Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tumor otak adalah kondisi ketika terdapat sel-sel abnormal yang tumbuh di dalam atau di sekitar otak.
Sel-sel abnormal itu tumbuh tak wajar dan tidak terkendali.
Namun, tumor di dalam otak ini tidak selalu berubah menjadi tumor ganas ataupun kanker.
Tingkatan tumor otak terbagi dalam 4 tingkat, dimana pengelompokkannya berdasarkan perilaku tumor tersebut.
Misalnya, dinilai dari kecepatan pertumbuhan dan cara penyebarannya.
Untuk tingkat 1 dan 2, tumor otak tergolong jinak, dan tidak berpotensi menjadi ganas.
Sementara itu pada tingkat 3 dan 4 berbeda lagi.
Di tingkat ini, tumor biasanya berpotensi menjadi kanker.
Oleh sebab itu, kondisi ini sering disebut sebagai tumor otak ganas atau kanker otak.
Baca: Kanker Otak
Baca: Hipotermia
Jenis
Jenis tumor otak dibedakan berdasarkan tingkat keganasannya, yaitu tumor otak jinak dan tumor otak ganas.
Berikut penjelasannya:
Beberapa jenis tumor otak jinak antara lain:
Tumor otak jenis ini tumbuh lambat dan paling sering ditemukan pada pasien berusia 50-60 tahun.
Lokasinya paling sering ditemukan pada dasar tulang tengkorak dan bagian saraf tulang belakang. Tumor ini tergolong langka.
Tumor jenis ini bersifat jinak namun sulit diangkat karena lokasinya yang berada di tengah otak.
Tumor jenis ini biasanya berasal dari kelenjar pituitari yang menghasilkan banyak hormon dalam tubuh.
Penderita craniopharyngioma biasanya membutuhkan terapi pengganti hormon.
Tumor jenis ini merupakan tumor langka dan terjadi pada dewasa muda.
Tumor jenis ini biasanya jinak dan terletak di bawah dasar tengkorak, tepatnya di atas pembuluh darah vena jugularis.
Meningioma adalah tumor otak jinak yang paling sering ditemukan. Tumor ini berasal dari meninges, yaitu membran yang melapisi otak dan saraf tulang belakang.
Tumor jenis ini berasal dari sel pineal dan biasanya terjadi pada orang dewasa.
Pituitary adenoma juga termasuk tumor yang sering ditemukan.
Sebagian besar tumor ini bersifat jinak dan pertumbuhannya lambat. Kebanyakan kasus dapat ditangani sepenuhnya.
Seperti meningioma dan pituitary adenoma, tumor ini juga tergolong cukup sering ditemukan. Tumor ini berasal dari sel saraf.
Meskipun bersifat jinak, tumor ini dapat menimbulkan komplikasi berat dan bahkan kematian bila terus tumbuh dan menekan saraf.
Tumor otak ganas yang paling sering ditemukan adalah glioma, yang berasal dari sel penyokong otak bernama glia. Sel penyokong (glia) terdiri atas astrocytes, sel ependymal, dan sel oligodendrogial. Beberapa jenis glioma antara lain:
Tumor jenis ini adalah glioma yang paling sering ditemukan. Pasien semua usia dapat mengalaminya, namun tumor ini paling sering ditemukan pada laki-laki dewasa. Tumor ini dapat terjadi pada bagian otak manapun, namun paling umum terjadi di otak besar.
Tumor jenis ini berasal dari sel ependymal yang melapisi sistem ventrikel otak.
Tumor jenis ini adalah glioma yang paling invasif. Pertumbuhannya cepat dan tumor ini juga cepat menyebar ke jaringan lain.
Tumor ini berasal dari jenis sel glia yang berbeda-beda.
Tumor ini biasanya terjadi di otak kecil dan pada anak-anak. Meski bersifat ganas, tumor ini umumnya merespon terhadap radiasi dan kemoterapi.
Tumor ini berasal dari sel yang membentuk meyelin, yaitu lapisan pelapis sel saraf.
Baca: Tumor
Baca: Kanker Tenggorokan
Gejala
Gejala tumor otak bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya.
Gejala yang dikeluhkan pengidapnya bisa dipengaruhi oleh berbagai hal.
Mulai dari ukuran, lokasi tumor, dan kecepatan pertumbuhannya.
Tumor otak mungkin tidak menimbulkan gejala apapun jika tumbuh secara perlahan-lahan.
Namun, seiring berjalannya waktu, tumor bisa saja memberi tekanan pada otak, sehingga menimbulkan gejala.
Contohnya kejang-kejang atau sakit kepala.
Di samping itu, tumor otak yang berada di lokasi tertentu, juga berisiko menyebabkan pada sistem kerja otak.
Dengan kata lain, otak tidak dapat berfungsi dengan semestinya.
Dalam beberapa kasus, tumor otak juga bisa menimbulkan gejala gangguan ingatan, tubuh mengalami mati rasa, gangguan pada panca indra, hingga otot wajah mengalami kelumpuhan.
Berikut beberapa jenis tumor otak jinak menurut lokasi pertumbuhannya:
• Tumor yang berada pada jaringan glia (jaringan yang mengikat sel saraf dan serat) dan saraf tulang belakang.
Kebanyakan tumor otak yang terjadi adalah jenis glioma.
• Kebanyakan jenis tumor ini tak bersifat kanker. Tumor ini umumnya terjadi di selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang.
• Tumor yang terjadi pada pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lumpuh sebagian dan kejang-kejang.
• Neuroma akustik merupakan tumor yang tumbuh pada saraf akustik. Saraf ini berperan dalam mengendalikan pendengar dan keseimbangan.
• Adenoma pituitary. Tumor ini terletak pada kelejar pituary. Kelenjar ini terletak di bawah otak.
Kebanyakan dari tumorini adalah jenis tumor jinak dan bisa memengaruhi hormon pituitary dengan efek ke seluruh tubuh.
• Tumor ini tumbuh atau berada di dekat dasar otak. Craniopharyngioma cenderung terjadi pada anak-anak atau remaja.
• Medulloblastoma bersifat kanker, dan umumnya terjadi pada anak-anak.
Tumor yang cenderung menyebar hingga cairan saraf tulang belakang ini umumnya dimulai dari bagian belakang bawah dari otak.
Meski jarang terjadi pada orang dewasa, kondisi ini bisa saja muncul.
• PNETs (primitive neuroectodermal tumors). Tumor ini bersifat kanker, dimulai sel janin di otak. Tumor yang terbilang langka ini, bisa muncul di bagian otak mana saja.
• Tumor germ cell. Tumor ini umumnya berkembang di masa kanak-kanak. Tepatnya saata testikel atau ovarium mulai terbentuk.
Namun tumor ini bisa berpindah ke tubuh bagian lain, seperti otak.
Penyebab
Penyebab tumor otak belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:
Risiko tumor otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia walaupun sering terjadi pada anak-anak.
Apabila sebelumnya pernah menderita kanker, maka peluang untuk terkena tumor otak menjadi lebih besar.
Paparan sinar radiasi juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Biasanya lebih berpeluang pada orang yang telah menjalani radioterapi, CT scan, atau foto rontgen kepala.
Baca: Kanker Kulit Melanoma
Baca: Aneurisma Otak
Stadium
Diagnosis tumor otak ditentukan dalam 4 stadium. Stadium ini dibagi berdasarkan tampilan sel tumor, apakah sel tampak normal atau sudah abnormal.
Stadium tumor otak ditentukan untuk membantu dokter merencanakan terapi dan memperkirakan seberapa cepat pertumbuhan juga penyebaran tumor. Stadium tumor otak diantaranya:
Sel tampak normal dan tumbuh dengan lambat.
Sel tampak sedikit abnormal dan tumbuh dengan lambat. Tumor dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan muncul kembali, kemungkinan lebih parah.
Sel tampak abnormal dan tumbuh secara aktif ke jaringan otak disekitarnya. Tumor ini bisa muncul kembali.
Sel tampak abnormal, tumbuh dan menyebar dengan cepat.
Meskipun jarang terjadi, tumor jinak dapat menjadi ganas. Demikian juga tumor dengan stadium rendah dapat muncul kembali dengan stadium yang lebih tinggi.
Baca: Meningitis (Radang Selaput Otak)
Pengobatan
Cara mengobati tumor otak akan tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Dokter dapat menganjurkan beberapa langkah penanganan di bawah ini:
Bila tumor otak memiliki lokasi yang memungkinkan untuk operasi, dokter bedah akan mengangkat bagian tumor sebanyak mungkin.
Pada beberapa kasus, tumor berukuran kecil dan mudah dipisahkan dari jaringan di sekitarnya sehingga dapat diangkat sepenuhnya.
Akan tetapi, ada juga tumor yang sulit dipisahkan dari jaringan di sekitarnya atau terletak pada area otak yang sensitif sehingga operasi menjadi berisiko.
Pada kasus seperti ini, dokter akan mengangkat sebagian tumor yang memungkinkan untuk diangkat.
Risiko operasi tumor otak antara lain infeksi dan perdarahan. Risiko lainnya tergantung pada lokasi tumor.
Terapi radiasi (radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi seperti X-ray atau proton untuk membunuh sel tumor.
Efek samping terapi radiasi tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang didapatkan.
Efek samping yang umum adalah rasa lelah, nyeri kepala, penurunan daya ingat, dan iritasi kulit kepala.
Terapi ini melibatkan pancaran sinar radiasi untuk membunuh sel tumor pada area yang kecil.
Tipa pancaran sinar radiasi sangat kuat, dan pada titik ketika semua pancaran sinar radiasi bertemu yakni pada tumor otak, dosis radiasi sangat besar untuk membunuh sel kanker.
Radiosurgery biasanya dilakukan satu kali saja dan pasien mungkin dapat pulang di hari yang sama.
Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi dapat dalam bentuk pil yang diminum atau disuntikkan.
Obat kemoterapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi tumor otak adalah temozolomide.
Efek samping terapi ini tergantung dari jenis dan dosis obat yang didapatkan.
Pada umumnya, kemoterapi dapat menimbulkan mual, muntah, dan rambut rontok.
Terapi target berfokus pada sel abnormal yang terdapat pada kanker. Dengan menghambat sel abnormal ini, terapi target dapat membunuh sel kanker.
Karena tumor otak dapat terjadi pada bagian otak yang mengatur gerak motorik, bicara, penglihatan, dan daya pikir, rehabilitasi menjadi bagian penting dalam pengobatan.
Tergantung pada kebutuhan, dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi rehabilitasi:
• Fisioterapi, untuk mengembalikan kekuatan otot dan kemampuan motorik.
• Terapi okupasi, untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bekerja.
• Terapi wicara, untuk membantu pasien dengan gangguan bicara.
• Tutor bagi anak usia sekolah, untuk membantu anak belajar setelah adanya gangguan daya ingat dan kemampuan berpikir karena tumor otak.
Pencegahan
Berikut cara mencegah tumor otak secara alami:
• Rutin melakukan cek kesehatan.
• Hentikan kebiasaan merokok.
• Menerapkan pola hidup sehat.
• Hindari paparan sinar radiasi.
• Hindari mengonsumsi makanan berpengawet dan mengandung pemanis buatan.
Baca: Penyakit Mematikan, Waspada 8 Gejala Awal Tumor Otak yang Perlu Diketahui
Baca: Berbahaya Bila Telat Ditangani, Ketahui 6 Gejala Tumor Otak yang Sering Diabaikan