Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menangkap detail Hajar Aswad dengan teknik baru yang menggunakan fokus panorama bertumpuk.
Batu itu difoto selama tujuh jam untuk menghasilkan satu gambar dengan resolusi tertinggi, menurut pihak berwenang.
Foto tersebut berukuran hingga 49.000 megapiksel dan membutuhkan waktu 50 jam untuk mengembangkannya.
Ini adalah pertama kalinya otoritas dapat menunjukkan Hajar Aswad secara detail.
Baca: Ganjar Pranowo Dukung Langkah Tegas Gibran Copot Oknum Lurah yang Terlibat Pungli
Baca: Viral Pria Ancam Kurir Pakai Air Soft Gun karena Tak Mau Bayar Paket COD, Akhirnya Ditangkap Polisi
Sultan bin Ati Al-Qurashi, wakil sekretaris jenderal Proyek dan Badan Studi Teknik di kepresidenan, mengatakan pihak berwenang tertarik menggunakan teknik pencitraan terbaru karena pentingnya Hajar Aswad bagi umat Islam.
Batu berwarna hitam kemerahan berbentuk lonjong ini berdiameter 30 cm dan terletak di sudut tenggara Ka'bah.
Umat Islam percaya bahwa Hajar Aswad diturunkan langsung dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh Malaikat Jibril.
Batu itu diletakkan di dalam lapisan perak murni dan terletak di sudut Ka'bah, sekitar satu setengah meter dari tanah.
Baca: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar yang Jatuh pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Baca: Masjid Agung Al Azhar
"Ini adalah teknik canggih yang digunakan untuk pertama kalinya dalam membangun model yang sangat menyerupai bentuk dan ukuran tempat suci Nabi Ibrahim kami," tambah Al-Qurashi.
Badan Studi Proyek dan Teknik sedang membangun pameran virtual untuk menampilkan semua karya ini dalam model 3D yang dianggap sebagai replika persis dari koleksi arkeologi.
Ini akan mencakup 123 karya berbeda dari Two Holy Mosques Architecture Museum..
Baca: Mekkah
Baca: Lowongan Kerja Bank DKI untuk Lulusan Minimal D3, Cek Informasi Selengkapnya!
Selama umrah atau haji, umat Islam didorong untuk menyentuh batu setelah setiap fawaf - atau mengelilingi - di sekitar Ka'bah.
Namun, karena banyaknya peziarah yang berkunjung setiap tahun, dapat diterima untuk melambai dari kejauhan.