Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Kehamilan di luar kandungan adalah implantasi (penanaman) ovum yang telah dibuahi di tempat yang tidak semestinya (di luar rahim).
Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. (1)
Sering terjadi di salah satu saluran tuba yang membawa telur dari ovarium ke rahim. (2)
Baca: Penyakit Crohn (Crohns Disease)
Kasus
Dalam kasus yang jarang terjadi seperti ini, dokter terpaksa menggunakan obat-obatan atau pembedahan untuk mengangkat sel telur.
Penanaman sel telur akan diletakan pada dinding perut atau sel telur dibuahi di luar tuba falopi di permukaan ovarium.
Kemungkinan kehamilan ini akan mati pada tahap apa pun, tetapi dalam kasus yang sangat jarang mereka dapat melanjutkan ke jangka penuh hingga terlahir sehat. (2)
Kehamilan di luar kandungan ini, janin tidak dapat berkembang seperti layaknya janin yang berada di dalam rahim, sehingga kehamilan ini tidak dapat dipertahankan.
Komplikasi yang dapat terjadi, akar plasenta menempel lapisan saluran telur tersebut, lalu menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil kemudian terlepas spontan.
Selanjutnya sisa-sisa jaringan keluar secara spontan yang sering disebut "abortus tuba" (tubal abortion).
Akar plasenta menembus lapisan saluran telur tersebut, dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dengan akibat yang ditimbulkan adalah pendarahan hebat yang dapat menimbulkan kematian. (1)
Baca: Pernah Mengalami Salah Satu dari 5 Hal Ini? Bisa Jadi Kamu Terkena Penyakit Jantung
Gejala
- Rasa nyeri pada daerah panggul atau perut,
- Perdarahan dari kemaluan
- Pingsan atau pandangan berkunang-kunang akibat kekurangan darah.
- Pusing atau lemas.
- Mual dan muntah yang disertai rasa nyeri.
- Nyeri pada bahu.
- Rasa sakit atau tekanan pada rektum saat buang air besar.
- Jika tuba falopi sobek, akan terjadi perdarahan hebat yang mungkin memicu hilangnya kesadaran.
Penting untuk melakukan deteksi dini kehamilan ektopik pada kehamilan awal. (1)
Baca: Vaginal Agenesis
Penyebab
Penyebab dari kehamilan ini berbagai macam, namun yang sering terjadi penyebabnya adalah infeksi di saluran tuba atau pernah melakukan operasi di luar kandungan sebelumnya. (1)
Penanganan
Salah satu cara penanganan tercepat untuk mengatasi kehamilan di luar kandungan adalah dengan tindakan operasi.
Operasi dilakukan untuk mengangkat embrio maupun tabung tuba falopi.
Pembedahan menjadi jalan satu-satunya apabila ibu hamil mengalami pendarahan internal.
Operasi kehamilan di luar kandungan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Salpingostomi dan Salpingektomi.
Pada operasi dengan cara Salpingostomi, janin pada kehamilan di luar kandungan diangkat melalui sayatan kecil tuba falopi.
Sementara pada operasi dengan cara Salpingektomi, tuba falopi yang rusak akibat peregangan pada saat kehamilan di luar kandungan diangkat.
Sedangkan tuba falopi yang sehat akan tetap dibiarkan.
Selain dengan operasi, kehamilan di luar kandungan juga dapat ditangani dengan minum obat-obatan agar janin yang ada di tuba falopi luruh dengan sendirinya. (3)
Baca: Acute Respiratory Distress Syndrome