Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena dalam disebut deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam.
Kondisi ini umumnya muncul pada pembuluh vena besar yang terdapat di bagian paha dan betis.
Trombosis vena juga dapat muncul di pembuluh darah vena lainnya, seperti lengan dan dapat menyebar hingga ke paru-paru.
DVT yang menyerang paru-paru ini dapat menyumbat separuh atau seluruh bagian dari arteri paru dan menyebabkan timbulnya komplikasi berbahaya bernama emboli paru pulmonary embolism (PE) dan venous thromboembolism (VTE).
Baca: Hiperhidrosis
Penyebab
Adanya trombus (gumpalan darah) yang dapat menyumbat aliran darah sehingga memicu deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam.
Gejala
Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam dapat menyerang area tungkai dan lengan.
Pengidapnya akan merasakan sakit, pembengkakan, sekaligus nyeri pada area tersebut.
Warna kulit yang kemerahan serta rasa hangat dapat terasa, seperti di area belakang lutut disertai rasa sakit yang makin menjadi-jadi saat menekuk kaki mendekati lutut.
Gejala yang muncul juga dapat terlihat dari pembuluh darah di sekitar area yang terjangkit tampak lebih besar dari biasanya.
Komplikasi deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam yang tidak segera memperoleh perawatan adalah emboli paru.
Kondisi ini memiliki gejala, seperti sakit dada, sesak napas yang muncul secara bertahap atau tiba-tiba, serta mendadak pingsan.
Baca: Anemia Aplastik
Pengobatan
Pengobatan deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dapat berbeda-beda sesuai dengan tubuh pengidapnya, yaitu:
- Umumnya diberikan obat tipe antikoagulan (pencegah kebekuan darah).
- Stocking medis atau stocking kompresi untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
- Latihan fisik (berjalan).
- Beristirahat dengan tungkai yang terangkat. Kaki berada lebih tinggi dari pinggang demi mengembalikan aliran darah dari betis.