Menjelang Ramadan, Simak 6 Tips Berikut agar Berat Badan Tidak Naik saat Bulan Puasa

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berat badan naik. Ada sejumlah tip yang bisa dicoba agar berat badan tidak naik saat bulan Ramadan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bagi sejumlah orang, berpuasa terkadang justru menaikkan berat badan.

Hal ini karena mereka tidak bisa menjaga pola makan dengan baik.

Mereka sering kalap saat berbuka puasa atau makan terlalu banyak.

Namun, ada sejumlah tip yang bisa Anda coba agar berat badan tetap stabil saat bulan Ramadan.

1. Konsumsi serat dan protein

Saat sahur Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya serat dan protein. Dengan begitu, Anda akan merasa kenyang sepanjang hari selama bulan puasa.

Makanan tinggi serat dan protein ternyata juga mampu menekan nafsu makan berlebihan. Ini bisa memudahkan Anda agar tidak kalap saat berbuka nanti.

Sayuran wajib dikonsumsi saat puasa (Goodhousekeeping.com)

Baca: Minum Es Saat Berbuka Puasa Jadi Pilihan, Simak Beberapa Bahaya yang Mengintai

2. Kurangi makanan dan minuman manis

Makan dan minum yang manis memang penting agar tubuh tetap segar. Namun, jangan mengonsumsi terlalu banyak agar badan bisa fit pada akhir hari dan tidak banyak menyimpan lemak.

Pada bulan puasa produksi insulin memang menurun, padahal tugas penting insulin adalah mengubah gula menjadi energi. Jika tidak diubah menjadi energi, maka akan jadi lemak.

Tidak ada salahnya Anda mengganti makanan manis dengan karbohidrat komplek seperti kedelai hitam, kacang polong, ubi jalar, nasi merah, kentang, buah, dan sayur.

Silmi Nur Aziza

Olahraga adalah kunci penting menjaga berat badan selama puasa. pada siang hari tubuh Anda tidak akan mendapat asupan makanan manis. 

Dengan demikian. ketika berolahraga tubuh Anda akan mencari cadangan energi lain, yakni lemak.

Baca: Menjelang Ramadan, Simak 5 Kiat Menjaga Kesehatan Pencernaan saat Berpuasa

4. Minum banyak air

Meski tidak boleh makan dan minum pada siang hari, tapi Anda wajib menjaga asupan minum setidaknya 8 gelas per hari. Rumusnya adalah 2-2-2-2.

Ilustrasi air mineral (manageyourlifenow.com)

Artinya, dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dua gelas saat tarawih, dan dua gelas sebelum tidur.

Banyak minum air putih dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 30 persen.

Semakin cepat metabolisme tubuh bekerja, maka semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar oleh tubuh.

5. Kurangi makan gorengan

Apapun yang digoreng memang lezat. Bahkan, menu ini biasanya wajib ada ketika buka puasa. Akan tetapi, sebaiknya Anda mengurangi makan gorengan.

Jika Anda langsung menyantap gorengan saat buka puasa, itu akan meningkatkan kadar kolestrol di tubuh Anda meski gorengan sendiri menganduk lemak jenuh.

Agar lebih sehat, konsumsi asupan lemak tak jenuh Anda perlu diganti dengan kacang-kacangan, ikan, dan buah seperti alpukat.

6. Cukup tidur

Tip terakhir adalah cukup tidur. Dengan tidur yang cukup, hormon-hormon pada tubuh Anda akan bekerja maksimal.

Jika hormon tidak bekerja maksimal, Anda relatif makan banyak dan membuat berat badan tak terjaga.

Baca: Menjelang Ramadan, Simak 7 Kiat Masak Cepat untuk Menu Sahur dan Berbuka Puasa

5 Kiat Menjaga Kesehatan Pencernaan saat Berpuasa

Sejumlah orang terkadang mengalami masalah pencernaan saat menjalani ibadah puasa Ramadan.

Masalah pencernaan memang bisa terjadi saat berpuasa karena adanya perubahan pola makan.

Meski demikian, masalah pencernaan ini bisa dicegah dengan tip yang mudah dilakukan.

Berikut sejumlah tip yang bisa dicoba agar pencernaan tidak terganggu selama berpuasa.

1. Makan makanan kaya serat saat sahur dan berbuka

Melansir Kompas, menurut Maria Adams, MS, MPH, RD, seorang ahli diet dari Amerika Serikat, makan makanan berserat dapat membantu pencernaan dalam kondisi sehat saat menjalankan ibadah puasa.

Adams juga mengatakan bahwa makanan kaya serat membantu mencegah ataupun mengobati berbagai masalah pencernaan, seperti sembelit, wasir, dan radang usus besar.

Selain itu, banyak mengonsumsi makanan berserat selama puasa bisa membantu mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Kamu bisa memilih makanan yang kaya serat, seperti biji-bijian, sayuran, kacang polong, dan buah-buahan yang dapat memelihara kesehatan sistem pencernaan.

Baca: Menjelang Ramadan, Simak 13 Tips Berikut agar Tubuh Tetap Sehat Saat Menjalani Puasa

2. Batasi konsumsi makanan berlemak

Cara lain untuk menjaga kesehatan pencernaan selama puasa adalah dengan membatasi asupan makanan berlemak saat sahur ataupun berbuka.

Makanan berlemak memiliki sifat yang cenderung memperlambat proses pencernaan makanan.

Makanan berlemak juga membuat kita lebih rentan mengalami sembelit.

3. Perbanyak minum air putih

Dilansir dari Grid.ID, asupan air yang dibutuhkan manusia untuk menghindari pencernaan adalah 8 gelas per hari.

Kekurangan air dapat menyebabkan melambatnya metabolisme tubuh.

Hal ini dapat menimbulkan beragam masalah pencernaan seperti sembelit, panas dalam, maag, dll.

4. Konsumsi makanan kaya probiotik

Rutin mengonsumsi makanan kaya probiotik ternyata mampu memperbaiki kesehatan organ pencernaan.

Banyak ahli gizi yang menyarankan konsumsi makanan dan minuman yang kaya probiotik untuk menormalkan pergerakan usus besar.

Probiotik dapat kamu peroleh dari yogurt ataupun kimchi yang dapat memperbaiki kesehatan organ pencernaan.

5. Jangan terlalu stres

Sebuah penelitian mengatakan bahwa stres dapat memengaruhi kesehatan pencernaan, khususnya usus.

Para peneliti sependapat bahwa stres dapat menyebabkan usus meradang.

Hal ini tentu dapat mengganggu sistem saraf yang berfungsi untuk mengontrol gerakan usus.

(Tribunnewswiki/Tyo/Tribun Jogja/Bunga Kartikasari/Grid.id/Silmi Nur Aziza)

Simak artikel lainnya tentang tip seputar Ramadan di sini.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Tips Agar Berat Badan Anda Tidak Naik Saat Puasa, Jaga Asupan Makanan dan Cukup Tidur"  dan Grid.id dengan judul "Ramadhan 2020: Perubahan Pola Makan Saat Puasa Bikin Kena Masalah Pencernaan? Begini 5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Selama Puasa"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer