Kasus Babi Ngepet Ternyata Hanya Rekayasa, Ridwan Kamil Prihatin 'Masih Banyak Percaya Hoax'

Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Unggahan Ridwan Kamil prihatin atas kasus babi ngepet.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Munculnya babi yang dikatakan babi ngepet di Depok membuat heboh.

Ternyata kasus ini hanya hoaks semata.

Hal ini diungkap oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar.

Kabar ini langsung mengundang rasa prihatin dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Melalui Instagram, Ridwan Kamil menyebut 2 poin penting tentang keprihatinannya, Jumat (30/4/2021).

Poin pertama adalah Ridwan Kamil prihatin masyarakat masih mudah percaya hoaks.

Apalagi pembuat hoaksnya justru tokoh setempat.

"1. Masih banyak masyarakat yang mudah percaya hoaks. Apalagi pembuat hoaksnya adalah tokoh setempat.

Karena akal sehat dan rasionalitas sering dikalahkan oleh hal-hal irasional."

Seorang ibu-ibu yang tuduh tetangga pakai babi ngepet kini minta maaf setelah video dirinya menuduh tetangga melakukan pesugihan viral di media sosial. (Kolase TribunJateng.com)

Baca: Akui Jadi Dalang di Balik Hoaks Babi Ngepet di Depok, Adam Ibrahim: Khilaf, Saya Sangat Jahat

Kedua, pria yang kerap dipanggil Kang Emil ini mengaku prihatin dengan tetangga yang julid.

Bahkan, tetangga tersebut menjadi kompor dalam peristiwa tak bisa dinalar ini.

"2. Tetangga Julid,

Sudah mah irasional juga hobi ngomporin menyiram bensin ke api. Menuduh jika tetangga kaya tapi jarang ke luar rumah artinya duitnya tidak halal."

Ridwan Kamil menambahkan bahwa di zaman saat ini sudah lumrah bekerja dari rumah.

Banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah tanpa harus pergi dari rumah.

Bahkan ayah 3 anak ini mengaku pernah hanya bekerja di rumah bukan di kantor.

"Padahal hari ini, jual beli online bisa dari rumah, jadi konsultan konten marketing, grafis, bahkan dulu saya arsitek, di awal2 pernah kerja di rumah selama 2 tahun, mengerjakan kerjaan dari luar negeri."

Terakhir, Ridwan Kamil mendoakan anak cucu di masa mendatang bisa terhindar dari kasus seperti saat ini.

"Mudah2an anak cucu kita yaitu generasi z dan generasi Alpha mah jauh dari hal-hal begini. Aamiin."

Baca: Heboh Babi Ngepet, Emak-emak Viral yang Berkata Dia Nganggur Tapi Duitnya Banyak Minta Maaf

Unggahan Ridwan Kamil yang prihatin kasus babi ngepet, Kamis (30/4/2021). (Instagram/ridwankamil)

Pelaku Penyebar Hoax Babi Ngepet Ditangkap

Sebuah video penangkapan diduga 'babi ngepet' yang ada di Keluarahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok viral di media sosial pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Menurut cerita yang beredar, warga menemukan adanya babi ngepet yang merupakan bagian dari praktik pesugihan.

Berita mengenai babi ngepet tersebut pun akhirnya viral di media sosial.

Namun, ternyata ada hal lain di balik cerita mengenai penangkapan babi di tengah lingkungan warga tersebut.

Penangkapan babi ngepet itu hanyalah karangan belaka.

Cerita itu bermula dari seorang pria bernama Adam Ibrahim.

Adam Ibrahim mengaku menangkap babi ngepet, padahal dia sebenarnya membeli babi itu dari komunitas kucing di Depok.

Adam Ibrahim membelinya dengan harga Rp1,1 juta dan sudah termasuk ongkir.

Babi yang diduga jadi-jadian dan diamankan warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Selasa (27/4/2021). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Harga babi Rp900 ribu, sedangkan ongkirnya Rp200 ribu.

Karena telah menyebarkan informasi bohong, Adam Ibrahim kini sudah diamankan kepolisian,

"Jadi berita yang viral tiga hari ini itu (babi diduga jadi-jadian) adalah bohong," ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Kamis (29/4/2021).

"Dia mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu benar padahal tidak, itu adalah bohong, tidak benar,” timpalnya lagi di Polres Metro Depok.

Polisi mengatakan Adam Ibrahim tak melakukan aksi ini seorang diri.

Ada delapan orang lainnya yang diduga terlibat.

Baca: Heboh Babi Ngepet, Emak-emak Viral yang Berkata Dia Nganggur Tapi Duitnya Banyak Minta Maaf

Baca: Viral Babi Ngepet di Depok, Kapolsek Sawangan Bantah Ukurannya Menyusut: Ukurannya Memang Kecil

Hal ini telah direncanakan oleh mereka sejak bulan Maret.

"Ini sudah terencana, mereka mengarang cerita itu dari bulan Maret," ungkapnya.

Sementara itu, tujuan Adam Ibrahim melakukan penipuan ini adalah agar menjadi terkenal.

"Adam Ibrahim telah berbohongdan mengaku melakukan penipuan dengan maksud untuk menjadi terkenal dan agar pengikuti majelis taklimnya bertambah," ucap Imran Edwin.

Adam dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan atau Ayat 2 Undang-Undang Dasar Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hingga 10 tahun penjara.

Baca artikel lain mengenai cerita viral babi ngepet di Depok di sini.

(TribunnewsWiki.com/cva)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Adam Ibrahim Beli Online 'Babi Ngepet' Rp1,1 Juta Termasuk Ongkir, Lalu Bikin Skenario Biar Terkenal



Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer