Para kader HMI peserta kongres tersebut mengamuk.
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes dengan melempar sejumlah kursi di dalam gedung yang digunakan para peserta kongres.
Mereka juga memecahkan puntu kaca gedung.
Dikutip dari Tribunnews.com, kericuhan bermula saat sejumlah kader memaksa seluruh Ketua Badko (Badan Koordinasi) HMI di daerah hadir pada kongres saat itu juga.
Baca: Video PSK Digerebek di Indekos Ciledug, Open BO Lewat MiChat dengan Tarif Rp 300 Ribu Sekali Kencan
Baca: Ternyata, Tidur Tidak Pakai Bantal Memiliki Banyak Manfaat
Akan tetapi usulah tersebut tidak disetujui mayoritas peserta pemilik suara sah.
"Ada beberapa peserta kongres yang emosi karena aspirasinya tidak diakomodasi peserta sidang," kata Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur, Yogi Pratama saat dikonfirmasi pada Selasa (23/3/2021) malam.
Yogi mengatakan para kader tersebut memang telah berulang kali memaksakan usulan yang membuat kongres berjalan lambat.
"Teman-teman yang memperlambat kemarin itu minta ketua Badko se-Indonesia hadir ke lokasi.
Tapi itu kan tidak mungkin hadir semua," kata Yogi.
Padahal, kata Yogi, mayoritas Ketua Badko HMI di Indonesia telah hadir langsung di dalam kongres.
Baca: SADIS! Pencurian Rumah Mewah di Kedoya, Maling Tega Bongkar Material di Dalamnya
Baca: 15 Orang Digerebek di Indekos Ciledug, 7 Orang Ternyata PSK dengan Tarif Rp 300 Ribu Sekali Main
Dari total 20 Ketua Badko, 11 di antaranya sudah ada di dalam forum secara langsung.
Sementara itu sisanya berhalangan hadir.
Akibat ulah para peserta tersebut, kongres HMI pun berjalan alot dan dipenuhi emosi.
Mereka berulang kali mengajukan usulan hingga membuat kongres berhenti beberapa kali.
Puncaknya mereka pun mengamuk. Beberapa orang membanting kursi hingga memecahkan pintu kaca di gedung tempat kongres berlangsung.
Peserta kongres lainnya pun lari berhamburan.
"Iya, ada (kaca) yang pecah itu. Itu pelemparan (kursi) dari dalam," kata dia.
Baca: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 25 Maret 2021, Libra Stres Pekerjaan Bisa Mempengaruhi Asmaramu
Baca: Modal Asal Pencet Nomor Brankas, Satpam Bawa Lari Rp 50 Juta, Habiskan Uang untuk Judi
Yogi mengatakan, perusakan tersebut bukan merupakan sikap mayoritas peserta pemilik suara sah dalam kongres.
Tindakan pelemparan dan pemecahan kaca itu, kata dia, hanya dilakukan segelintir orang.
"Memaksakan kehendak yang nggak bisa diikuti oleh suara mayoritas yang ada di dalam.
Segala tindakan yang tidak dikehendaki teman-teman mayoritas ya dilakukan (oleh pelaku perusakan)," ujar dia.
Sesaat setelah kericuhan, forum pun diskors. Polisi kemudian memasuki gedung.
Para peserta kongres yang memicu kericuhan diamankan untuk diminta keterangan lebih lanjut.
Total ada enam orang yang dibawa polisi.
Baca: Kabar Duka eks Mendagri Letjen Purn Syarwan Hamid Meninggal Dunia di Usia 77 Tahun
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 25 Maret 2021, Aries Habiskan Malam Sendirian, Cancer Cukup Radikal
Mereka diduga melakukan pelemparan kursi sehingga merusak fasilitas gedung Islamic Center, Surabaya.
"Ini atas permintaan panitia, kami amankan enam orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan.
Ada miskomunikasi di antara mereka, kemudian ada yang membanting kursi," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta pda Rabu (24/3/2021) pagi.
Meski terjadi kericuhan, untungnya tak ada korban luka akibat peristiwa tersebut.
Atas insiden kericuhan ini, Yogi mengatakan bahwa HMI bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan sarana dan prasarana gedung Islamic Center, Surabaya, tempat kongres berlangsung.
"Yang pecah akan menjadi tanggung jawab kami," tutur dia.
"Ada dua yang kami amankan, yaitu Kongres itu sendiri dan rombongan dari Makassar 1303 orang.
Kita bantu adek-adek 1300 ini bersama pihak terkait ke mess-mess yang tersedia, Kongres sendiri hingga jam 4 pagi ini masih berlangsung, kami lakukan pengamanan atas permintaan panitia acara dan Pemprov Jatim," jelas Irjen Nico Afinta dikutip dari KompasTV.
Baca: Heboh Penemuan Bangkai yang Diduga Gajah Mina di Perairan Natuna Riau
Baca: Jubir Wapres: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sudah Boleh Digunakan secara Agama
Setelah kericuhan reda, Kongres HMI itu kemudian dilanjutkan kembali pada Rabu (24/3/2021) dengan agenda sidang penyelesaian sidang pleno 2 atau penyampaian laporan pertanggungjawaban dari Pengurus Besar HMI kepada para peserta.
"Sampai selepas subuh tadi, kegiatan kongres masih berjalan dengan agenda pembahasan pleno kedua menuju ketiga," ujar Irjen Nico.