Valentino Simanjuntak Dinilai Alay, Warganet Trendingkan Gerakan Mute Massal, Sindir Gaya Komentator

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warganet ramai-ramai sindir gaya komentator bola Bung Jebret di Twitter hingga menjadi trending topik pada Senin (12/4/2021).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tagar Gerakan Mute Massal menjadi trending topik di Twitter pada Senin (12/4/2021) malam.

Tagar tersebut dicuitkan oleh ribuan warganet Twitter, untuk menyuarakan ketidaksetujuan kepada presenter sepak bola, Valentino Simanjuntak atau kerap disapa Bung Jebret.

Menurut warganet, kapasitas berkomentar Bung Jebret dinilai sangat tak nyaman didengarkan.

Tak hanya itu, ada juga warganet yang berkomentar jika Bung Jebret membuat orang malas menonton sepak bola.

Bahkan menurut warganet, komentator bola seperti Bung Jebret, seharusnya tak lagi dihadirkan.

Banyak dari mereka yang kemudian ingin Bung Towel kembali mengisi kursi komentator.

Sebelumnya, laga piala Menpora 2021 antara PSS Sleman melawan Bali United dihiasi tagar #GerakanMuteMassal di media sosial Twitter.

Laga itu sendiri berhasil dimenangkan PSS Sleman melalui babak adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol sepanjang 90 menit.

Pemain Madura United, Jaimerson (kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman dalam laga Grup C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021) sore. Laga ini dimenangi Madura United dengan skor 2-1 (0-1). Tribun Jabar/Deni Denaswara (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Tim Super Elang Jawa merebut tiket semifinal berkat kemenangan 4-2 di babak adu penalti.

Saat pertandingan PSS Sleman vs Bali United berlangsung, netizen menggemakan tagar #GerakanMuteMassal di Twitter.

Rupanya, penyebab munculnya tagar itu akibat komentator Valentino Simanjuntak yang dianggap tidak bisa memberikan informasi penting selama berjalannya laga.

Gaya komentator yang akrab disapa Bung Jebret itu menuai kritik.

Dirinya disebut terlalu hiperbola dan tidak edukatif dalam membawa jalannya laga.

Bahkan salah satu netizen mengeluhkan kebiasaan Bung Jebret menyebut nama selebgram Anya Geraldine saat mengomentari pertandingan Piala Menpora 2021.

Baca: Viral Bapak-bapak Piawai Lakukan Gerakan Menari di Tiktok, Pernah Ikut Lomba Dance

Baca: Kini Luncurkan RANS Cilegon FC, Raffi Ahmad juga Berencana Buka Sekolah Sepak Bola

"Gw nonton Bundesliga sm Premier League di Mola TV bisa tahu seluk beluk pemain, sejarah tim, statistik, culture sepakbola dll. Tpi begitu nonton sepakbola di Indonesia gw malah taunya Anya Geraldine sm pasal2 pidana," cuit akun @chameleon235.

Saat mengomentari laga Piala Menpora 2021, Bung Jebret memang sangat sering menyebut nama Anya Geraldine ketika ada peluang berbahaya dari salah satu tim yang bertanding.

Biasanya, Bung Jebret menyebut nama Anya Geraldine bila tendangan pemain melenceng dari arah gawang.

Selain protes karena komentator sering memanggil nama Anya Geraldine, warganet juga mengeluhkan teriakan dan nyanyian Bung Jebret.

Salah satu warganet pun meminta Bung Jebret lebih edukatif mengenai literasi sepak bola.

Ramainya pembicaraan soal cara berkomentar Bung Jebret ini bermula dari akun Twitter bernama @SiaranBolaLive pada Senin (13/4/2021).

Diketahui jika postingan Olan Fatah yang viral itu telah lama diposting dan baru naik lagi ketika gerakan mute massal ini mencuat di media sosial.

Hal ini dia sampaikan dalam postingan Twitternya @OlandFatah.

Terkait hal tersebut Valentino "Jebret" menanggapi melalui Twitternya @Radotvalent, ia berkata kepada Twitter Bali United memohon agar postingan soal hiperbola tersebut jangan dihapus.

Lalu, dia melanjutkan sikap respeknya kepada tim tersebut dan mengungkapkan beberapa hal baik yang dimiliki Bali United, seperti supporter dan fasilitasnya.

Membalas soal hiperbola, Valen menyindir melalui tweet selanjutnya, dia menuliskan, "Eh hiperbola gak si gue bilang begitu?? Nanya aja kalo hiperbola besok-besok nggak akan gue info lagi, tapi setau gue sih bener begitu, nggak gue lebih-lebihin. Yahhh dihapus postingan twitternya gue delete soon juga ahh," tulisnya.

Selain warganet, akun Twitter @SerieA_Lawas juga ikut bersuara dengan membagikan postingan gambar disertai tulisan yang menyindir Bung Jebret.

Baca: Cuma Mampir Pramusim di Madura United, Zah Rahan berlabuh ke PSS Sleman

Baca: Resmi, PSS Sleman Tunjuk Dejan Antonic sebagai Pelatih Baru, Berikut Pertimbangannya

"Gerakan Mute Massal. Karena sejatinya penikmat sepak bola juga butuh edukasi, bukan pendengar teriakan yang menimbulkan polusi," tulisnya.

Komentar warganet soal Bung Jebret

@AndiePeci: Jaman tambah ruwet, Kuping ini ndak butuh komentator bola "Kemrungsung" Memang belum ada riset,Apa pengaruh positif-nya utk anak⊃2; kecil yg nonton siaran bola dg kata: Anya, ouooo ouooo dll? Jangan-jangan tambah bikin anak-anak malas nonton bola nasional.

@CastleBravo22_: Lucu, Dulu bung Towel dihujat karena kalau beliau komentatorin Laga Timnas, pasti kalah. Dan karena komentar pedas ny. Sekarang malah dicari2 dan dielu2kan untuk kembali.But gwe jujur juga pengen beliau kembali #GerakanMuteMassal

@Hamzaa35284070: disebut "Hyperbola" kok mlh ngambek Wajah dengan air mata bahagia klo ga merada yaudah ya
kita sebagai penikmat sepak bola nasional jg bth edukasi bkn cma sekedar celotehan tdk bermakna yg membuat bising telinga.

@Edwin48lovers: Mulut dan ot*k yg mesti DI JEBREETTT.... low class bgt komentatornya.

@varian_michael: Sekali dua kali dengar komentarnya sebetulnya lucu karena lain daripada yang lain. Tapi makin kesini jadi makin mengganggu kenikmatan menonton pertandingan sepakbola itu sendiri. Mari kita nikmati sisa pertandingan dengan #GerakanMuteMassal

@SerieA_Lawas: Semoga @Indosiar @PSSI mendengar segala keresahan sebagian besar pencinta bola di Indonesia.

Baca artikel lain mengenai berita trending di Twitter di sini.

(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJateng.com/Wahyu Ardianti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Gerakan Mute Massal Trending Twitter Hari Ini Gara-gara Bung Jebret, Ada Apa?



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer