Isu kudeta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar oleh sejumlah kader di daerah tengah mencuat ke permukaan.
Sejumlah pengamat politik pun menyebut bergulirnya isu tersebut dapat menjadi peringatan bagi Cak Imin.
Sebelumnya, ratusan kader PKB mengatakan kepemimpinan pria yang disapa Cak Imin mulai sembarangan, lantaran adanya pelanggaran anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART).
Eks Ketua DPC PKB Jeneponto Andi Mappatunru mengungkapkan, Cak Imin seakan ketakutan akan dilengserkan dari kursi ketua umum.
Hal itu membuat AD/ART partai diubah.
Dirinya pun merasa dizalimi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Pasalnya, ia seharusnya masih mengemban jabatan hingga 2022.
"Tetapi karena kezaliman pak Muhaimin yang mengubah AD/ART pada saat muktamar di Bali di dalamnya sudah tidak demokrasi," tutur Andi, diberitakan Tribunnews.com sebelumnya.
Akhirnya, ratusan kader tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ingin terselenggaranya Muktamar Luar Biasa (MLB).
MLB diklaim sebagai aksi untuk menyelamatkan PKB.
"Cak Imin ibarat tuhan yang menentukan semua, tidak mendengarkan aspirasi dari arus bawah," ucap Andi.
Dirinya mengklaim di Sulawesi Selatan, sudah ada 12 DPC yang berkeinginan MLB.
Hinga kini, di seluruh Indonesia, terdapat 113 DPC dan 10 DPW.
Pria kelahiran Jombang 24 September 1966 ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) selama dua periode.
Di era Presiden Megawati Soekarnoputri, Cak Imin ditunjuk sebagai Wakil DPR RI masa jabatan 2004 - 2009.
Kemudian, di era Presiden Joko Widodo, di masa jabatan Cak Imin tahun 2019 hingga 2024.
Dirinya mengemban jabatan tersebut sejak dilantik pada 1 Oktober 2019.
Sebelum mejabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, Cak Imin pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2018-2019.