Kejadian tersebut terjadi pada Senin (22/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Kampung Sendang Rejo, Hotini mengatakan, sebelumnya pelaku berinisial PK meminta dinikahkan.
Namun diduga rencana pelaku tidak disetujui, sehingga nekat melakukan aksi sadis tersebut.
"Informasi sementara yang kami terima, sang anak ini (pelaku) sempat minta dinikahkan, tapi tidak direstui oleh kedua orang tuanya," kata Hotini seperti dikutip dati Tribunlampung.com.
Baca: Viral Jambret Ajak Keluarga Saat Lakukan Aksi, Nenek 63 Tahun Jadi Korban Sampai Jatuh ke Aspal
Baca: Link Boruto 192 Sub Indo: Hokage Naruto Bertemu Kawaki, Masa Lalu Menyakitkan Akhirnya Terbongkar
Aksi pemenggalan kepala oleh pelaku PK lanjut Hotini, dilakukan pelaku setelah kedua orang tuanya baru saja pulang dari sawah.
"Saat ibu dan bapaknya baru saja pulang dari sawah, tanpa ada yang mengira.
Tiba-tiba saja PK membawa sebilah golok, menghampiri bapaknya yang duduk di belakang rumah langsung menebaskan golok ke leher bapaknya," bebernya.
Setelah melakukan pemenggalan terhadap ayahnya, pelaku PK sempat membawa leher korban keliling kampung guna diperlihatkan kepada tetangga.
Salah seorang warga, Tarmin menyebut sejumlah warga tetangga PK histeris dan langsung melarikan diri.
"Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, 'Bapak saya mati. Bapak saya mati'," kata Tarmin sambil mencontohkan ucapan PK, Senin.
Baca: Presiden BWF Minta Maaf pada Jokowi dan Rakyat Indonesia Terkait Insiden All England 2021
Baca: Sejumlah Fakta All England 2021, dari Rekor Baru hingga Kontroversi yang Muncul
Sebagian warga lari ketakutan melihat ulah PK, sebagian lagi mencari cara agar aksi tersebut dihentikan oleh PK dengan cara melumpuhkannya.
Setelah itu, warga berusaha melumpuhkan PK dengan menyergapnya dan menenangkan pelaku yang pada saat itu dalam kondisi bersimbah darah di pakaian dan tubuhnya.
"Berdarah-darah di bagian tangan dan bajunya."
"Terus ditenangkan warga, dia mau tenang, setelah itu jenazah bapaknya diurus oleh petugas yang datang," sebutnya.
Kejadian ini telah ditangani oleh pihak kepolisian.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan dugaan sementara, pelaku PK mengalami gangguan kejiwaan.
Baca: Krisdayanti Datang ke Rangkaian Pernikahan Aurel Tanpa Anaknya, Ternyata Tak Diizinkan Raul Lemos
Baca: Kalah Telak, Dewa Kipas Komentari Permainan GM Irene: Saya Tak Ada Peluang Sama Sekali
Pelaku beserta barang bukti juga telah diamankan di Polsek Kalirejo.
"Saat ini dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa.
Barang bukti (sebilah golok) dan pelaku (PK) sudah kami amankan," kata AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Senin.
Namun begitu, Popon menyebutkan, terkait dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa pihaknya tidak berhenti sampai di situ saja melakukan penyelidikan.
"Kami tidak berhenti di situ saja (melakukan penyidikan pelaku), dan masih terus dilakukan observasi, apakah memang (pelaku) mengalami gangguan kejiwaan atau tidak dengan melibatkan ahli kejiwaan (dokter dan psikiater)," sebutnya.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 23 Maret 2021: Gemini Sangat Sibuk, Malam Romantis Menanti Scorpio
Baca: Fakta Dibalik Rumah Kontrakan Mewah yang Dirampok Penyewa, Keramik dan Genteng Ikut Dicongkel
Ia berharap, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu apapun, serta menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.
Sejumlah warga menyebutkan, pelaku PK diduga kuat mengidap gangguan jiwa.
Meski selama ini hidup bersama-sama keluarganya tanpa ada tindakan beda membedakan.
"Orang-orang di sini juga tahunya dia (pelaku) itu mengalami gangguan jiwa."
"Tapi kalau pastinya gila atau tidak saya juga gak tahu," kata Edi, tetangga pelaku.