Arisan Tipu-tipu Rugikan Nasabah sampai Rp21,2 Miliar, 5 Mobil dan 3 ATM Ikut Diamankan Polisi

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Inhu AKBP Efrizal memperlihatkan tersangka penipuan investasi bodong berinisial FS (26), saat menggelar konferensi pers, Rabu (10/3/2021)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polres Indragiri Hulu (Inhu) di Provinsi Riau berhasil bongkar arisan tipu-tipu.

Investasi bodong berkedok arisan tipu-tipu ini rugikan nasabah hingga Rp 21,2 miliar.

Pihak kepolisian juga berhasil menyita beberapa barang bukti.

Ada 5 unit mobil mewah, 1 unit ponsel, 3 buah kartu ATM, 1 buah buku tabungan, 22 lembar rekapan nasabah investasi dan 1 unit laptop yang jadi barang bukti kasus tersebut.

Dikutip dari Sripoku, ada 31 pelaku investasi bodong yang saat ini diburu oleh kepolisian.

Bahkan, 1 di antara pelaku berhasil ditangkap.

Ilustrasi uang arisan (Tribunnews.com)

Pelaku adalah wanita berinisial FS.

FS yang tertangkap kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

FS dikenai Pasal 378 dan atau 372 KUHPidana, dengan ancaman 4 tahun penjara.

Investasi bodong ini berkedong arisan.

Bahkan arisan tipu-tipu ini memakan korban hingga 24.382 orang.

Korban tidak hanya warga Inhu, namun juga ada warga Kota Dumai di Riau.

Kasus investasi bodong ini dilakukan dengan modus arisan.

Baca: Buntut Panjang Karangan Selamat Menikmati Uang Haram, Pengelola Arisan Minta Damai Tapi Ditolak

Baca: Sebanyak 16 Orang Positif Terinfeksi Corona setelah Arisan RT Digelar, Satu Blok RT Dikarantina

Nasabah yang tertipu ini tergabung dalam 31 kelompok.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Inhu AKBP Efrizal, Rabu (10/3/2021).

"Kelompok arisan bodong dengan beberapa program, yaitu program arisan sembako, arisan barang elektronik, arisan sepeda motor, arisan dan emas murni," kata Efrizal.

"Satu orang pelaku penipuan investasi bodong berhasil kami tangkap, berinisial FS (26) warga Kecamatan Rengat, Inhu," imbuh dia.

Kasus ini, kata Efrizal, masih didalami oleh pihak kepolisian.

"Kasus ini masih kita dalami," terang Efrizal.

Bos Arisan Menghilang setelah Terima Uang Setoran Rp500 Juta - Rp3 Miliar, Rumahnya Digeruduk

Seorang bos arisan berinisal HA mendadak hilang usai terima uang setoran.

Rumahnya pun digeruduk ratusan orang yang meminta pertanggungjawaban pada Jumat (31/7/2020).

Namun, dia tidak ada di rumah yang terletak di Kampung Limbangan, desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

HA menghilang saat mereka datang menagih paket arisan yang seharusnya dicairkan per 31 Juli 2020.

Bos arisan ini diketahui mengelola arisan yang diikuti oleh warga Cianjur dan juga luar daerah lain, seperti Sukabumi dan Bandung Barat.

Sejumlah anggota arisan kurban di Cianjur, Jawa Barat, saat mendatangi rumah pengelola arisan untuk menagih pencairan paket arisan yang tak kunjung direalisasikan. (Istimewa)

Karena kelakuannya ini, tiga orang ketua kelompok anggota arisan melaporkannya ke polisi.

Basyir Siregar, sebagai kuasa hukum mengatakan kliennya sudah ada yang menyetor uang arisan antara Rp 500 juta hingga Rp 3 Miliar pada HA.

Setoran ini sudah diberikan pada Maret 2020.

Tapi sampai batas waktu yang telah ditentukan, arisan itu tak kunjung dicairkan.

Beberapa arisan yang ditawarkan oleh HA mulai arisan investasi barang elekronik sampai paket kurban.

Saat ditemui wartawan, sabtu (1/8/2020), Basyir mengatakan,pihak terlapor sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang.

“Jadi, pihak terlapor ini sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang, seperti alat elektronik, perabot rumah tangga, hingga paket kurban dan jenis paket arisan lainnya,” kata dia.

Basyir mengungkapkan, HA sudah mengelola arisan sejak tahun 2015 silam.

Baca: Viral Pernikahan di Sragen Dapat Karangan Bunga Selamat Menikmati Uang Haram, Bermula dari Arisan

Baca: Kapolsek Jember Naik Pitam, Tegur Keras Guru Gelar Arisan : Malah Enak-enakan Pesta!

Tapi, arisan yang dikeloa HA mulai macet sejak tahun 2018.

Sampai berita ini diturunkan sudah ada tiga orang yang memberi kuasa pada Basyir untuk membuat laporan polisi.

Masing-masing orang membawahi 100 hingga 200 orang anggota.

“Kemarin, kita subuh sudah bikin LP (laporan polisi) di Polres Cianjur,” ujar Basyir.

Rumah HA diberi garis polisi

Usai mendapatkan laporan, polisi langsung memasang garis polisi di rumah HA.

Selain itu, polisi juga memasang garis polisi di sejumlah kendaraan roda empat yang diduga milik bos arisan tersebut.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Plh Wakapolsek Cianjur Kota Iptu Deden mengatakan, langkah itu diambil sebagai tindak lanjut laporan para korban.

Dia menjelaskan, mereka membantu memasangi garis polisi, sifatnya back up dari kegiatan reskrim.

“Kami sebagai yang punya wilayah membantu polres untuk melakukan pemasangan garis polisi ini. Jadi, sifatnya kami backup dari kegiatan reskrim,” ujar Deden.

Para korban arisan online membuat laporan di Polresta Palembang, lantaran bandar arisan telah kabur. Setidaknya para korban mengalami kerugian hingg ratusan juta rupiah akibat kejadian tersebut, Kamis (28/3/2019). (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Polisi setidaknya memasangi lima bangunan dan empat kendaraan roda empat dengan garis polisi.

“Ada lima bangunan dan 4 kendaraan roda empat yang di garis polisi. Intinya, semua akses masuk ke lokasi ini kita pasangi agar tidak ada orang yang sembarangan masuk,” imbuh dia.

Sampai saat ini, Deden menuturkan, sudah ada tiga orang yang membuat laporan polisi lewat kuasa hukum.

“Polres Cianjur juga telah mendirikan posko pengaduan untuk korban sekaitan dengan kasus ini,” kata dia.

Pihaknya sudah membuat posko pengaduan sebab jumlah korban diperkirakan cukup banyak.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 24.000 Orang Tertipu Arisan Bodong di Riau, Kerugian Rp 21 Miliar



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer