Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wawan Wanisar dikenal sebagai salah satu aktor senior Indonesia yang ikut mewarnai industri perfilman sejak puluhan tahun belakangan.
Wawan Wanisar lahir di Jakarta, 13 Desember 1949.
Karier Wawan di dunia akting bermula saat ia memerankan tokoh Kapten Pierre Tendean di film Pengkhianatan G30S/PKI besutan sutradara Arifin C. Noer.
Film tersebut sukses memancing panggilan tawaran akting lain di kemudian hari.
Kemudian, ia menjadi pemeran utama dalam film Matahari-Matahari pada tahun 1985.
Hingga sekarang, pria berusia 68 tahun ini masih sering tampak berakting di layar kaca.
Karier
Sebagai seorang aktor, Wawan Wanisar memiliki paras dan postur tubuh yang apik.
Postur tubuhnya yang tegap dan langsing pun tampak senada dengan postur asli sosok sang kapten ganteng asal Minahasa, Sulawesi Utara itu.
Namun siapa menyangka jika ternyata dulu ada aktor terkenal Indonesia yang mengincar peran itu namun ditolak sang sutradara hanya gara-gara bertahi lalat.
Aktor itu adalah Rano Karno.
Film itu merupakan proyek besar di masanya.
Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 10 ribu pemeran tambahan dilibatkan dalam film ini.
Karena besarnya jumlah peran, pencarian pemeran untuk film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tergolong sulit.
Sang sutradara Arifin C Noer mencoba untuk menempatkan aktor yang mirip dengan tokoh-tokoh sejarah yang digambarkan.
Begitu sulitnya proses casting, bahkan aktor terkenal sekelas Rano Karno pun pernah ditolak.
Dikutip dari id.wikipedia.org, Rano Karno mengingat bahwa ia ditolak untuk peran Pierre Tendean.
Alasan penolakan melakonkan ajudan Abdul Haris Nasution tersebut karena Pierre Tendean tidak memiliki tahi lalat di wajahnya sementara wajah Rano Karno bertahi lalat.
Film ini meraih sukses secara komersial maupun kritis.
Film ini menerima tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia 1984 dan berhasil memenangi satu penghargaan Citra untuk skenario terbaik.
Film ini kalah dalam empat kategori, sebagai Sutradara Terbaik, Sinematografi Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, dan Penataan Musik Terbaik, oleh film Budak Nafsu karya Sjumandjaja.
Sementara Ponirah terpidana karya Slamet Rahardjo memenangi Penataan Artistik Terbaik.
Pada Festival Film Indonesia 1985 Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI menerima Piala Antemas (Penghargaan Khusus) sebagai Film Unggulan Terlaris periode 1984-1985. (1)
Filmografi
Pengkhianatan G 30 S/PKI (1982)
Matahari-Matahari (1985)
Naga Bonar (1987)
Ayahku (1987)
Suamiku Sayang (1990)
Cinta dan Noda (1991)
Misteri Kebun Tebu (1997)
Janus: Prajurit Terakhir (2003)
The Fabulous Udin (2016)
Lukisan Ratu Kidul (2019)
Cinta Tanpa Tapi (2021)
BerhentiDiKamu (2021)
Televisi
Opera Tiga Jaman (1991)
Melompati Angin (1997)
Enam Langkah (1997)
Sayekti dan Hanafi (2005)
Cintailah Daku (1998)
Cinta Dara Kembar (1998)
Menjemput Impian (2001)
PadaMu Aku Bersimpuh (2001)
Melati Putih (2001 & 2002)
Alung (2002)
Mahligai di atas Pasir (2002)
Kemilau Kemuning Senja (2003)
Disini Cinta Pertama Kali Bersemi (2004)
Pesantren & Rock n' Roll (2011) sebagai Kyai Abdullah
Ustad Fotocopy (2012) sebagai Kyai Basofi
Pesantren & Rock n' Roll Season 3 (2013) sebagai Kyai Abdullah
3 Sempruuul Mengejar Surga 2 (2014)
3 Sempruuul Mengejar Surga 3 (2015)
Pangeran (2015) sebagai Kyai Rachmat
Hafizah (2018) sebagai Hafizah
Kun Anta (2018) sebagai Kyai Amin
Cinta Asyifa (2018) sebagai Ustadz Marbun
Mahar 30 Juz (2019) sebagai Haji Yahya
FTV
Aku (BUKAN) Pembawa Sial (2015)
Cowok Cowok Serigala (2015)
Cermin Kehidupan: Jenazah Yang Diiringi Malaikat (2016) (2)