Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rumput Fatimah atau juga dikenal sebagai Kacip Fatimah di negara asalnya, Malaysia.(1)
Rumput Fatimah memiliki nama ilmiah Labisia pumila.
Rumput fatimah punya bentuk daun yang kecil dengan batang merambat.
Tinggi tanaman ini sekitar 30 hingga 40 cm.
Daunnya berbentuk elips lancip dengan sisi atas daun berwarna hijau gelap dan bagian bawah berwarna hijau muda sampai ungu kemerahan.
Biasanya rumput fatimah dijual dalam keadaan kering dan disajikan dengan cara diseduh air panas.
Meskipun berasal dari Malaysia, rumput fatimah justru banyak tumbuh di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.(2)
Di dalam rumput fatimah terkandung zat oksitosin yang membantu meningkatkan kontraksi saat merangsang proses persalinan.
Meskipun begitu, penggunaan rumput fatimah saat kontraksi kehamilan justru banyak ditentang.
Hal ini karena masing-masing bagian rumput fatimah memiliki efek kontraksi bervariasi dan sulit untuk menakar dosis pastinya.
Jika efeknya berlebihan, maka bisa menyebabkan dinding rahim rokep atau dikenal sebagai uterine rupture.
Oleh karena itu, sangat berbahaya bagi ibu hamil mengonsumsinya.
Kontraksi berlebihan juga berbahaya bagi janin dalam kandungan bahkan terancam meninggal sebelum dilahirkan.
Hal tersebut karena kontraksi berlebihan bisa membuat aliran darah dan oksigen ke janin terganggu.
Baca: Osteoporosis
Bahaya
Seperti dijelaskan sebelumnya, terdapat banyak bahaya jika ibu hamil mengonsumsi rumput fatimah, berikut rinciannya (3):
Senyawa phytochemical mendorong terjadinya kontraksi berjalan cepat.
Kontraksi berlebihan dan cenderung dipaksakan justru bisa membunuh janin.
Kontraksi meningkat akibat lonjakan oksitosin setelah mengonsumsi rumput fatimah.
Kontraksi berlebihan juga bisa membuat aliran darah dan oksigen ke janin terganggu.
Hal ini bisa membuat janin dalam kandungan stres.
Rumput fatimah yang dapat merangsang kontraksi rahim secara terus menerus juga dapat memicu atonia uterus.
Adalah mungkin bagi otot uterus untuk gagal mempertahankan kontraksi setelah melahirkan.
Akibatnya, pembuluh darah di daerah plasenta tidak bisa ditekan.
Kontraksi yang berlebihan juga bisa menyebabkan pendarahan pada wanita hamil.
Masing-masing bagian rumput fatimah memiliki efek kontraksi bervariasi dan sulit untuk menakar dosis pastinya.
Jika efeknya berlebihan, maka bisa menyebabkan dinding rahim robek atau dikenal sebagai uterine rupture.
Kekurangan asupan darah dan oksigen bisa membuat janin gagal jantung yang berujung pada kematian.
Begitu pula ibu hamil yang mengalami dinding rahim robek bisa berakibat meninggal.
Baca: Menopause
Manfaat
Rumput fatimah memang sangat dilarang dikonsumsi ibu hamil.
Namun, rumput fatimah ternyata juga memiliki manfaat asal dikonsumsi dalam takaran tepat.
Berikut ini manfaat rumput fatimah (1):
Rumput fatimah ternyata memiliki antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas.
Kandungan felonik dalam rumput fatimah bisa membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu bisa mencegah peradangan dan paparan infeksi penyakit.
Rumput fatimah mengandung zat fitoestrogen.
Zat ini dikenal sebagai alternatif terapi estrogen yang bisa mengatasi osteoporosis saat menopause.
Ekstrak rumput fatimah dilaporkan lebih aman ketimbang terapi estrogen karena tidak ditemukan risiko efek samping yang berarti.
Sebuah studi percontohan melaporkan bahwa dosis herbal rumput fatimah yang aman batasnya berkisar hingga 560 mg/hari untuk wanita pascamenopause.
Baca: Perimenopause