Gempa di Malang 6,1 SR, Dipicu Tumbukan Lempeng 200 Kilometer dari Pantai Selatan Jawa

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas PMI Kabupaten Malang saat asesmen dampak kerusakan akibat gempa yang terjadi di laut selatan Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gempi bumi berkekuatan 6,1 SR yang melanda wilayah Malang dan sekitarnya pada Sabtu (10/4/2021) siang mengakibatkan sejumlah korban jiwa.

Korban jiwa terdiri dari 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, 2 orang di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang, dan 1 orang di Kabupaten Malang.

Dikutip dari Kompas.com, itu merupakan data pada pukul 18.00 WIB hari Sabtu (10/4/2021).

"Itu data hingga pukul 18.00 WIB," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, sebagaimana dalam rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/4/2021) malam.

Sampai saat ini, para petugas masih terus melakukan pendataan dampak gempa tersebut serta kebutuhan pasca gempa.

Dari informasi BPBD Kabupaten Lumajang, tercatat adanya sejumlah titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari.

Rumah Sakit Mardi Waluya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur yang terdampak gempa M6,1 pada Sabtu (10/4/2021). (Istimewa via BNPB)

Baca: Gempa Malang, Nenek 92 Tahun Sebatang Kara Ini Selamat, Loncat Sebelum Tertimpa Reruntuhan

Baca: Guncangan di Malang Magnitudo 6,1 Berdekatan dengan Pusat Gempa yang Merusak Jawa Timur Tahun 1972

"Jumlah warga yang mengungsi masih dalam pendataan," katanya lagi.

Radit juga mengungkapkan, untuk wilayah Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi.

Informasi sementara untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, BPBD setempat mencatat kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan.

“Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang,” imbuhnya.

Sementara itu, di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat.

“BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.

Tembok rumah milik warga Bandulan Kota Malang ambruk akibat gempa, Sabtu (10/4/2021). (BPBD)

Baca: BNPB Sebut Gempa 6,1 SR yang Guncang Malang Disebabkan oleh Tumbukan Lempeng Tektonik

Baca: 3 Imbauan BMKG Hadapi Gempa: Tetap Tenang dan Tidak Terpengaruh oleh Isu Semata

Gempa bumi yang terjadi di Mang pada Sabtu (10/4/2021) diakibatkan karena aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Ir Amien Widodo mengatakan, tumbukan lempeng tersebut terjadi sekitar 200 kilometer dari pantai selatan Jawa.

"Karena posisi tumbukan miring, maka sepanjang jalur tumbukan dua lempeng tersebut terjadilah gempa," terang Amien yang juga dosen Departemen Teknik Geofisika ITS saat dikonfirmasi Sabtu malam.

Menurutnya, subduksi tersebut lumrah terjadi mengingat letak geografis Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik.

Amien mengungkapkan, tumbukan dua lempeng tersebut terus mengalami pergesaran yang kecepatannya mencapai 7 sentimeter per tahun.

Pergeseran akan terus terjadi hingga ada bagian tumbukan yang pecah dan menimbulkan gempa.

"Jalur tumbukan ini berada dari daerah Banten hingga Banyuwangi," kata Amien.

Baca lengkap soal banjir NTT di sini

(Tribunnewswiki.com/Puan, Kompas.com)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer