Namun, Moeldoko tak banyak bicara ketika ditanya soal isu reshuffel kabinet tersebut.
Moeldoko menyebut tak banyak tahu soal rencana tersebut.
Menurut Moeldoko, reshuffle hanya diketahui oleh Jokowi.
Hal tersebut ia ungkapkan ketika dijumpai wartawan saat meninjau pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Sukmajaya, Kota Depok.
“Hanya presiden yang tahu ya,” kata Moeldoko sembari berjalan menuju mobil, Selasa (20/4/2021), seperti dikutip dari TribunJakarta.com.
Moeldoko kembali menegaskan bahwa jawaban pasti dari isu reshuffle kabinet ini hanyalah presiden Jokowi yang tahu.
Baca: Nama Menteri yang Tak Mungkin Direshuffle, dari Ketum Parpol hingga Sosok di Bidang Infrastruktur
“Yang tahu hanya presiden. Jawabannya cuma satu, contoh reshuffle yang tahu hanya presiden, titik,” tegas Moeldoko.
Saat ditanya kemungkinan dirinya sendiri yang dikabarkan masuk dalam daftar pejabat yang akan terkena reshuffle, Mantan Panglima TNI itu pun tak menjawabnya.
Moeldoko hanya diam, dan terus berjalan menuju mobilnya untuk kembali melanjutkan peninjauan pembangunan Kampus UIII.
Sebelumnya, memang santer terdengar bahwa isu reshuffle kabinet Indonesia Maju jilid ke-2 disebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Terkait adanya isu reshuffle kabinet ini, ada salah satu nama yang diprediksi akan dicopot.
Pengamat politik Universitas Paramadina Djayadi Hanan memprediksi Jokowi bakal mencopot Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Setelah keterlibatannya dalam kisruh Partai Demokrat, Moeldoko dinilai akan kehilangan posisinya sebagai KSP.
"Mungkin yang bisa terkena reshuffle juga adalah KSP Moeldoko. Karena baru saja membuat kegaduhan politik mengurusi Partai Demokrat," ujar Djayadi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).
Namun, Djayadi juga memandang bahwa reshuffle kabinet ini jadi ajang Jokowi untuk memperingatkan para menterinya.
Terutama menteri-menteri yang digadang-gadang akan maju dalam Pemilu Presiden 2024 kelak.
"Selain itu, reshuffle bisa juga dijadikan momentum oleh presiden untuk menertibkan atau memperingatkan menteri-menteri yang mulai tidak fokus dan lebih ancang-ancang untuk urusan pemilu 2024," tandasnya.
Baca: 10 Tokoh yang Diisukan Jadi Menteri Baru Presiden Jokowi Pada Reshuffle April 2021 Ini
Nama beberapa menteri yang layak direshuffle pun juga berhembus kencang.
Berbagai lembaga survei pun ramai melakukan riset mengenai siapa saja menteri yang layak untuk direshuffle.
Satu di antaranya riset yang dilakukan oleh Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO).
IPO telah mengeluarkan daftar menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.
Ada pula daftar menteri dengan kinerja mengecewakan hingga layak reshuffle.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapkan daftar ini dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024".
Acara ini diselenggarakan di kanal YouTube MNC Trijaya pada Sabtu (10/4/2021) lalu.
Menurut Dedi, survei ini melibatkan 1.200 responden dan berjalan pada 10 Maret hingga awal April 2021.
Tim survei mengambil sampel menggunakan metode multistage random sampling.
Dedi mengatakan, tingkat akurasi data 97 persen dan persentase eror dalam pengambilan sampel 2,5 persen.
Baca: Reshuffle Kabinet, Menantu Wapres dan Muhammad Lutfi Diprediksi Isi Posisi Kementerian Investasi
Adapun, nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly muncul sebagai menteri yang dianggap paling layak di-reshuffle.
Setelahnya, muncul nama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
"Ini kalau diasumsikan atau dikaji lebih dalam, nama-nama ini (yang dianggap layak reshuffle) sebetulnya adalah nama-nama yang berkaitan dengan program-program selama pandemi," jelas Dedi.
Sementara, tiga menteri perempuan menjadi menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.
Di urutan pertama adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, lalu Menlu Retno Marsudi dan Mensos Tri Rismaharini.
Kemudian, Prabowo Subianto muncul dalam nama menteri paling terpopuler.
Nama Tito Karnavian dan Sandiaga Uno menjadi nama menteri terpopuler lainnya.
1. Yasonna Laoly 54,0 persen
2. Ida Fauziah 46,0 persen
3. Zainuddin Amali 41,2 persen
4. Tjahjo Kumolo 34,0 persen
5. Johnny Plate 29,0 persen
6. Teten Masduki 28,5 persen
7. Syahrul Yasin Limpo 27,0 persen
8. Siti Nurbaya 23,8 persen
9. Airlangga Hartanto 19,3 persen
10. Arifin Tasrif 19,0 persen
11. Bintang Darmawati 15,0 persen
12. Sofyan Djalil 12,1 persen
13. Luhut Panjaitan 9,8 persen
14. Nadiem Makarim 9,7 persen
15. Muhadjir Effendy 9,1 persen
1. Prabowo Subianto 56 persen
2. Tito Karnavian 43 persen
3. Sandiaga Uno 39 persen
4. Mahfud MD 30 persen
5. Sri Mulyani 29 persen
1. Sri Mulyani 54,7 persen
2. Retno LP Marsudi 50 persen
3. Tri Rismaharini 42 persen
4. Tito Karnavian 38 persen
5. Mahfud MD 34 persen
Baca: 4 Anggota Kabinet Berinisial M Disebut Bakal Terdampak Reshuffle, Masing-Masing Punya Kontroversi
Dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber, inilah sejumlah tokoh yang dikaitkan akan menjadi menteri baru Jokowi:
Saat ini, Nadiem Makarim mengisi pos Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Ali Ngabalin memperkirakan, Nadiem Makarim akan mengisi jabatan sebagai Mendikbud-Ristek.
Pasalnya, DPR sepakat menggabungkan antara Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sehingga, ada kemungkinan, Nadiem Makarim bergeser posisi.
Sayangnya, hal tersebut bertentangan dengan penilaian sejumlah pengamat yang berpendapat agar Nadiem Makarim diganti.
Bahlil Lahadalia saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Masih kata Ali Ngabalin, Bahlil masih akan dipercaya Jokowi sehingga diperkirakan, ia akan ditunjuk sebagai Menteri Investasi.
Senada dengan Nadiem, Bahlil dinilai Ngabalin sebagai menteri milenial dan orang berprestasi.
Diketahui, Kementerian Investasi adalah kementerian baru yang akan melengkapi 34 kementerian yang sudah ada sebelumnya.
Nama menteri lain yang disebut akan bergeser pos kementerian adalah Muhammad Lutfi.
Saat ini, Muhammad Lutfi menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
Kabarnya, Muhammad Lutfi akan digeser menjadi Menteri Investasi.
Sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi pernah menjabat sebagai Kepala BKPM hingga duta besar.
Namun beberapa waktu lalu, Muhammad Lutfi menjadi sorotan saat memerintahkan Kepala Bulog, Budi Waseso untuk mengimpor beras.
Padahal saat ini tengah memasuki masa panen raya pertama yang berlangsung sepanjang Maret-April 2021.
Selain ketiga nama di atas, masih ada Bambang Brodjonegoro yang disebut akan bergeser posisi.
Bambang Brodjonegoro kini mengisi pos Kementerian Riset dan Teknologi.
Dengan digabungkannya Kemendikbud dan Kemenristek, ada kemungkinan posisi Bambang Brodjonegoro juga berganti.
Apakah akan menjadi Mendikbud-Ristek atau justru mengisi jabatan baru.
Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin memprediksi, Bambang Brodjonegoro akan digeser ke Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN).
Baca: Reshuffle Kabinet Diisukan Berlangsung Pekan Ini, Ahok Disebut Bakal Duduk di Kementerian Baru?
Selain jajaran para menteri, sejumlah tokoh di luar mereka pun ikut disebut-sebut akan masuk dalam kabinet Indonesia Maju.
Satu di antaranya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Saat ini, Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.
Pengamat menilai, sosok Ahok pantas untuk memimpin Kementerian Investasi karena dinilai cukup berkompeten.
Meski demikian, akan ada hal berat yang harus dihadapi Ahok untuk memacu investasi di Indonesia jika ia dipilih menjadi Menteri Investasi.
"Pak Ahok bisa jadi menteri yang bagus, tapi noise akan banyak terjadi kalau beliau yang jadi menteri investasi," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah.
"Ahok juga sangat kontroversi yang tidak bagus nanti dampaknya sulit dalam upaya membangun koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya, Sabtu (17/4/2021).
Tokoh lain yang diprediksi masuk dalan jajaran kabinet Jokowi adalah Asman Abnur.
Asman Abnur adalah politisi PAN sekaligus mantan menteri Jokowi di era Kabinet Kerja.
Sejumlah pihak menyebut, reshuffle kabinet kali ini juga untuk mengakomodasi PAN yang dipimpin Zulkifli Hasan.
Asman Abnur pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) masa jabatan 2016 - 2018.
Namun, Asman Abnur mengundurkan diri karena PAN tidak mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
Selain Asman Abnur, tokoh dari PAN yang juga dikaitkan akan menjadi menteri adalah Eddy Soeparno.
Dalam partai berlogo matahari putih itu, Eddy Soeparno menjabat sebagai Sekjen PAN.
Antara Asman atau Eddy, satu di antara mereka, kabarnya akan mengisi posisi di Kementerian Perhubungan.
Nama tokoh lain yang dikaitkan akan menjadi menteri adalah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, Abdul Mu'ti layak dipertimbangkan menjadi kandidat menggantikan Nadiem Makarim.
"Rasanya PP Muhammadiyah pasti dukung kalau Prof. Abdul Mu'ti jadi Mendikbudristek," katanya, Selasa (13/4/2021).
Namun, Abdul Mu'ti mengaku tidak mau berandai-andai mengenai kabar yang beredar.
"Saya tidak mau berandai-andai," kata dia.
Sebelumnya, Abdul Mu'ti pernah mendapat tawaran sebagai wakil menteri pendidikan.
Sempat menyatakan bersedia, tapi Abdul Mu'ti berubah pikiran dan menolak jabatan itu karena merasa tidak mampu mengemban jabatan wakil menteri.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie juga disebut sebagai sosok yang tepat untuk menjadi menteri.
Hal ini diungkapkan pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti.
Ray menilai, anggota DPD RI itu cocok untuk mengisi jabatan Mendikbud-Ristek.
Menurutnya, Jimly punya ketertarikan luas bagi dunia riset dan perkembangan teknologi.
"Kalau Kemendikbud ditambah Ristek, nampaknya, tidak tepat dijabat oleh Nadiem Makarim."
"Nama Jimly Asshiddiqie layak dipertimbangkan masuk ke pos ini," ungkap Ray, Jumat (16/4/2021).
Nama terakhir yang muncul dalam isu reshuffle kabinet adalah anggota DPR Fraksi Nasdem, Muhammad Rapsel Ali.
Muhammad Rapsel Ali adalah suami Siti Nur Azizah Ma'ruf sekaligus menantu Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Di tengah wacana reshuffle kabinet, Rapsel Ali mengaku telah diundang ke Istana untuk menghadap Jokowi.
Mantan Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sulawesi Selatan ini mengakui bertemu Jokowi pada Rabu (14/4/2021).
Soal ramainya pemberitaan akan masuk dalam kabinet, Rapsel Ali menanggapinya dengan santai.
Ia hanya merasa sangat terhormat bisa bertemu Presiden dan membahas masalah kebangsaan.
"Kami berdialog sambil jalan bersama," kata dia.
Patut ditunggu, siapa yang akan dipilih Jokowi yang menjadi menteri barunya.
Bisa jadi ada satu atau dua di antara tokoh di atas.
Bisa jadi juga, tidak ada satu pun tokoh di atas yang terpilih alias Jokowi memilih sosok yang benar-benar baru.
Baca lengkap soal Isu Reshuffle Kabinet di sini
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Kapan Reshuffle Kabinet Dilakukan, Moeldoko: Hanya Presiden yang Tahu" dan di Tribunnews.com dengan judul "DAFTAR Tokoh yang Dikaitkan Jadi Menteri Baru Jokowi: Ahok, Bahlil Lahadalia, hingga Menantu Wapres"