisi Idul Fitri di Indonesia


Ibadah

Malam sebelum salat Idul Fitri tiba, umat Islam disunnahkan untuk mengumandangkan takbir sampai sampai menjelang salat Idul Fitri.

Tak hanya itu, bagi yang belum menunaikan zakat fitrah, maka maksimal sebelum menunaikan salat id, umat Islam harus sudah mengeluarkan zakat fitrahnya.

Sesuai dengan aturannya, zakat fitrah wajib dibayarkan senilai satu sha' kurma atau satu sha' gandum.

Ukuran itu dapat disetarakan dengan senilai makanan pokok di daerah tersebut.

Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca: Ustaz Abdul Somad (UAS)

Satu sha disamakan dengan 2,5 kg atau 3,5 liter.

Satu sha bisa dipahami juga sebagai satu genggam makanan pokok yang berlaku di suatu negeri, seperti di Indonesia yang menjadikan berasa sebagai pangan pokok.

Karena zakat fitrah di Indonesia sesuai dengan nilai makanan pokok yakni beras, maka setiap Muslim wajib memberikan beras seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras.

Selain makanan pokok, zakat fitrah juga boleh diberikan dalam bentuk bentuk uang yang senilai dengan harga 3,5 liter makanan pokok. (2)

Setelah itu, umat Islam pada pagi harinya disunnahkan untuk mengikuti Salat Idul Fitri di tanah lapang.

Baca: Abdul Muti

Tradisi Idul Fitri di Indonesia

Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia adalah hari raya yang sangat ditunggu-tunggu.

Saat Idul Fitri-lah keluarga besar dan kerabat pada berkumpul.

Sehingga di Indonesia keluarlah istilah mudik.

Macet dan apapun yang menghambat ketika perjalanan mudik ke kampung halaman tidak membuat masyarakat marah atau apapun.

Warga melakukan takbiran guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (14/06/2018). Pemerintah menetapkan hari raya Idul Fitri 1439 H jatuh pada hari Jumat 15 Juni 2018.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI) (KOMPAS.com /ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Baca: Nyepi

Malah mereka menikmati hal itu, karena mereka tahu sebentar lagi akan bertemu dengan keluarga besarnya.

Sehingga sebelum adanya Covid-19, setiap tahunnya mudik selalu ada ketika menjelang lebaran Idul Fitri.

Bahkan pemerintah Indonesia seringkali menerjunkan lebih banyak aparat keamanan untuk membantu jalannya mudik.

Tak hanya itu, pemerintah juga terkadang menyediakan fasilitas mudik gratis untuk warganya.

Momen bertemu kerabat dekat dan keluarga besar adalah sesuatu yang sangat berharga bagi masyarakat Indonesia.

Biasanya setelah menunaikan salat Id, mereka akan mengunjungi kerabat dan keluarga besar untuk silaturahmi dan bermaaf-maaf an.

  • Ucapan atau Doa Idul Fitri


Di Indonesia sering berdoa Minal ‘Aidin wal Faizin-, sebenarnya itu adalah tradisi Asia Tenggara.
Menurut sebagian ulama adalah ditidaklah ucapan tidak berdasar dari kata-kata Nabi Muhammad.

Kata-kata ini awalnya berasal dari seorang penyair di Al-Andalus, bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika ia membawa sebuah puisi yang bercerita tentang seorang wanita bernyanyi dalam konteks partai.

Pidato disunnahkan baginya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum (“Semoga Allah menerima amal kami dan Anda”) atau Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (“Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan dari kalian semua, dan semoga Tuhan disempurnakan pada Anda” dan semisalnya. “) dan semisalnya. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Informasi


Nama Idul Fitri


Waktu 1 Syawal pada Kalender Hijriyah


Sumber :


1. www.tribunnews.com/ramadan/2021/04/30/masih-bingung-berapa-zakat-fitrah-yang-harus-dibayarkan-di-ramadhan-tahun-ini-berikut-panduannya
2. www.gurupendidikan.co.id/hari-raya-idul-fitri/


Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer