15 Orang Digerebek di Indekos Ciledug, 7 Orang Ternyata PSK dengan Tarif Rp 300 Ribu Sekali Main

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI: Belasan remaja wanita yang diamankan Polres Metro Tangerang Kota karena terjebak dalam praktik prostitusi disebuah apartemen yang berlokasi dengan Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/3/2021).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lima belas orang digerebek di indekos Ciledug, 7 di antaranya ternyata PSK.

Pekerja seks komersial alias PSK ini diketahui mematok harga sekali kencan sebesar Rp 300 ribu.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli.

"Jumlah 15 orang. Perempuan 10 orang, pria lima orang. Pengakuan sebagai PSK sebanyak tujuh orang," ujar Ghufron, seperti dikutip dari Tribun Jakarta.

Tujuh orang PSK ini mengaku menjual diri karena alasan ekonomi.

Ghufron mengatakan, tujuh orang mengaku PSK ini akan dikirimkan ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk direhabilitasi dan diberikan pelatihan.

ILUSTRASI: Belasan remaja wanita yang diamankan Polres Metro Tangerang Kota karena terjebak dalam praktik prostitusi disebuah apartemen yang berlokasi dengan Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

"Sudah kami kirim mereka ke Dinsos," ujar Ghufron.

Sebagai informasi, kebanyakan dari mereka pun diimpor dari luar Kota Tangerang.

Penggerebekan ini dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang di sebuah indekos kawasan Ciledug, Kota Tangerang pada Selasa (22/3/2021) dini hari.

Penggerebekan dilakukan karena rumah kos itu dijadikan sarang praktik prostitusi.

Bahkan pemilik kosan yang dijadikan sebagai sarang prostitusi ini juga ikut dipanggil oleh petugas.

Baca: PSK Histeris Tak Kuat Menanggung Malu saat Terjaring Razia, Terkapar di Kursi Kantor Satpol PP

Baca: Fakta PSK Asal Bandung Tewas di Kediri, Ternyata Dijual oleh Keluarga Sendiri Melalui Michat

Ghufron mengatakan, pemanggilan pemilik kos ini karena dia harus melengkapi perizinan usaha rumah kos.

"Kami sudah lakukan pemanggilan untuk proses lebih lanjut. Pada saat mereka memenuhi panggilan, sekaligus dalam rangka klarifikasi kelengkapan perizinan," kata Ghufron.

Sementara itu, lewat video yang direkam oleh petugas Satpol PP Kota Tangerang seorang PSK berinisial M mengatakan menggaet para pelanggan melalui aplikasi MiChat.

Potongan video satpol PP Kota Tangerang saat mewawancarai M seorang pekerja seks komersial di indekos kawasan Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (24/3/2021). (Istimewa)

"Ada (MiChat) tapi udah dihapus. Buat nyari tamu," kata M, Rabu (24/3/2021).

Tak hanya itu saja M mengungkapkan jika dirinya mematok tarif Rp 300 ribu untuk tarif satu kali kencan.

Diketahui M mengaku sudah menetap di rumah kos yang disewanya Rp Rp 900 ribu tiap bulannya tersebut selama empat bulan.

“Udah empat bulan menyewa kamar kos. Harganya Rp 900 ribu," singkat M.

12 PSK Terciduk Polisi Saat Penertiban, Mayoritas Pekerja Seks Ini Ibu-ibu Usia 30-40 Tahun

Dua belas pekerja seks komersial ( PSK) terjaring polisi dalam penertipan penyakit masyarakat.

Bahkan mayoritas PSK yang terciduk polisi ini adalah ibu-ibu usia 30-40 tahunan.

Serta ibu-ibu PSK ini diketahui juga sudah mempunyai anak.

Para PSK ini terjaring dari hotel kelas melati pada razia yang digelar Satpol PP akhir pekan kemarin.

Seorang PSK di Cianjur menangis karena malu setelah terjaring razia Satpol PP. (Tribun Jabar/Ferril Amiril Mukminin)

Hal ini disampaikan oleh Kasatpol PP Kabupaten Cianjur Hendri Prasetyadi, Senin (15/3/2021) di kantor Satpol PP Cianjur saat pemusnahan ribuan minuman keras.

"Operasi yang digelar kali ini untuk menertibkan penyakit masyarakat, akhir pekan kemarin terjaring 12 PSK yang rata-rata sudah ibu-ibu," ujar Hendri.

Hendri juga mengatakan, para ibu-ibu PSK ini juga mendapatkan peringatan oleh Satpol PP dan dilakukan pembinaan agar tak kembali ke jalanan.

Baca: Kisah PSK Terjaring Razia, Tetap Mangkal Meski Sedang Hamil Tua, Suami Kabur Entah ke Mana

Baca: Polisi Razia PSK di Tangsel, Jajakan Diri Lewat Online dan Patok Harga Ratusan Ribu Sekali Kencan

"Ada yang mempunyai anak dua, tiga, kami beri teguran dan peringatan. Kami bina agar mereka tak kembali lagi ke jalanan," imbuh dia.

Para PSK yang terciduk ini lantas didata dan kembali dipulangkan setelah mendapatkan pembinaan.

Diketahui, satu di antara belasan PSK ini ada yang histeris karena malu terciduk petugas Satop PP.

Petugas Satpol PP perempuan berusaha menenangkan PSK yang tak kuat menanggung malu ini.

Meski sudah ditenangkan, PSK ini masih nangis histeris sembari telentang di sebuah kursi besi kantor satpol PP Cianjur.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Tribun Jakarta)

Artikel ini telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul Pengakuan PSK yang Digerebek di Indekos Ciledug, Open BO Lewat Aplikasi, Buka Tarif Rp 300 Ribu

Baca lengkap soal Penggerebekan di sini



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer