Namun, proses pernikahan yang digelar secara mewah itu ternyata banyak membawa kritik dari warganet.
Menurut Syafril Nasution, Group Corporate Secretary Director MNC Group, siaran lamaran yang merupakan rangkaian pernikahan Aurel dan Atta diklaim mengandung unsur budaya Indonesia.
"Kita ketahui proses lamaran merupakan bagian dari budaya. RCTI ingin menampilkan keragaman budaya pernikahan Indonesia,"
"Siaran ini juga sangat membantu masyarakat dan keluarga besar yang ingin menyaksikan prosesi lamaran," kata Syafril Nasution kepada awak media, Senin (15/3/2021).
"Apalagi dalam situasi seperti pandemi sekarang dimana pertemuan fisik dibatasi dan tamu yang datang ke lokasi juga terbatas," jelasnya.
Syafril beranggapan jika masyarakat pasti ingin tahu segala aktivitas serta perjalanan cinta Atta dan Aurel.
"Publik pasti ingin tahu aktivitas mereka apalagi ini kegiatan positif seperti lamaran dan pernikahan yang merupakan sakral bagi masyarakat Indonesia," tutur Syafril.
Syafril merasa tidak ada pelanggaran yang dilakukan RCTI dengan menayangkan prosesi lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah.
"Kami menilai tidak ada pelanggaran yang dilakukan dalam menayangkan prosesi pernikahan Aurel dan Atta ini," ujar Syafril.
"Diharapkan tidak ada perbedaan perlakuan baik untuk public figure, anak pejabat, ataupun masyarakat, semuanya untuk menjawab kebutuhan pemirsa," lanjut Syafril.
Selain disiarkan di RCTI, prosesi lamaran Aurel dan Atta kemarin juga ditayangkan secara live di aplikasi RCTI+.
Beberapa rangkaian acara prosesi pernikahan Atta dan Aurel dapat disaksikan di channel Youtube RCTI Entertainment.
Baca: Pantau Langsung Siaran Lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, KPI akan Panggil RCTI
Baca: Hari ini KPI Panggil RCTI Terkait Penayangan Acara Lamaran Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar
Serangkaian proses pernikahan antara Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang ditayangkan secara live pada Senin (15/3/2021) berbuntut panjang.
RCTI, selaku penggelar acara akan dipanggil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
KPI sebelumnya memantau langsung ketika RCTI menayangkan rangkaian acara lamaran Atta dan Aurel yang disiarkan secara live di RCTI.
KPI akan menanyakan kepada RCTI soal kebijakan penyiaran tersebut.
"Nah kan sudah ada penayangan, kami sudah minta teman-teman pemantau, menyampaikan laporan dan hari Senin itu kami melakukan pemanggilan terhadap pihak RCTI," kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.
Sebelumnya beredar sebuah kritik tajam dari pihak Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) atas tayangan rangkaian pernikahan Atta dan Aurel.
Mulyo menegaskan bahwa tanpa adanya kritik semacam itu, sejak awal pihaknya sudah berencana memastikan kebenaran rencana penyiaran tersebut kepada pihak televisi.
"Sebetulnya tanpa ada tanggapan itu memang kami berencana kemarin itu, kami menerima (jadwal siaran pernikahan) itu sore ya. Sore baru terima flyer jadwal itu ya dari teman terkait dengan itu," beber Mulyo.
"Kemudian kami diskusi di bidang pengawasan, kemudian kami berencana mau mengundang pihak RCTI. Tapi sebelumnya kami coba konfirmasi ke pihak RCTI-nya, apakah flyer itu benar adanya atau tidak, dalam perencanaan program siaran yg mau ditayangkan," jelasnya.
Baca: Poin Protes Penayangan Lamaran Atta dan Aurel, Sebut Tak Wakili Kepentingan Publik
Baca: Orangtua Tak Hadir Saat Lamaran, Atta Halilintar Sebut Ayahnya Baru Saja Operasi Besar
Pihak KPI sejak awal tak ingin flyer soal jadwal penayangan rangkaian pernikahan Atta dan Aurel hanya gimmick semata.
"Kami tidak mau itu hanya sekedar sebagai gimmick marketing, kalau itu gimmick marketing nantinya orang dibikin penasaran, dibikin jengkel pada akhirnya mereka memastikan, benar ga sih orang pada nonton itu semua, ternyata beda, itu yang kami antisipasi," tuturnya.
Sekedar informasi, penayangan rangkaian pernikahan Atta dan Aurel dari lamaran hingga akad nikah mendapat kritik tajam dari KNRP.
Acara tersebut dianggap tak memenuhi kepentingan publik yang harus disiarkan melalui media massa.
KNRP juga sempat menyesali sikap KPI yang dianggap abai pada kepentingan masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diklaim Mengandung Unsur Budaya, RCTI Sebut Tak Ada Pelanggaran Tayangan Prosesi Lamaran Aurel-Atta