Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fistula ani adalah istilah medis untuk kondisi terbentuknya terowongan di bawah kulit yang menghubungkan antara kulit dan anus.
Untuk memastikan adanya fistula ani, awalnya dokter akan melakukan wawancara terkait keluhan yang dialami, lalu melakukan pemeriksaan fisik terutama di daerah sekitar anus.
Dokter akan melihat bila terjadi peradangan di anus dan lubang di kulit di sekitarnya.
Jika terdapat lubang yang diduga merupakan fistula, dokter akan memeriksa kedalaman lubang tersebut dan melihat bila ada bentukan terowongan yang menghubungkan antara lubang di kulit tersebut dengan kelenjar di anus.
Baca: Difteri
Gejala
Gejala yang timbul dari fistula ani dapat berupa:
- Nyeri dan bengkak di sekitar anus
- Adanya perdarahan dari anus
- Tercium adanya bau tajam atau tidak sedap di sekitar kulit anus
- Terbentuknya lubang di kulit dan muncul cairan atau feses dari lubang tersebut
- Kulit kemerahan dan terasa perih akibat iritasi
Penyebab
Fistula ani terjadi akibat abses anus yang tidak sembuh sempurna, sehingga menyisakan saluran atau lubang kecil pada kulit di dekat anus.
Penyebab ini yang paling banyak terjadi pada kasus fistula ani.
Sekitar 50 persen pengidap abses anus berisiko mengalami fistula ani.
Selain disebabkan abses pada anus, fistula ani juga dapat terjadi karena beberapa kondisi, termasuk gangguan saluran cerna bagian bawah atau daerah anus.
Kondisi tersebut meliputi Crohn’s disease serta hidradenitis suppurativa.
Di samping penyakit tersebut, beberapa infeksi, seperti tuberkulosis atau infeksi HIV, serta divertikulitis juga bisa menimbulkan fistula ani.
Penyebab fistula ani lainnya adalah komplikasi yang terjadi pasca operasi di dekat anus dan pasca radioterapi untuk kanker usus besar.
Baca: Diabetes Insipidus
Pencegahan
Pengobatan utama untuk mengatasi fistula ani adalah dengan operasi fistulotomi.
Pada operasi tersebut, dokter akan melakukan sayatan di kulit dan otot hingga sampai ke terowongan fistula.
Setelah mencapai area tersebut, terowongan akan dibersihkan sepenuhnya dari jaringan dan sel yang tidak seharusnya berada di situ.
Tujuannya adalah untuk merangsang penyembuhan sempurna sekaligus menutup terowongan tersebut rapat-rapat sehingga fistula tersebut hilang.
Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup serta air putih 1,5–2 liter per hari, baik untuk mencegah sembelit dan menjaga feses tetap lunak.
Langkah ini juga akan mencegah terjadinya luka di anus.
Hal ini secara tidak langsung akan mencegah terbentuknya fistula ani.