Hidrosefalus

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi hidrosefalus


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hidrosefalus adalah penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak (ventrikel) yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

Hidrosefalus dapat terjadi pada setiap kelompok usia, tetapi lebih banyak dialami bayi dan lansia di atas 60 tahun.Ada 3 tipe hidrosefalus, yaitu:

• Hidrosefalus kongenital (bawaan), yang sudah ada saat lahir

• Hidrosefalus didapat (acquired), yang muncul setelah lahir

• Hidrosefalus tekanan normal, sebagai hidrosefalus dengan tekanan dalam otak (Intrakranial) normal yang biasanya diderita pada usia lanjut

Hidrosefalus dapat diobati dengan berbagai cara. Prinsip pengobatan dari kondisi ini adalah dengan menghilangkan penyakit yang menyebabkan penyumbatan di otak atau mengalirkan penumpukan cairan serebrospinal.

Hidrosefalus dapat terjadi pada segala usia, namun lebih sering terjadi pada bayi dan lansia.

  • Gejala


Gejala hidrosefalus dapat sangat bervariasi pada tiap individu di berbagai kalangan usia dan berdasarkan tipe hidrosefalus yang diderita. Berikut ini penjelasannya.

Gejala awal hidrosefalus pada bayi:

• Ukuran kepala yang sangat besar

• Pertumbuhan ukuran lingkar kepala yang cepat

• Ubun-ubun yang menonjol

• Vena kulit kepala menonjol

• Bola mata yang mengarah ke bawah

• Sangat rewel

• Muntah-muntah

• Kantuk berlebihan

• Nafsu makan yang buruk

• Otot yang lemah

• Kejang-kejang

Gejala hidrosefalus pada anak-anak dan remaja:

• Ukuran kepala yang besar

• Mual dan muntah

• Pembengkakan pada saraf optik mata (papilledema)

• Penglihatan kabur

• Mata juling

• Kejang otot

• Sakit kepala

• Perubahan pada struktur wajah

• Kelainan keseimbangan yang menyebabkan kesulitan berjalan

• Gangguan pertumbuhan dan perkembangan

• Perubahan kepribadian

• Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi

• Nafsu makan buruk

• Inkontinensia urine (sulit menahan buang air kecil)

• Sulit tidur atau tidur terlalu lama

Gejala hidrosefalus pada anak-anak dan remaja:

• Sakit kepala kronis

• Mual dan muntah

• Kesulitan berjalan atau gangguan dalam gaya berjalan

• Kehilangan keseimbangan

• Lesu

• Gangguan kandung kemih

• Gangguan penglihatan

• Hambatan dalam keterampilan kognitif

• Kehilangan ingatan

• Demensia ringan

Baca: Demensia

Baca: Gangguan Refraksi Mata

  • Penyebab


Hidrosefalus terjadi ketika cairan otak menumpuk dalam volume yang tinggi dan terakumulasi di rongga (ventrikel) otak.Penyebab utama terjadinya hidrosefalus adalah:

• Terlalu banyak cairan serebrospinal yang dihasilkan

• Salah satu ventrikel di otak tersumbat atau menyempit sehingga menghentikan maupun membatasi aliran cairan serebrospinal untuk bisa bisa keluar dari otak

• Cairan serebrospinal tidak dapat disaring ke dalam aliran darah

Berdasarkan tipenya, penyebab hidrosefalus dijelaskan sebagai berikut ini.

Penyebab hidrosefalus kongenital

Hidrosefalus kongenital adalah penyakit bawaan yang menyebabkan bayi dilahirkan dengan kondisi khusus, seperti:

• Mengalami penyumbatan di saluran otak, tepatnya di bagian panjang otak tengah yang menghubungkan dua ventrikel besar. Hal tersebut adalah penyebab paling umum dari hidrosefalus kongenital.

• Pleksus koroid yang bertanggung jawab dalam produksi cairan otak yang menghasilkan terlalu banyak cairan serebrospinal.

• Kondisi kesehatan lain yang diderita oleh bayi, berupa:

- Spina bifida yang parah (cacat lahir tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk)

- X-linked hydrocephalus yang disebabkan oleh mutasi kromosom X

- Kelainan genetik langka, seperti malformasi Dandy Walker

- Kista arakhnoid atau kantung berisi cairan yang terletak di antara otak atau sumsum tulang belakang dan membran arakhnoid

• Infeksi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.

Contohnya cytomegalovirus (CMV), Campak jerman (rubella), penyakit gondok, sipilis, maupun toksoplasmosis.

Penyebab acquired hidrosefalus

Hidrosefalus jenis ini muncul setelah lahir, biasanya akibat cedera atau penyakit yang menyebabkan penyumbatan di antara ventrikel, seperti:

• Perdarahan otak

• Cedera otak karena kecelakaan otak, infeksi, paparan bahan kimia tertentu, atau masalah pada sistem kekebalan tubuh.

• Tumor otak

• Meningitis, radang selaput otak atau sumsum tulang belakang

• Stroke, yang terjadi karena bekuan darah atau pembuluh darah pecah hingga mengganggu aliran darah ke area otak.
Penyebab hidrosefalus tekanan normal

Hidrosefalus tekanan normal biasa terjadi pada orang dewasa. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi beberapa hal berikut ini diduga dapat menyebabkan terjadinya hidrosefalus tekanan normal.

• Ganguan penyerapan cairan otak

Cairan sereprospinal yang tidak diserap kembali ke dalam aliran darah dengan baik.

Oleh sebab itu, otak mulai memproduksi lebih sedikit cairan serebrospinal.

Akibatnya, akan terjadi peningkatan tekanan secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang.

Peningkatan tekanan tersebut pada akhirnya akan menimbulkan penumpukan cairan yang mengakibatan kerusakan otak yang progresif.

• Penyakit yang mendasari

Kondisi seperti penyakit jantung, kadar kolesterol darah tinggi, atau diabetes dapat memengaruhi aliran darah normal sehingga menyebabkan pelunakan jaringan otak. Jaringan otak yang melunak kemudian akan menghasilkan peningkatan tekanan.

Bisakah Ukuran Kepala dengan Hidrosefalus Kembali Normal?

Baca: Meningitis (Radang Selaput Otak)

Baca: Kenali Gejala dan Penyebab Stroke Batang Otak

  • Pengobatan


Penanganan hidrosefalus berfokus pada mencegah kerusakan otak yang lebih lanjut.

Hal tersebut dilakukan dengan memperlancar aliran otak melalui prosedur pembedahan. Pembedahan tersebut di antaranya adalah dengan:

Pemasangan shunt

Shunt atau selang yang ditanam di dalam otak dapat digunakan untuk mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal pada pasien hidrosefalus.

Proses ini akan mengalihkan cairan yang menumpuk di otak serta mengembalikan aliran normal dan penyerapan cairan serebrospinal.

Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV)

Prosedur ETV terkadang juga digunakan sebagai alternatif untuk operasi shunt, terutama untuk hidrosefalus akibat terhambatnya aliran cairan serebrospinal (hidrosefalus obstruktif).

Prosedur ini dilakukan dengan membuat lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel otak, sehingga cairan serebrospinal yang menumpuk dapat mengalir.

  • Pencegahan


Tidak ada tindakan pencegahan khusus yang direkomendasikan untuk hidrosefalus. Akan tetapi, beberapa hal berikut ini dapat membantu menurunkan risiko hidrosefalus.

• Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil.

• Vaksinasi atau imunisasi sesuai rekomendasi. Pencegahan infeksi terutama mumps dan rubella dapat menurunkan risiko hidrosefalus.

• Menghindari cedera pada kepala, dengan:

- Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara

- Tidak berkendara saat di bawah pengaruh alkohol

- Menggunakan alat pengaman seperti helm saat mengendarai motor, berkuda, dan olahraga lainnya yang memungkinkan terjadinya benturan di kepala.

- Memasang batang pengaman di samping bak mandi atau toilet untuk digunakan anggota keluarga yang usianya sudah lanjut.

- Tetap aktif secara fisik untuk memastikan tubuh bagian bawah masih kuat dan belum kehilangan keseimbangan tubuh, meski sudah lanjut usia

- Memastikan pencahayaan di dalam rumah cukup terang

- Memilih permukaan yang lembut pada area bermain anak

- Menempatkan gerbang pengaman di bagian bawah dan atas tangga, jika memiliki anak-anak yang masih kecil

Baca: Tanpa Disadari, 7 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Otak

Baca: Herniasi Otak

(Tribunnewswiki.com/Septiarani)



Gejala Ukuran kepala yang tidak normal, pandangan kabur, kesulitan berjalan


Faktor Risiko Perkembangan sistem saraf pusat yang tidak normal, infeksi rahim saat hamil, tumor otak


Pengobatan Operasi


Komplikasi Ganggun intelektual, gangguan perkembangan, gangguan fisik pada anak


Dokter Spesialis Anak, Saraf


Sumber :


1. www.sehatq.com/penyakit/hidrosefalus


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer