Jokowi Dorong Investasi Pendirian Perusahaan untuk Menambah Pemasukan Negara

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo, Jumat (26/3/2021), memberikan tanggapan soal polemik rencana impor beras.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo menyebut 76 persen pendapatan negara diperoleh dari pajak.

Itu artinya, kata Jokowi, jika makin banyak orang yang mendirikan perusahaan di Indonesia, ada tambahan pungutan pajak yang masuk untuk negara.

Dikutip dari Instagram pribadi Jokowi @jokowi, dia mengingatkan kepada para kepala daerah agar memberikan pelayanan dan dukungan penuh untuk dunia usaha yang hendak melakukan investasi.

Baca: Jokowi Sodorkan UU Cipta Kerja pada Kanselir Jerman untuk Dukung Kerja Sama Investasi

Baca: Elon Musk Gegerkan Dunia Investasi, Tesla Beli Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun, Ini Tujuannya

"Saya mengingatkan para kepala daerah, provinsi, kabupaten, maupun kota, agar memberikan pelayanan dan dukungan penuh bagi dunia usaha yang hendak melakukan investasi," tulisnya, pada Kamis, (15/4/21).  

Hal ini karena, katanya, investasi yang masuk ke suatu daerah juga akan menggerakkan perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya

Presiden RI Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel saat secara resmi membuka Hannover Messe 2021, secara virtual, Senin (12/04/2021). (BPMI Setpres/ Muchlir Jr)

Terlebih, kata Jokowi, saat ini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Cipta Kerja yang pelaksanaannya harus didukung penuh demi membuka seluas-luasnya kesempatan kerja bagi masyarakat.

Maka dari itu, kata Jokowi, ketidaksigapan untuk melayani perizinan investasi berarti memperlambat pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Sehingga hal tersebut juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata Jokowi. 

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

Informasi lain tentang investasi bisa anda lihat di sini



Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer