Akibat penganiayaan tersebut, korban yang diketahui bernama Mbah Semi warga Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta ini mengalami patah di bagian panggul.
Yang lebih tragis, ternyata wanita kasar ini mempunyai hubungan keluarga dengan Mbah Semi.
Mbah Semi merupakan nenek sambungnya, dan mereka juga pernah tinggal satu atap.
Penganiayaan ini bermula saat Mbah Semi akan mengambil pakaian yang dimilikinya di rumah AN pada Jumat (19/3/2021).
Rumah AN ternyata tak jauh dari rumah nenek renta ini.
AN bahakn sempat melempar sandal jepit ke tubuh renta Mbah Semi ketika mengambil pakaian.
Meski mendapatkan perlakuan tak baik, Mbah Semi kembali mengambil sisa pakaian miliknya.
Korban juga sempat berbincang dengan pelaku dengan nada tinggi saat itu.
Pelaku emosi tak terima dan menarik rambut Mbah Semi sampai terduduk di lantai.
Baca: Cucu Durhaka Aniaya Nenek 81 Tahun hingga Patah Panggul, Pelaku Melarikan Diri ke Grobogan
Baca: Viral Jambret Ajak Keluarga Saat Lakukan Aksi, Nenek 63 Tahun Jadi Korban Sampai Jatuh ke Aspal
Suami korban yang ada di lokasi langsung mendatangi tempat Mbah Semi dan melihatistrinya sedang kesakitan.
Lantas korban dibawa ke RSUD Wonosari oleh suami dan para tetangga.
Mbah Semi dinyatakan mengalami patah tulang di bagian panggul bagian kanan akibat peristiwa tersebut setelah hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD Wonosari keluar.
Keluarga korban yang tak terima dengan perlakuan pelaku langsung melaporkan ke Polsek Karangmojo.
Diketahui, AN masih sempat melarikan diri ke Grobogan, Jawa Tengah, setelah melakukan tindak penganiayaan pada lansia ini, seperti dikutip dari Kompas.com.
Namun akhirnya pelaku berhasil diamankan oleh polisi beberapa hari lalu.
Saat ini kasus penganiayaan Mbah Semi masih dalam proses penyidikan.
Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Karangmojo Kompol Sunaryo, Rabu (24/3/2021).
"Masih kami sidik. Tapi untuk sementara, pelaku kami titipkan di tahanan Mapolres Gunungkidul,” kata Sunaryo.
Kasus penganiayaan lansia yang dikatakan keterlaluan ini keterlaluan ini dipastikan Sunaryo tetap dilanjutkan untuk memberikan ganjaran bagi AN.
"Keluarga juga ngotot agar kasus ini diteruskan sehingga proses berlanjut ke penyidikan," kata Sunaryo.
Pelaku masih menjalani proses pemeriksaan untuk mengungkap kronologi pasti dan penyebab penganiayaan pada Mbah Semi.
Kabar penemuan seorang nenek yang yang terkubur hidup-hidup menjadi viral di media sosial.
Nenek tersebut ditemukan oleh pekerja proyek dalam kondisi tergulai lemas dan sekujur tubuhnya berlumuran lumpur kering selama 3 hari.
Sementara itu, kronologi nenek itu terkubur di lumpur berhari-hari dijelaskan oleh sang anak dan pihak kepolisian setempat.
Mulanya, video itu dibagikan oleh akun Instagram @memoefriantto hingga kemudian ramai diunggah ulang oleh akun-akun lainnya.
Sementara itu, peristiwa mengejutkan itu diketahui terjadi di Kluang, Johor, Malaysia.
Perekam video sempat mengatakan mereka baru saja menemukan seorang nenek tua yang terkubur hidup-hidup di lumpur.
Awalnya, pekerja proyek mengira nenek itu sudah meninggal dunia.
"Ini kejadian, ditemukan mayat dekat projek Kluang. Ditemukan seorang perempuan dikubur hidup-hidup. Tepatnya di Kluang, Johor," ungkap sang perekam.
Namun, setelah ditolong sejumlah orang, sang nenek tua tampak kesulitan bernapas.
Melihat kondisi sang nenek yang tampak kritis, warga pun akhirnya membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulan.
Pasca video penemuan nenek tua itu menjadi viral di media sosial, fakta terbaru pun muncul.
Yakni soal identitas sang nenek hingga keterangan dari keluarga.
Baca: Viral Video Nenek Ketahuan Maling Sepeda di Siang Bolong, Berakhir Dibebaskan setelah Meminta Maaf
Baca: Berita Viral Nenek 70 Tahun Dibuang Keluarga Ternyata Sengaja Dibuat Kepala Dukuh
Dikutip dari laman Utusan Malaysia, nenek tua yang terkubur hidup-hidup itu bernama Low Chon Tai.
Usia sang nenek pun diketahui yakni 87 tahun.
Mengenai penemuan sang nenek, pihak kepolisian setempat melakukan penyelidikan.
Berdasarkan penyelidikan, nenek tersebut ditemukan oleh warga setempat pada Selasa (1/9/2020) siang pukul 11.30 pagi waktu setempat.
Saat ditemukan para pekerja proyek, sang nenek awalnya dikira sudah tak bernyawa.
Namun ketika dianalisa dengan seksama, sang nenek ternyata masih hidup.
Mengenai penemuan tersebut, Ketua Polisi Daerah Kluang, Asisten Komisioner Mohd. Abduh Ismail pun memberikan keterangan.
Low Chon Tai ternyata sudah pergi dari rumah sejak hari Minggu (30/8/2020) pukul 16.00 waktu setempat.
Hal tersebut diketahui dari keterangan anak-anak Low Chon Tai.
Dijelaskan sang anak, Low Chon Tai keluar dari rumah pada sore hari untuk mencari barang rongsokan.
Rupanya, Low Chon Tai berprofesi sebagai pemulung.
Tahu sang ibu pergi pada sore hari, anak-anaknya mendadak cemas.
Sebab, hingga tiga hari, sang ibu tak kunjung kembali.
Khawatir, keluarga pun akhirnya melaporkan hilangnya Low Chon Tai ke pihak kepolisian.
“Keluarga mencari di kawasan sekitar tetapi tidak menjumpai ibu mereka dan bimbang sekiranya kejadian buruk berlaku kepada ibunya, keluarga lantas melapor ke polisi,” kata Mohd. Abduh Ismail dikutip pada Rabu (2/9/2020).
Hingga akhirnya, keluarga dikabari bahwa Low Chon Tai telah ditemukan.
Bergegas, keluarga pun langsung menemui Low Chon Tai di rumah sakit Enche’ Besar Hajjah Khalsom.
Kabar terbaru, Low Chon Tai kini masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang stabil.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Nenek 87 Tahun Terkubur Hidup-hidup Selama 3 Hari di Lumpur, Terkuak Fakta Sebenarnya dari Sang Anak
Baca lengkap soal Penganiayaan di sini