Maja (Aegle marmelos)

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buah Maja berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNEWSWIKI.COM - Maja (Aegle marmelos (L.) Correa, suku jeruk-jerukan atau Rutaceae) adalah tumbuhan yang berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika.

Tanaman ini mampu tumbuh dalam kondisi lingkungan yang keras, seperti suhu yang ekstrem.

Banyak orang menganggap buah maja rasanya pahit sehingga jarang yang mengonsumsinya.

Buah maja sebetulnya berukuran relatif lebih kecil, rasanya juga tidak pahit, tetapi manis dan enak dimakan. (1)

 

 

  • Sejarah


Menurut kisah buah maja terkait dengan asal-usul Kerajaan Majapahit (1293—1527).

Konon, saat Raden Wijaya dan para pengikutnya babat alas Tanah Tarik, mereka menemukan banyak pohon maja yang sedang berbuah.

Nama ini lantas menjadi nama kerajaan yang dipimpin Raden Wijaya, yang kemudian pada zaman Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada dianggap berhasil menyatukan wilayah Nusantara.

Pohon maja selama ini dikenal sebagai tanaman perdu dan banyak ditemukan di taman-taman. (1)

  • Dibawa bangsa Eropa


Buah yang selama ini dikenal sebagai maja itu sebetulnya adalah berenuk, kadang dilafalkan brenuk atau bernuk (calabash tree, huingo, krabasi, atau kalebas).

Ada tiga spesies bernuk, yakni Crescentia cujete, Crescentia alata, dan Crescentia portoricensis.

Di Indonesia tumbuh berenuk spesies Crescentia cujete. Ketiga berenuk itu merupakan tanaman asli daerah tropis Benua Amerika, dan bukan tanaman asli Indonesia.

Berenuk masuk ke Indonesia karena dibawa bangsa Portugis dan Belanda. Jadi, tidak mungkin tumbuhan ini sudah ada di Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.

Dengan kata lain, kalaupun Raden Wijaya dan anak buahnya saat itu mengklaim menemukan banyak pohon maja, sangat mungkin pohon maja itu bukan berenuk.

Berenuk spesies Crescentia alata berbentuk sama dengan Crescentia cujete, hanya saja ukuran buahnya saja yang lebih kecil.

Bentuk buahnya memanjang seperti labu air, berwarna hijau tua. Sering dijumpai tumbuh liar di halaman rumah atau kebun, juga sebagai tanaman peneduh jalan atau di taman perkotaan.

Bentuk tanaman, tajuk (percabangan), serta buah yang indah memang membuatnya cocok digunakan sebagai tanaman hias di taman.

Bentuk buahnya yang bulat, warnanya yang hijau segar serta ukurannya yang besar membuat buah ini kelihatan indah.

Ada juga maja asli Indonesia yang disebut bael (Aegle marmelos). Genus Aegle terdiri atas enam spesies: Aegle barteri, Aegle correa, Aegle decandra, Aegle glutinosa, Aegle marmelos, dan Aegle sepiaria.

Dari enam spesies ini, yang merupakan tanaman penting hanya Aegle marmelos. Selain disebut maja, tanaman ini juga dinamai maja batu atau maja manis.

Penambahan kata manis di sini jelas untuk membedakannya dari maja yang memang selama ini kita kenal berasa pahit. (1)

 

  • Asal Usul


Habitat asli bael tersebar mulai dari Pakistan, India, tenggara Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Selain disebut bael, buah ini juga disebut Bilva, Bilwa, Bel, Koovalam, Koovalam, Madtoum, Beli Fruit, Bengal quince, Stone apple, atau Wood apple.

Di Jawa, tanaman maja tumbuh di dataran rendah, terutama di kawasan yang beriklim sangat kering.

Kawasan sekitar Mojokerto (lokasi bekas Kerajaan Majapahit), memang habitat tanaman maja.

Antara maja dan berenuk saja sudah berbeda pohonnya. Percabangan bernuk mengarah ke samping, sementara tajuk maja tumbuh menjulang ke atas. (1)

 

  • Ciri pohon Maja


Pohon maja bisa tumbuh sampai setinggi 20 m dan kayunya sangat keras.

Tajuknya mirip dengan tanaman kawista (Limonia swingle) dan asam keranji (Dialium indum), tetapi daun maja sedikit lebih lebar dari keduanya.

Buah maja Aegle marmelos berbentuk bulat agak lonjong, dengan tonjolan di bagian pangkalnya, kulitnya halus, berwarna cokelat gelap. (1)

  • Kerajinan


Buah Maja juga bisa menjadi kap lampu dengan berbagai bentuk dan motif yang bernilai seni. Motif- motif seperti batik, flora dan fauna menjadi hiasan lampu berenuk. (2)

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Kerajaan Plantae


Divisi Magnoliophyta


Kelas Magnoliopsida


Subkelas Rosidae


Ordo Sapindales


Famili Rutaceae


Genus Aegle


Spesies A. marmelos


Sumber :


1. Sarambinews.com
2. Tribunlifestyle.com


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer