Gangguan Memori

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gangguan memori adalah kondisi ketika otak memiliki kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gangguan memori adalah kondisi ketika otak memiliki kesulitan untuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori.

Gangguan memori bisa berkembang menjadi lebih buruk, misalnya menyebabkan penyakit Alzheimer.

Gangguan terkait memori atau ingatan dapat ditangani dengan beberapa cara atau pendekatan yang dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis. (Tribunnews)

Nyatanya, cukup banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang alami gangguan memori, antara lain:

- Trauma otak (misalnya, operasi, dan cedera kepala).

- Stroke.

- Penggunaan alkohol yang berlebihan.

- Faktor risiko untuk gangguan kognitif ringan, ini termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

- Orang dengan tingkat pendidikan, olahraga fisik dan mental, dan sosialisasi yang rendah.

- Orang dengan mutasi gen APOE juga memiliki risiko tinggi untuk terkena gangguan terkait memori.

  • Penyebab


Gangguan memori yang dialami seseorang bisa berkaitan dengan gangguan pada otak yang disebabkan karena:

- Demensia, umum terjadi pada usia tua (>40 tahun) merupakan sebuah gangguan penurunan fungsi otak, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, memahami sesuatu, dan lain-lain.
- Alzheimer, umum terjadi pada mereka yang berusia lanjut dan merupakan sebuah gangguan otak yang ditandai dengan penurunan fungsi otak.

- Gangguan memori.

- Anemia berat.

- Efek samping obat.

- Stres akibat informasi berlebihan pada otak.

  • Gejala


Gejala yang umum dari gangguan memori:

- Konfabulasi (misalnya, memori ciptaan atau memori asli teringat secara berurutan).

- Linglung.

- Depresi.

- Kesulitan mengatasi tugas sehari-hari, seperti mengerjakan neraca buku tabungan, memenuhi janji pertemuan, ataupun menyiapkan makanan.

- Melupakan orang, fakta, dan kejadian yang sebelumnya diketahui dengan baik.

- Tersesat atau salah menaruh barang.

- Semakin kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau melakukan pendekatan tahap demi tahap untuk tugas familiar.

- Lekas marah.

- Masalah bahasa, seperti mencampur kata-kata atau kesulitan mengingat kata.

- Gangguan neurologis (misalnya, tremor atau gerakan tidak terkoordinasi).

- Performa buruk dalam tes memori.

- Mengulangi cerita dan/atau pertanyaan yang sama.

  • Pengobatan


Gangguan terkait memori atau ingatan dapat ditangani dengan beberapa cara atau pendekatan yang dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis.

Ada tiga pendekatan, yaitu:

Pendekatan behavioral. Melalui strategi modifikasi perilaku untuk melihat kebiasaan yang tidak sesuai dan menggantinya dengan yang sesuai.

Selain itu, pendekatan ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan cara efektif untuk menggunakan ingatan.

Pendekatan psikodinamika. Dalam pendekatan ini, terapis memakai asosiasi bebas.

Pengidap akan diminta untuk bercerita mengenai hal apapun yang segera muncul di pikiran tanpa berpikir lebih jauh dan merasa bersalah, sehingga dapat membuka ingatan yang terpendam atau tertekan dalam pikirannya.

Pendekatan dengan teknik hypnosis. Teknik ini dilakukan untuk mengungkap ingatan yang tertekan atau terpendam.

Teknik ini digunakan karena tidak semua orang dapat dan mau menceritakan pengalaman yang tersimpan dengan rapat dalam keadaan sadar.

Selain itu, teknik yang mirip dengan hipnosis adalah narcoanalysis.

Teknik tersebut bertujuan untuk menemukan ingatan dan menyelidiki ingatan yang ditekan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Gangguan Gangguan Memori


Faktor Risiko Trauma otak


Penyebab Demensia, umum terjadi pada usia tua


Alzheimer


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-memori


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer