Amankan Aksi Unjuk Rasa Kaum Buruh di DKI Jakarta, 6.300 Personil Gabungan Diterjunkan

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi unjuk rasa buruh peringati Hari Buruh Internasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum buruh pada Sabtu (1/5/2021) di kawasan DKI Jakarta, ribuan personil gabungan pun diturunkan.

Tercatat sebanyak 6.300 personil kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa elemen buruh di sejumlah kawasan DKI Jakarta tersebut. 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo mengatakan selain polisi, TNI dan Satpol PP DKI juga turut membantu mengamankan agar aksi unjuk rasa berjalan tertib dan sesuai protokol kesehatan.

"Jumlah personil totalnya sekitar 6.300-an, dan personil lalu lintasnya ada 300 pagi sampai siang," kata Sambodo kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Ilustrasi: Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) saat menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja pada Selasa (17/11/2020). pada aksi tersebut mereka mengajukan empat tuntutan yakni mencabut UU Cipta Kerja, membatalkan SK Menaker soal ketiadaan kenaikan upah minimum 2021, setop represivitas aparat dan bebaskan massa aksi yang dikriminalisasi, serta gratiskan biaya pendidikan selama pandemi. Tribunnew/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca: Aksi May Day, KSPI Minta Cabut UU Cipta Kerja dan Berlakukan Upah Minimum Sektoral

Sambodo menambahkan, pada pengamanan aksi tersebut pihak kepolisian dibantu aparat TNI dan Satpol PP DKI.

Untuk di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, kepolisian mendirikan posko kemanusiaan swab antigen yang diperuntukan bagi buruh peserta aksi. 

Pengetesan ini tak dipungut biaya alias gratis.

"Ada posko kemanusiaan untuk swab antigen secara gratis kepada teman buruh yang akan melaksakan aksinya hari ini ," ujar Sambodo.

Hari Buruh Internasional (Wartakotalive.com/istimewa)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 Mei 1886: Aksi May Day Pertama, Puluhan Ribu Buruh Unjuk Rasa di Chicago

Kata Sambodo, aksi unjuk rasa para buruh akan dilakukan di sejumlah titik. 

Antara lain depan Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Kantor International Labour Organization (ILO), maupun pabrik masing - masing. 

Namun pusat giat unjuk rasa sendiri digelar di kawasan Patung Kuda.

Setidaknya ada dua tuntutan yang akan disuarakan kaum buruh dalam May Day hari ini. 

Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Tengah melakukan demo di depan halaman Kantor Dewan Provinsi Jateng yang intinya 'Menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja' yang justru isinya mendegradasi kesejahteraan buruh, Selasa (25/08/20) (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Baca: Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Buruh di Bekasi Pilih Bukber & Santuni Anak Yatim Piatu

Pertama, mencabut atau membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Buruh meminta para hakim MK dapat memenangkan uji formil dan materiil yang diajukan kaum buruh. 

Sementara isu kedua yang dituntut yakni berlakukan kembali Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di tahun 2021.

Baca informasi seputar kaum buruh di sini

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N/Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6.300 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Kawasan DKI Jakarta



Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer